berkaca dari narsissus (hmm..benr gak niy nulisnya?)
..ada masanya setiap orang terlampau jengah dengan diri sendiri yang kayaknya makin hari makin perfecty aja. ada kata2 bagus dari Goenawan Muhamad ttg itu. ‘ada orang yang senang ketika harus berhadpan dengan previlage, tapi ada juga yang muak". dan gw? entah ada di yang mana.
pagi tadi, ada yang dgn entengnya bilang "gy,loe tuh ninggalin byk orang tau gak? berubah bgt sih loe?"
emang gw peduli? ya!!jelas gw peduli. jgn kira nggak..tp gak perlu tau kan klo gw juga gtu? byk yang harus dikorbankan. prima vacie.
kadang, ketika tidak hanya satu org yang berkata seperti itu, gw ngerasa jadi sgt seperti narsissus. melihat bayangan diri di cermin, terus melihat ke satu arah dan tidak menoleh lagikarena merasa sudah puas. puas. padahal tidak. danau yang hg pandangi sangat buram…tidak bs dipaki untuk berkaca, pandanganku tidak juga tertolehpada kalian karen abukanny hg gak mau…
andi bisa memilih, kalian tau apa ayng akan heggy pilih. tidak disni dgnkeadaan masih jugatertolak…tp disana, di zona nyaman kita. seperti yang selalu kita gaungkan dulu…
tp manusia dewasa memilih utnukjadi apa dia. dan pada akhirnya, memang harus ada yang jadi serupa dgn seseorang yang memadnangi danau itu. bukan tnukberopuas diri dgn dirinya…tp untukmembantu menjernihakan danau itu. dari riak2 riya, makar dan dzon. do u feel it?
harus memilih untuk kelelahan atau terus brjuang. dan kita adalah yang terakhir. kalian harus ngerti ya…please