malam itu, si anak baru mulai bertingkah…baru tp stok lama. itu kata temn2nya. dgn gaya berpikir yang sebenrnya tidak ekstrem2 amat juga..hanya sedikit lebih tidak ‘biasa’. dia mulai bertanya
" ada apa dgn kalian teman? dari dulu aku perhatikan seperti tidak ada sebuah kesatuan diantara kalian? sangt menyedihkan aku rasa…" dan tahukan kalian? untuk sebuah geng yang terbentuk sejak lama, ini keterlaluan!!mana mungkin akan berfokus pada yanglebih besar dan menantang kalau di dalam saja kalian rapuh?? berkacalah!!mimpi besar tidak akan pernah terwujud sebelum kita bangun bukan??"
si anak baru berkata dgn lantang, karena ia memgn benar2 baru dan tidak berpengalaman…maklum klo pada akhirnya sikap frontalnya mnuai byk komentar. hingga ada seorang anggota lama yang berkata
" kau membuatku terancam dgn kata2mu barusan…"
si anak baru hanya bisa diam dan tersenyum dalam hati.dalam hatinya dia menimpali.."andai kau tau bahwa aku pun terancam dgn keberadaaanmu teman..sejak dulu"
si anak baru tidak sadar sudah membuka banyak luka dan menyiraminya dgn garam. si anak baru mungkin hanya tau, bahwa sakit yang sekali akan jadi lebih singkat dan menyembuhkan ketimbang harus menyimpan luka dan menjadikannya borok yang tak juga sembuh. itu lebih menyakitkan bukan, pikir si anak baru…
malam itu, semua berkomentar jujur (sepertinya) bahwa semua merasa sedikit takut dgn keadaan msing2…bahwa semua terkadang merasa kecil dihadapan yang lainnya. merasa kecil hanya karena Allah dgn baiknya sudah menjadikan kita dgn berbagai gaya dan karakter berbeda. iri yang sungguh tidak perlu…tp taukah kau? manusia memang begitu..sedikit sekali rasa syukurnya. jarang merasa cukup…
yang keras inginlembut..yang lembut ingin lebih tegas, yang pandai beretorika berkata lelah untuk bicara, yang lebih pemalu berkata sebaliknya…yang ceria merasa dangkal, yang kasar ternyata rapuh, dan byak lagi…
kawan, ada apa ini??ada apa dg kt?
perlukah pertanyaan2 "mengapa kamu begitu pintar dan aku tidak begitu?". itu sama saja bertanya, kenapa warna merah bukannya ungu? kita bertanya hal2 yang sudahjelas asasinya..kita bertanya hanya karena kita melihat org lain lebih hijau rumputnya dibanding kita.ya?
padahal kita tidak sadar, bahwa rumput kita mungkin ditanami rumpun mawar yang justru lebih indah dan lebih diperlukan ketimbang sekedar warna hijau saja….
pernahkah kau berpikir sedikit saja, bahwa sekecil apapun karakter burukmu dan kau bersabar karenanya maka itu akan jadi ladang baru utnuk kau garap?
pernahkahkau berpikir sebenatar saja, bahwa karakter terdominanmu menjadikan kau berbeda dgn yang lain,. dan Allah tau pasti akan ada banyak hal yang bisa kau perbuat dgnitu. pernahkah?
aku adalah si anak baru. dan aku sduah lama ingin menjadi seseorang yanglain. individu yang ideal di mata semua org.lelah menjadi dan lelah berpura2…
pada akhirnya kita semua akan sadar…bahwa Allah sangat tau yang terbaik untuk kita. apapun bentuk kita. apapun karakter terberi kita..
kita hanya perlu bersyukur sambil terus memperbaiki diri.ya bukan?
belajar menghargai diri sendiri. dari sekarang dan harus dimulai dari diri sendiri dulu…jgn pernah negrasa kecil ya gals.karenamemang kita tidak kecil.proporsional aja.
aktualisasi diri adalah menjadi sesuatu yang seharunya kita menjadi. dan kita dah sama2 tau konsep menjadi seperti apa yang terbaik (tentunya dgn nilai, konsep dan skema yang beda.ya tho??)
~heggy, yang juga kadang merasa kerdil (was).tp …itu dah lwt!!!hehe