Dan aku pun (niscaya) membangkang…

Ada

kalanya manusia tuh hidup untuk diri sendiri sambil juga menyenangkan orang lain diskitarnya..ada juga masa dimana kadang diri sendiri harus menelan kepahitan sendiri…tanpa perlu berpikir panjang, look at the people first!. Tapi…ada juga waktu dimana menjadi egois bukanlah pilihan, ada kok waktu2 dimana itu jadi nsicaya.

Tapi kadang, yang niscaya diasumsikan gak ada, karena keadaan citeris paribus. Dan keadaan ini yg mungkin sedang menjangkiti banyak (beberapa orang). Ada satu sajak dari Ahmadun Yosi Herfanda yg saat hg baca sajak itu (dikereta), gak sadr jadi senyum dan nangis sendiri…dia meng-out loud-kan apa yg ada dalam benak. Fungsi benak yg selama ini dicoba untuk disalurkan (udah usaha untukmenyalurkannya sehalus mungkin, tp tetap gak berubah juga..kata orang2..padahal ortu gw gak komen bgitu ..hehe)

Sajaknya berjudul sajak kartun. Mau tau?

Di hadapan tuhan aku lebh sering

Merasa sebagai sosok kartun daripada

Sebagai manusia. Aku lebih merasa

Sebagai gambar tanpa jiwa, karena

Jiwaku sepenuhnya di tangan tuhan

Bagai dalam film kartun

Tubuhku diberi peran lucu

Atau tragis dan konyol

Lalu bagai anak wayang digerak-gerakkan

Untuk membuat orang-orang

Merasa asyik dan tertawa

Dalam kehidupan

Aku lebih merasa segala watak dan keinginanku

Kata-kata dan sepak terjangku

Sepenuhnya tergantung

Kehendak sang Maha Sutradara

Sebagai anak kartun

Aku memang sering sering rewel

Dan suka menawar

Tapi dalam genggamannya

Jiwaku sepenuhnya pasrah

Sajak ini ditulis tahun 1991, oleh AYH, FYI, ada satu bait yg gw potong untuk gw tulis disini. Buat Heggy, sajak ini bagus..karena mungkin sukses menyentuh sisi paling primitif dari gw.hehe..

Sisi mana pula?! Adalah..sisi yang tak pernah sudi ditunjukkan pada sekitar…setidaknya masih bisa bernafas, berbicara, menulis, berbohong,,,hehe..bersyukur heggy!!

Leave a Reply