smansa. lagi
Assalamualaikum…
Tadi abis ifthor di smansa, bareng ma anak2 DKM dan FORKOM. Ada lia, teh irni, wardah, jannah, rika, daina, acid, hening, agiz, zae, abah, ruli, a pd, a naufal dari unbraw, a rinal, a danil, njum, wahyu, dan semua yg gak bis disebut. Ifthornya dilantai 4, namanya aula smansa. Aula yang waktu zaman heggy dulu gak ada, dan Cuma hamparan lapang dimana klo kita liat kebwah kita Cuma bakal bisa ngeliat atap ipa 1sampe ipa 4 dan lapangan bulu tangkis yang mini plus kolam ikan, kala mandang kearah depan bisa liat gereja ayam, mushalla ar rahmah dikit, kantor walikota dan jalanan depan dprd bogor. Yang menyenangkan adalah memandang ke arah atas…
Disana ada hamparan langit…klo dulu, gw suka ngeliat saat sore. Chimrin emang, sok melayu…tapi emang beneran indah lho…klo malem, dan bintang lagi banyak hg juga suka naik ke lantau 4 dan ngeliatin langit. Berasa luaaaaas bgt,dan lega.
Melihat smansa dengan keadaan fisik yang jauh berbeda dgn zaman hg dulu, kadang miris. Tapi teryata perubahan fisiknya tidak membuat kami lantas tidak mengenali ruh yang ada disana. Spiritnya masih sama. Kekerabatan yang teramat kental. Yang membuat semua (semua) anak smansa begitu tergila2 untuk kembali ke sekolah, berkumpul bersama teman2 seangkatan dan satu smansa adalah obat tak terkira dari penyakit kekeringan2 kami diluar…
Itu sebabnya, selama ini kami menjadi kelompok yang begitu narsis dengan kesmansaan kami…
Karena sekolah yang berdiri megah di jalan juanda itu telah mengajarkan kepada kami betapa banyak yang bisa kami raih dan kami ambil dari hidup…
Arti kerja keras, arti hidayah, arti kawan dan pengorbanan, arti saudara, arti secret, arti osis, arti makan, arti push up, arti hukuman, arti feodalisme, arti dari memilki adik dan menjadi kakak, arti dari menghormati dan sayang tulus pada yang lebih tua, dan bukan rasa takut…
Kami diajarkan untuk menjadi diri kami sendiri, untuk menjadi genuine.
Bahkan setelah lama berpisah pun, rasanya masih tetap sama. Kupikir aku akan kehilangan perasaan itu setelah begitu tenggelam pada kehidupan kemahasiswaan. Kupikir keceriaan itu akan hilang karena setiap dari kami mulai tumbuh dewasa dan dewasa berarti bersikap lebih terjaga, lebih serius…
Ah, mungkin kalian tidak paham dgn apa yang kutulis…memang, tidak banyak pilihan kata yang bisa menggambarkan betapa perasaan ini begitu meluap2…betapa rasa terharu ini membuatku bs merecall semua kenangan hidup 3 tahun dlm bangunan sempit bernama sekolah. Betapa tempat itu adalah sbenar2 tempaan terbaik bagi karakter2 yang masih mencari jati diri…
Ternyata kami belum berubah. Memang, tidak semua dari kami masih bisa merasakannya…tp jauh di lubuk hati, aku yakin sekali. Setiap kali kami menginjakkan kaki kami disekolah. Hal pertama yang kami lakukan saat memasuki gerbang adalah menarik nafas lalu tersenyum.senyum lebar. Hening, loe bener ning. Smansa gak berubah…ruh2 kita masih kita turunkan ke adik2 kita…dan selamanya semoga begitu ya?!
Masa2 itu sudah bisa membuatku terbang tinggi dilangit, namun tidak membuatku lupa untuk menjejak bumi, rasa apalagi selain syukur tak terhingga pada Allahu Rabbi atas karunia sekolah terbaik. Sekolah yang mengajarkan rumus2 ttg bagaimana mencari koefisien kebahagiaan dan reaksi kimia dari kompleksnya unsur-unsur percaya diri, senang hati, ikhlas, mau belajar, dan tawadhu’ pd semua murid2nya…
Untuk karunia osis tersolid sepanjang masa osis berdiri
Untuk berkah menjadi anak pandawa dengan kedisiplinan tanpa toleransi
Untuk menjadi diri sendiri dan tegar dalam jalan dakwah di ar-rahmah
Untuk kesempatan menjadi CCK tahun kedua
Untuk mengenal apa itu TOSIS dan rasa lelah menjaga
Untuk tahu apa rasanya makan gratisan setiap sore
Untuk dipanggil oleh guru fisika
Untuk belajar ekonomi dan geografi saat pelajaran biologi
Untuk bangga dapat nilai 2 tapi jujur
Untuk dibilang munafik saat membela satu orang terbuang dikelas
Untuk setiap tangis kelelahan yang Lillah
Untuk semua tawa dan derai candaan yang kita gaungkan disudut2 sekolah
Untuk belajr pake jilbab dan kenal kata2 ”afwan, akhiy, ukhtiy, ana, anti, dll”
Untuk tahu bahwa kita bisa dapet nilai 9 dipelajaran OR tanpa hrus byr 2ribu
Untuk belajar mengumpat dan memaki
Untuk menjahili smua sepatu dan tas orang2 sampe harus dikejer2 muter sekolah
Untuk malam BLDK dan PraBLDK,Binlat, Bintur, Mabit, Star Party, Jihad, drama
Untuk 1-5 tempat jatuh cinta pertama kali (hei..jgn mikir yg nggak2 ya!)
Untuk 2-5 tempat eksistensi diri dan menyemai rasa sayang
Untuk Ipa-5 tempat belajar jadi manusia dgn visi dan idealisme. Tp tetap happy
Untuk smua sudut smansa yang kuyakin sudah pasti ada langkahku disana, jazakumullah khairan katsiron..mungkin kalian tak hidup. Tp buat heggy, kalian adalah bentuk, benda, dan stimulus tempat lompatan kuantum heggy terjadi…
Manusia2nya menjadi kamus2 berjalan dan ensiklopedi rujukan tempat berkaca dan bertanya…
Alhamdulillah Robbil ’Alamin…
~dahiku tersungkur ditanahMu ribuan kali pun tak kan sanggup menyatakan betapa karunia2 itu sungguh amat berlebih untukku wahai Allah…
~Ditulis saat melihat smansa sedang bertasbih menyambut nikmatnya berbuka di hari ke-22
December 16th, 2007 at 2:01 am
teh heggy..
seneng baca postingan yang ini *ketemu pas nyari di google dengan keyword smansa bogor*
smansa emang anugerah Allah banget.. =)