ttg teman dan berteman

aku bukan teman sempurna, dan semua orang tau itu..

tp tetap ada yg setia menemani-ku, mencari-ku, bahkan membelikan ku payung agar tak kehujanan

ada yang memelukku bahkan ketika mulutku bilang " jangan dong!gw kan geli.." dan dia tidak peduli, karena dia tau akau sesungguhnya sangat suka dipeluk

ada yg berani adu mulut denganku, padahal mereka semua tau, aku sangat suka bergumen dan membuat orang terluka dgn kata2..tp dia tidak peduli..karena dia tau sesungguhnya hati-ku terlalu ringkih..dan kata2 adalah benteng pertahanan-ku

ada yang dengan lancang tidak membalas senyumanku, padahal kami sama2 tau kami berdua lelah..dan aku juga lelah untuk menyapa dgn manis..tp tetap saja dia tidak membalas..aku kesal sekali!! tapi dia tdak peduli..

aku pikir, ya sudah,,terserah..tapi terntyata emang tidak bisa terserah…

mendiamkannya berarti mendiamkan sebagian dari atribut-ku..tidak menyapanya berarti melewatkan candaan bermutu, dan nada2 sarkatis (yang gilanya, aku rindu!!), juga perhatian dgn majas ironi dan sindiran..

dia memang tidak mudah ditaklukkan..tp akuemamng idak pernah berniat menaklukkannya..dia bukan musuh-ku,,dia teman-ku..dia juga sparring partner-ku..

dan dia tau aku tidak mau (mampu?) meminta maaf..ketika aku tau aku memang bersalah..(aku kan man tan calon subjek wawancaranya)

sebutlah ini cengeng, basi, dll..aku tau kau juga manusia..

hmm..hei kau yang membaca, ini sudah lebih dari 3 hari.

loe kangen gak c bentak2 gw????

-diam dan mendiamkan, hanya kerena gw pkir loe membutuhkan kesendirian..gak nyangka,…bakal kayak gini akhirnya-

maafin ya

Leave a Reply