untuk kawanku yang sudah mulai memimpin sebuah gerilya. i owe u one
siapa bilang represifnya orde akan berakhir tika sebuah rezim sudah hilang. bukan rezim yang harus hilang untuk musnahkan rasa takut, bukan juga sebuah masa. tidak juga hilang rasa takut jika sebuah jiwa memang tak ingin mengaum. kalau selama ini ada yang disebut kesadaran otonom.maka pastilah kesadaran itu begitu komprehen sampai ia pasti melingkupi rasa lain; keberanian (yang juga otonom?. dalam term psikologi, berarti ia bebas, tak terkungkung-even, kita tau pasti tak ada yang seperti itu.itu hanya konsep ideal.
intinya, takut, berani dan rasa semacamnya hanya akan ada dan tidak ada ketika ia di(di)minta untuk ada dan sebaliknya. variabel eksternal akan berpengruh hanya jika kita menginginkannya (ada levelnya, dari mulai sangat tidak ingin sampai sangt ingin).
hehe..seorang manusia ternyata memang tidak pernah mudah ditebak ya? terlebih klo org itu punya kesulitan untuk bisa mengungkapkan pikirannya dgn lugas (gw ya?). apa2 yang gw tulis terkdang memang sangat enggan untuk mencapai kebulatan (in many ways). suka atau tidak suka begitulah adat hg. lebih dari sekedar ingin mengajk pembaca pada kebingungan dn pertanyaan. hg bermaksud utnuk membawa kita semua untuk masuk ke pencarian, perenungan, pemikiran..yang walopun gw sangat sadar ini mah ecek2 dan racauan doang…
satu hal yang gw sangat sadari ketika gaya bahasa dan adat gw seperti ini adalah akan sangat banyak org yang sulit untuk memahami (itu seninya) dan mengerti..
aku hanya ingin berbagi keresahanhati tanpa ingin membuat kalian yang membaca menajdi begitu ter(hehe)-leading dengan resah subjektif ini. hg tidk pernah memberi titik final…kalian yang membuatnya final.dengan pikiran kalian sendiri..
sebagaimana aku bebas dan insyaALLAH tidak takut menuliskan semua galau,opini,dan rasa maka hg pun harus (dan memang sewajarnya) tak gamang melihat dan membaca semua opini, feedback kalian. apapun itu bentuknya..
dunia ide adlah dunia yang tidak bisa dijustifikasi benar salahnya, tidak an sich. persinggungan antar pribadi mungkin sekali ada…tp itu pribadi sifatnya…bukan struktur norma general.
(hey, do u understand what i mean?)
yan, tersamarnya kata2 ituadalah sebuah kecelakaan teknis. gw gak pernah minta dan gak pernah buat untuk hurufnya tidak terlihat. tp entah kenapa, ini jadi agak2 mistis. soalnya, tiap kali buat tulisan yg agk aneh jadi ngilang gtu..(hehe..for many people’s sake kali ya??). aku tidak takut..setidaknya seorang hg tidk akan takut untuk membagi pikirannya pada semua org.tidak kemarin, tidak hari ini, dan mungkin tidk juga esok.karena mungkn dalam hal ini kita seide bahwa:
aku, kamu sama2 menyukai pencarian kebenaran yang tidak putus2nya, bahkan dngn resiko salah. kita tidak inginkan "kebenaran murni" yang begitu saja disodorkan (taken from Nattan der Weise, dlam CaPing Goenawan Mohamad)
dan cara untuk tau kita salah adalah dgn memberikan ruang bagi org lain utk tahu apa yg kita pikirkan dan lakukan. dan membiarkan mereka mengapresiasi diri kita sebebasnya. ya kan yan? dan takut gak akanpernah berkontribusi dalam kemajuan.hehehe
wallahualam
~hg yanglagi2 mmbuat keadaan disequilibrium buat dirinya sendiri. gak capek ya gY?hehehe~