Archive for September, 2007

adikku yang kumanja!

Monday, September 17th, 2007

hoii..

Gw memang bukan Inggit Garnasih, yg bisa jadi suluhnya Koesno. Tp makasih loh bukunya, karena gw jadi tau pengorbanan terbesar seorang yg bertajuk istri emang di rumah, untuk suami dan anak2nya…

Baca buku itu buat gw semakin menyadari kenapa pada akhirnya Rasul kita kasih ‘kekuasaan’ yg besar bgt ma org2 dgn jabatan suami. Lucunya, gw yang ngaku antipatriarki dan feminis ini tidak membantah apa yang Rasul bilang ttg kedudukan suami dan segala atribut yan gmenyertainya. Rasanya sangat melegakan karena hati dan otak gw sinkron..hehe..

Dan gw juga jadi mahfum dgn syair ”dibalik kebesaran seorang laki-laki terdapat perempuan agung”. Hff..baguslah, jadi gw memutuskan klo gw akan menikah suatu saat nanti (hehe…keputusan besar), dgn orang yang memiliki visi besar tp bisa bergerak lokal,huhuhu…

Oke, sekrang ttg buku yg gw kasih

Mestinya sih gak gw kasih. Tp entah kenapa tetep gw kasih. Klo kata cune, ”loe mah manjain teuing sih!!”,hehe..iya kali ya, diantara semua teman. Loe yg paling jarang gw ’kacaukan’ (karena emang susah,hehe) danpaling sering gw agul2kan (dgn cara yg menurut gw begitu).

Buku ini juga menurut gw bagus. Ada aja yg bisa diambil..

Terlepas dari judulnya yg menjijikan (menurut gw), isinya tetep okelah

Semoga lwt buku ini, loe bisa belajar secara mandiri utk tetep jd org yang tsabat (teguh), iltizam(komitmen) dan hanif. Aneh deh…byk org yang bs gw ’rangkul’ tp temen2 terdekat malah nggak. Kadang jadi berasa gagal..hehe..gak ding!

Mengikuti tulisan loe ”terlepas dari loe temen deket gw ato bukan, kesempatan dpt temen kayak lo itu 1:sejuta.hehe…

dan gw gak becanda)

Senangnya bisa punya teman yang bisa jadi adik, kaka, sparing partner, musuh dan teman diskusi yang bermutu. Hebat!!

Kayak yang tulis, im glad to know you (sama, gw juga)

gak ada judulnya untk yg ini

Monday, September 17th, 2007

Andai saja aku bisa memilih

Seandainya itu terjadi

Tentunya aku tidak perlu pusing2 begini

Memikirkan kelulusanku

Atau nasibku yang akan datang

Seandainya aku bisa memilih

Tentunya akan lebih banyak waktuku

Yang kuhabiskan sambil menonton tayangan tak bermutu

Bersama adik2 dan ibuku di rumah

Seandainya aku bisa memilih

Aku lebih ingin menjadi orang yang tidak dikenal

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin jadi perempuan yang lebih pendiam

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin bisa berjilbab semenjak aku memiliki rasa malu

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin meninggalkan kampus ini dengan tanpa rasa bersalah

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin bisa pulang sore dan menikmati matahari Bogor di sore hari

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin bisa berteriak kencang lagi

Sendainya aku bisa memilih

Aku akan datang ke sekolahku setiap hari Jumat dan Rabu

Seandainya aku bisa memilih

Akan kutolak semua tawaran dan turunan

Seandainya aku bisa memilih

Aku lebih suka berada di bem lama ketimbang bem sekarang

Seandainya aku bisa memilih

Aku lebih suka berdiskusi dgn para lelaki

Seandainya aku bisa memilih

Aku akan jadi panitia penyambutan adik2 baru dengan atau tanpa persetujuannya

Seandainya aku bisa memilih

Aku lebih suka les bahasa spanyol ketimbang bhs arab

Seandainya bisa aku memilih

Akan kupilih calon suami yang “cerdas”

Seandainya aku boleh memilih

Aku ingin selekasnya S2 ke luar negeri

Kalau saja aku bisa memilih

Aku ingin hidayati sarah kuliah di UI

Seandainya bisa aku meminta

Hanya satu yg kuingin saat ini: i want my papa

Seandainya bisa aku berkata

Aku ingin bicara segala hal yg tidak lagi menyakiti

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin meminta maaf pada semua orang yang selalu kusakiti

