Entah untuk keberapa kali bunda, aku mengecewakamu…
Membuatmu tak bangga padaku…
Membuatmu harus mengangguk dalam gelengan ketidakmengetian akan pilihan-pilhan sadar hidupku…
Membuatmu harus menelan sedikit marah, mungkin kesal…
Membuatmu seakan menjadi bgian terakhir dari apa yang mungkin kupertimbangkan dalam hidup…
Membuat perasaanmu seakan hanya bumbu, dan bukan yang utama…
Aaah..rasanya tak sanggup kulanjutkan apa yang sebenarnya ingin kutulis
Sekedar peringan beban hatiku…
Sekedar membagi beban di pundakku yang semakin hari semakin berat…
Hanya sekedar melepaskan perasaan bersalah yang menderaku begitu hebat…
Membuatku harus berpikir ribuan kali, memikirkanmu , memikirkan perasaanmu, memikirkan harapan-harapan yang kau tumpukan padaku…
”nak, mama percaya sekali sama kamu”
Itu adalah satu kalimat yang menjadi pelecut terbesarku setelah surat cinta Allah..
Itulah yang menjadikanmu tak khawatir melepasku dalam malam-malam panjang saat aku tak bisa sekedar menelefon
Tak bisa memakan masakanmu saat malam
Tak bisa meminta untuk di’marahi’ karena selalu kehujanan
Wahai Allah…andai bisa kutukar apa yang kupunya dengan sedikit saja senyumnya…
Umurku dengan umurnya…
Andai GPA-ku yg sustain naik itu cukup untuk membuatnya bangga…
Allah., bundaku bahkan tak tahu bahwa aku cukup punya nilai oke di kampus
Bundaku tak faham bahwa aku begitu pontang-panting dikampus
Mencari nilai bagus, memiliki banyak teman, tidak terlalu bodoh,
Di kampusku nan megah, aku adalah seseorang (setidaknya, menurutku)
Tapi dihadapannya, semua kebanggan,aribut, dan prestasiku lenyap…
Aku bukanlah seorang Heggy yang hebat lagi heroik
Bukan pendebat tak terkalahkan
Bukan si aktivis gerakan…
Bukan si eksis..
Bukan si senang selalu..\
Bukan mahasiswa kesayangan dosen..
Aku adalah anaknya. Yang sangat ia percayai, yang sangat ia banggakan…
Aku dihadapannya begitu sederhana..
Karena ia jutaan kali lebih hebat dariku….karena ia membentukku..karena ia mengenalku..jauh…jauh sebelum bahkan aku menemukan diriku
Aku adalah manusia tanpa atribut dihadapannya wahai Allah…
Dihadapan manusia seagung itu..aku hanya manusia dnegan kedegilan dan kekerasan hati tak terhingga…
Dihadapan bundaku, luruh semua argumen hebat dikelas
Tal diterima semua hipotesis
Tak berlaku postulat…
Tidak ada hitungan rasio…
Aku luruh menjadi aku…
Bunda, andai bisa kau baca blog-ku..
Andai bisa kau raba hati dan visi hidupku…
Maka namamu terukir hingga ke relung terdalamnya…
Hanya untukmelihatmu bahagia,,hanya untuk melihatmu tertawa…
Wahai bunda…
Telah kugadaikan hidupku…
Agar kau bisa bangga padaku, tidak hanya disini…
Agar aku bisa berguna untukmu tidak hanya ketika kau kasat untukku…
Maka ridhai pilihanku wahai bunda…
Berkahi pilihan-pilihan sadarku…
Ampuni aku yang bahkan tidak meminta restumu terlebih dulu…
Hanya untukmu bunda, hanya untuk long term perjalanan kita…
Hanya untuk Hakim, hanya untukmu wahai Mada Lelo, hanya untukmu papa..
Hanya dengan ridhamu wahai pengikat hatiku didunia,maka akan kudapati ridhaNya…
Ridhai aku bunda….biarkan ku pertanggungjawabkan pilihanku…
Tak akan kubiarkan setetes pun airmata kesedihanmu jatuh…
Karena kau hanya akan melihatku berada kukuh dalam jalan kebaikan…
Biarkan kebanggan itu bertumpuk dalam satu masa, yang bahkan aku tak tahu kapan akan diberikan…
Sambil menunggu, aku akan tetap membutuhkan tempat kembali..
Usapan lembut di pundakku…
Gelengan kepala saatku jatuh terpeleset dikamar mandi
Decakan saat melihat kamarku yang seperti gudang peluru
Makan malam tak habis yang selalu kau habiskan…
~Bunda, selaksa tak pernah kering…
Tempatku berkaca, tempatku menenangkan diri, manusia satu-satunya yang bisa membuatku tenang hanya dengan menatapnya, mendengar suaranya..
Aku meyakini, bahwa tak ada satupun yang tak cinta pada bundanya…
Aku pun tak mengklaim bahwa akulah anak paling cinta ibu…
Cukuplah kurangkum cintaku pada rangkaian doa tak putus…
Pada kerja2ku dimanapun, yang selalu (selalu) kudedikasikan untuk keridhaannya
Bunda, aku mungkin tak bisa lulus ideal seperti yang kau pinta dulu…
Sejujurnya, aku amat bisa memenuhi pintamu..menambahinya dengan sedikit kejutan bahwa aku bs saja cum Laude, dan mungkin kau akan sedikit bangga karena anakmu akan disebut dalam durasi detik tapi cukup lama sehingga satu balairung akan bisa mendengarnya..atau bisa saja menjadi perwakilan angkatan untuk membacakan janji sarjana di wisuda sarjana Psikologi..(inget kan bunda, aku masih mapres lho..meskipun cuma mapres 2)
Membuatmu duduk diatas kursi undangan spesial karena nilai-ku…
Membuatmu hari itu menangis bangga dan haru, karena putri semata wayangnya ternyata sudah cukup dewasa untuk lulus, dan berkontribusi lebih untuk kehidupan…
Tapi Bunda, aku ternyata memilih untuk membuatmu menunggu lebih lama
Membuatmu mengeluarkan uang ekstra..
Membuatmu menelan kecewa…
Karena aku tak bisa lulus seperti yang kau mau…
Karena ternyata….
Putrimu ini harus membuat takdirnya sendiri..
Mengukir sejarahnya sendiri…satu hal yang selalu ia hindari sedari dulu..
Bunda, putrimu ini harus bisa keluar dari inferior akutnya…
Kau mungkin tidak akan pernah mendengar kiprahku…tp aku tidak peduli, selama kebrkahan dari pekerjaanku akan berimbas utama padamu, semua akan kulakukan bunda…
Maafkan aku bunda…
Maafkan untuk keputusan yang kuambil dan menyakitimu
Maafkan aku bunda…
Kelak, senyum itu akan terukir jauh lebih bermakna..
Aku sedang meretasnya..hanya untukmu bunda..
~Ini untuk mama, yang selalu bisa bikin egy jadi merasa istimewa dan sederhana…
Sumber energi tak habis dan tak putus…berkah Allah terindah dalam hidup…
Segenap cinta, sayang, doa dan harap agar Allah sang Pengabul Doa memperkenankan kebaikan dan keberkahan dalam hidupmu…(bahkan ketika harus ditukar dengan kesulitan untukku, tak masalah..asalkan mama bisa dapat hal2 terbaik…)
Egy gak pernah bilang ko egy sayang mama ya?.hehe…egy malu, tp serius deh ma. Sayang egy sampe ubun2 buat mama…