keperempuanan perempuan. eksploitasi aja terus!!
Tuesday, June 19th, 2007Komersialisasi Keperempuanan perempuan
Dari ujung rambut sampai ujung kaki adakah yang terlewati oleh para pemilik pabrik dan perusahaan untuk difasilitasi (baca: diekspoitasi). Muali dari produk shampoo, serum rambut, kondisoner, pelurus rambut, pengkriting rambut, aksesoris rambut, antiketombe, hair dryer, sisir, sampai obat kutu semua ada!. Turun kebawah, wajah perempuan adalah wajah yag dikonstrusikan untuk tampil cantik (cantik ang selayaknya cantik?). putih, kalau tidak putih tidak cantik, tidak berjerawat, bermata jeli, beralis tebal, begidung mancung, bibir tipis merah jambu, bertulang pipi tinggi. Dari semua prototype perempuan cantik diatas, hampir semua keidealan yang diminta oleh dunia difasilitasi. Bedak, alas bedak, alat peeling, facial cream, obat jerawat, lipstick, lipgloss, ,maskara, eye shadow, pengeriting bulu mata, pelentik bulu mata, pensil alis, perona pipi, foundation, masker, dan entah apa lagi (sori, kebanyakan!gw gak hapal). Tidak cukup dengan kosmetik? Hmm..kamu bisa aja datang ke dokter bedah plastik dan minta untuk permak wajah. Apa sih yang nggak, buat wajah cantik? Tapi ibu-ibu..gak cukup sampe dirambut dan wajah aja. Seluruh badan kita tenryata ajadi target eksploitasi. Pada sadar gak? Semoga ya…
Menurut gw, tu penjual2 pake ilmu psikologi untuk bisa mengubah believe, nilai, dan sikap kita dengan terus menerus ngejejelin dengan informasi-informasi tentang ”apa itu cantik sejati”. Terlebih lagi, yang diubah mind set-nya itu perempuan yang katanya (katanya lho..) tidak terlalu mengedepankan rasio dalam bertindak (maksudnya apa??merendahkan sekali)
Balik lagi ya..
Jadi dari sekian banyak iklan,produkkosmetik, dan tawaran2 lain untuk bisa mengubah perempauan jadi lebih cantik yang kayak mana yang busa dikategorikan komersialisasi??
Wah..gw sih gak mau tuh oversimplifikasi semua produk kosmetik, semua media untuk menajdikan perempuan jadi lebih cantik sebgaia produk kapitalis. Karena menurut gw pada dasarnya, jadi lebih baik dan jadi lebih cantikitu fitrah kali ya?
Cuma, yang gw permasalahakan disini, pertama, kenapa sih kayaknya kok, perempauan2 tuh kok ya dijadiin objek yang gampang bgt diboongin ma produk kayak gitu. Gak percaya? Hm..mungkin buat kita yang akses informasinya gampang, gak bakal gampang diboongin dgn iklan atau produk kayak gitu dgn mudahnya (walopun kayaknya ada juga yang bisa diboongin, hehe..). gak usah jauh-jauh, coba deh kamu longok adek perempuan kamu yang masih kecil, suka gak dandan2 gitu pake kosmetik, atau mbak2 khadimat kamu…mungkin kosmetiknya lebih banyak dari yang kamu punya, atau kalo mau lebih jauh tanya juga sama mereka konsep cantik itu yang kayak gimana. Kedua, kenapa tu media untuk memeprcantik diri jadi membodohi perempuan dgn sevcar alangsungmaupun gak langusnmenggiring cewek2 tuk mengkosntruk konsep cantik sesuai yang mereka mau. Ujung2nya kan jadinya ke
Konsep cantik menurut pabrikà disebar lwt media, masifà diliat dan ditonton ma cewek2, berulang dan persuasiveà mengubah mind-set perempuanà cewek2 jadi kesihir utnuk mengikuti konseo cantik pabrikà beli produk yang bisa buat cantik
See? Itu yang gw maksud. Mengubah paradigma untukmendapatkan keuntungan.jahat.
Ini semua jatoh2nya ke paradigma yang sebenernya kalo menurut gw dah mulai digiring ke arah yang gak bener. Cantik itu kurus kayak iklan WRP, cantik itu wangi kayak iklan Fres&Natural biar cowok2 nempel ke kamu terus, cantik itu putih kayak ikaln citra jadi suami bisa terus romantis, cantik itu berkaki jenjang, cantik itu yang bisa menunjukkan kamu seksi dan berkulit halus kayak iklan Lux. Liat dan sadri betuk deh jargon2 itu…
Kita tuh menurut gw, digiring buat jadi bodoh dan jadi konsumtif sama produk2 itu. Sama semua hal yang menurut kita bisa bikin kita jadi cantik.
Padahal kita smua tau, ada yang namanya inner beauty, bahwa cantik tidaklah melulu kayak yang ada di tivi.
Hei perempuan2 kaumku..sadarilah..
Ini emang bukan tulisan ilmiah, ini tulisan emosional gw. Tp serius deh..gw gak rela sama skali kalo kaum kita tuh ’direndahkan’ dan dijadikan komoditi untuk terus menerus (terus menerus) di hujani hal2 Yang gak mencerdaskan.
Kritis-lah…
Jadi perempuan adalah sebuah previlage, sama seperti menjadi laki-laki. Kita bukan jenis manusia yang bs dieksploitasi begitu rupa kok…kita semua berkesadaran…
Be proud!!
Pada akhirnya, gw Cuma pengen loe semua tau bahwa sebenrnya gak salah kok untuk berikhtiar jadi cantik, jadi lebih terawat, jadi lebih sadar sama kelebihan dan kekurangan diri. Tp tetep..hal itu haru dilakuin dgn penuh kesadaran, bukan karena kemakan iklan, bukan karena loe mau diakui eksistensinya karena fisik yang ’perfect’. We arent that stupid
kan ? (maaf….)
Karena pada dasarnya semua perempuan itu cantik dengan gayanya masing2. serius deh!! Yang kulitnya coklat, yang chubby, yang gemuk, yang jerawatan, yang keriting, yang lurus, yang idungnya pesek, yang badannya gak tinggi, dan yang yang yan glainnya, semua tuh punya
gaya cantiknya sendiri. Karena cantik fisik loe, gak akan terlalu ngaruh klo loe gak punya cantik hati; hargai diri sendiri, pede, sehat, cerdas. Gtu juga sebaliknya, yan ggak pede ma fisiknya bakal keliatan oks bangget klo dia tau variabel cantik diri (fisik) itu bukan the one and only, tapi ada hal2 lain yang jauh lebih bisa dipegang untuk jadi cantik (real beuty).
Kita sudahi rezim eksploitasi keperempuanan perempuan!!!
Breakthrough galz!!
Heggy, yang selalu sebal dgn iklan2 yg membodohi