Sayangnya, lidah ini terlalu kaku. Maaf…

Seandainya aku bisa memilih

Aku ingin jadi orang biasa saja

Heggy, persepsi orang tentangku:

Pintar karena IP terancam cum laude; penyandang gelar mapres 2 psikologi, aktif di kelas dan kritis

Cerdas karena berwawasan luas; suka baca buku dan ikut seminar

Aktif berorganisasi mulai dari SuMa, pernah di FUSI psikologi, Senat Psikologi, dan 2 periode bem ui

Jadi mentor dan murabbiah

Agak tengil, songong, pecicilan dan unik. Teman2 seangkatan se-psikologi sepakat memberikan gelar karakter non-conformity creative untukku. Karena heggy ternyata memang dipersepsikanberbeda. Heggy yang eksis…

Heggy yang jarang sekali menangis, heggy yg kalau berkomentar selalu bisa berkelit

Heggy yang bandel dan jarang sekali taat. Hg yang kebangetan klo nanya

Hg yang cari perhatian dgn pake celana dan bukannya pake rok

Heggy yang klo ada acara partai paling gak mau datang

Hg yang gak mau nikah dan dicap feminis

Hg yang kayak batu. Keras kepala, gakmau kalah klo debat, gak suka minta maaf, hg yang muter2 kayak gasing, hg yang gengsian, hg yang..hg yang..hg yang..

Heggy yang mana?heggy yang kayak apa?

Taukah kau? Aku amat tak suka dengan semua gelar dan atribut yang terberi itu? Aku bukanlah itu. Dan tolong..jangan coba2 menjadikanku secondary deviant. Karena aku tak mau self-fulfilling terhadap apa yang kalian persepsikan.

Aku adalah aku. Yang eksis dgn keberbedaan, bukan karena ingin berbdeda dnegan kalian. Bukan. Tp karena itulah aku…tapi aku tidak berbeda! Aku tidak ingin keberbedaanku menjadi jarak untuk kita berteman. Aku benci sekali dibilang berbeda.

Ah..aku rindu Nur. Nur yang bisa melihat aku tanpa merasa silau, jijik, apriori atau berlebih. Aku rindu dianggap sebagai manusia

Aku rindu sarah. Yg bisa maklum melihatku menangis, yg malah merasa heran kalau aku senyum2 terus

Aku rindu teh dara yang selalu tertawa melihatku menalikan tali sepatu dan dengan tengilnya berkata “ semangat amat nali-innya?!”

Aku rindu mushalla ar-rahmah dgn bau karpetnya..yg sellau penuh dgnorg2 shalat dhuha dan mengaji quran

Aku rindu kehidupan rakyat jelata. Aku rindu ikhwan2 yg berlatih nasyid disana dan kadang kelepasan mengajakku menjadi pelatih mereka

Aku rindu liqers

Aku rindu meminta amanah karena aku yakin aku bisa dan aku pasti dibantu

Heggy kangen sama orang2 yg bisa lihat heggy dengan jujur…

Karena hg gak spintar itu, hg gak secerdas itu, hg gak sekeras itu, hg gak setengil itu, hg gak sekritis itu, hg gak sejahat itu, hg gak sesombong itu, hg gak sebagus itu, hg gak gak se-akhwat itu…hg gak siap untuk memutuskan dan memilih…

Hg masih ada di fase moratorium.

Maklumkah Kau padaku Tuhan? Karena aku ternyata tak sesempurna yg Kau inginkan…

Sayang, aku hanya bisa bertanya dengan jujur padamu Tuhan, karena manusia tak mungkin bisa menjawabnya…

aku kesal sekali!

Monday, September 17th, 2007

assalamualaikum..

menulisi blog ini seakan membuang kekesalan yg bertumpukpada dosen dan asdos yang sok tau dan kadang arogan dengan ‘lebihdulubelajardanjadisarjana’.

kenapa coba harus malu untukmengakui bahkankadang (sering mungkin) mahasiswanya lebih cerdas dari diri mereka sendiri???

-ditulis saat KAUP