Rumput selalu diinjak
Entah sudah berapa macam jenis alas kaki yang menginjaknya. Mulai dari sendal jepit MWA UM, sepatu lari CTS UI, sepatu yang terpaksa di pake sama titisannya Tan Malaka, sampe lars dan boot berat baret ungu. Hff…
Tapi karena rumput sejatinya hanya ada dibawah dan lazim diinjak,maka teriakan2 kesakitannya pun tak lagi didengar..pun orang2 yang berteriak agar alas kaki tidak menginjak..jangankan didengar, dilirik saja tidak. Ironi…
Hijau itu tidak akan lama, jika tidak dirawat. Ia akan meranggas, sama sepertipara penginjaknya..mereka tidak akan bertahan lama. Mereka akan tergusur dengan para pemilik alas kaki yang tau diri, tau tempat,tau kapan harus memuntahkan kekesalan dan bisa membaca plang.hehehe..
Dan rumputnya? rumput tak gampang meranggas Heggy..ia akan tumbuh terus, bahkan diinjak sekuat apapun jika kau tak cabut akarnya ia akan terus tumbuh. Amat sederhana hidup rumput. Karena ia hanya perlu air hujan dan matahari dari Tuhan.
Aku disini sedang merenung2…bagaimana mungkin para pemilik alas kaki itu melupakan asal muasal mereka yang juga dari rumput? Sebuah kemunafiakn moral didepan mataku, dan aku disini bersama blog-ku, berbisik mengetuk memori lama nan klise yang kau punya.
Aku berbicara padamu, bukan yang lain. serius deh..
June 19th, 2007 at 12:33 am
Gy siapa tuh titisan Tan Malaka? kenalin ke gw dong !