Andai saja aku bisa memilih
Seandainya itu terjadi
Tentunya aku tidak perlu pusing2 begini
Memikirkan kelulusanku
Atau nasibku yang akan datang
Seandainya aku bisa memilih
Tentunya akan lebih banyak waktuku
Yang kuhabiskan sambil menonton tayangan tak bermutu
Bersama adik2 dan ibuku di rumah
Seandainya aku bisa memilih
Aku lebih ingin menjadi orang yang tidak dikenal
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin jadi perempuan yang lebih pendiam
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin bisa berjilbab semenjak aku memiliki rasa malu
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin meninggalkan kampus ini dengan tanpa rasa bersalah
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin bisa pulang sore dan menikmati matahari Bogor di sore hari
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin bisa berteriak kencang lagi
Sendainya aku bisa memilih
Aku akan datang ke sekolahku setiap hari Jumat dan Rabu
Seandainya aku bisa memilih
Akan kutolak semua tawaran dan turunan
Seandainya aku bisa memilih
Aku lebih suka berada di bem lama ketimbang bem sekarang
Seandainya aku bisa memilih
Aku lebih suka berdiskusi dgn para lelaki
Seandainya aku bisa memilih
Aku akan jadi panitia penyambutan adik2 baru dengan atau tanpa persetujuannya
Seandainya aku bisa memilih
Aku lebih suka les bahasa spanyol ketimbang bhs arab
Seandainya bisa aku memilih
Akan kupilih calon suami yang “cerdas”
Seandainya aku boleh memilih
Aku ingin selekasnya S2 ke luar negeri
Kalau saja aku bisa memilih
Aku ingin hidayati sarah kuliah di UI
Seandainya bisa aku meminta
Hanya satu yg kuingin saat ini: i want my papa
Seandainya bisa aku berkata
Aku ingin bicara segala hal yg tidak lagi menyakiti
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin meminta maaf pada semua orang yang selalu kusakiti
Sayangnya, lidah ini terlalu kaku. Maaf…
Seandainya aku bisa memilih
Aku ingin jadi orang biasa saja
Heggy, persepsi orang tentangku:
Pintar karena IP terancam cum laude; penyandang gelar mapres 2 psikologi, aktif di kelas dan kritis
Cerdas karena berwawasan luas; suka baca buku dan ikut seminar
Aktif berorganisasi mulai dari SuMa, pernah di FUSI psikologi, Senat Psikologi, dan 2 periode bem ui
Jadi mentor dan murabbiah
Agak tengil, songong, pecicilan dan unik. Teman2 seangkatan se-psikologi sepakat memberikan gelar karakter non-conformity creative untukku. Karena heggy ternyata memang dipersepsikanberbeda. Heggy yang eksis…
Heggy yang jarang sekali menangis, heggy yg kalau berkomentar selalu bisa berkelit
Heggy yang bandel dan jarang sekali taat. Hg yang kebangetan klo nanya
Hg yang cari perhatian dgn pake celana dan bukannya pake rok
Heggy yang klo ada acara partai paling gak mau datang
Hg yang gak mau nikah dan dicap feminis
Hg yang kayak batu. Keras kepala, gakmau kalah klo debat, gak suka minta maaf, hg yang muter2 kayak gasing, hg yang gengsian, hg yang..hg yang..hg yang..
Heggy yang mana?heggy yang kayak apa?
Taukah kau? Aku amat tak suka dengan semua gelar dan atribut yang terberi itu? Aku bukanlah itu. Dan tolong..jangan coba2 menjadikanku secondary deviant. Karena aku tak mau self-fulfilling terhadap apa yang kalian persepsikan.
Aku adalah aku. Yang eksis dgn keberbedaan, bukan karena ingin berbdeda dnegan kalian. Bukan. Tp karena itulah aku…tapi aku tidak berbeda! Aku tidak ingin keberbedaanku menjadi jarak untuk kita berteman. Aku benci sekali dibilang berbeda.
Ah..aku rindu Nur. Nur yang bisa melihat aku tanpa merasa silau, jijik, apriori atau berlebih. Aku rindu dianggap sebagai manusia
Aku rindu sarah. Yg bisa maklum melihatku menangis, yg malah merasa heran kalau aku senyum2 terus
Aku rindu teh dara yang selalu tertawa melihatku menalikan tali sepatu dan dengan tengilnya berkata “ semangat amat nali-innya?!”
Aku rindu mushalla ar-rahmah dgn bau karpetnya..yg sellau penuh dgnorg2 shalat dhuha dan mengaji quran
Aku rindu kehidupan rakyat jelata. Aku rindu ikhwan2 yg berlatih nasyid disana dan kadang kelepasan mengajakku menjadi pelatih mereka
Aku rindu liqers
Aku rindu meminta amanah karena aku yakin aku bisa dan aku pasti dibantu
Heggy kangen sama orang2 yg bisa lihat heggy dengan jujur…
Karena hg gak spintar itu, hg gak secerdas itu, hg gak sekeras itu, hg gak setengil itu, hg gak sekritis itu, hg gak sejahat itu, hg gak sesombong itu, hg gak sebagus itu, hg gak gak se-akhwat itu…hg gak siap untuk memutuskan dan memilih…
Hg masih ada di fase moratorium.
Maklumkah Kau padaku Tuhan? Karena aku ternyata tak sesempurna yg Kau inginkan…
Sayang, aku hanya bisa bertanya dengan jujur padamu Tuhan, karena manusia tak mungkin bisa menjawabnya…