Archive for March, 2008

lagi2..setelah sejauh ini, lalu?

Sunday, March 30th, 2008

Ada

yang lucu terjadi selama kurun waktu 2 minggu ini. Dua hal besar terjadi, dan itu ada dalam jangkauan dan tanggung jawabku sebagai seorang ‘pekerja’.

Yang pertama, konferensi aktivis gerakan se-ui. Secara teknis, Berjalan dengan tidak terlalu lancar memang. Dalam artian, ada sedikit kericuhan terkait local wisdom satu fakultas yang ‘dilanggar’. Selain itu, aku dan rekan2ku dikritik secara langsung oleh penyelenggara acaranya terkait komunikasi antara kami yang memang kurang, dan beberapa evaluasi teknis lainnya. Tapi tahukah? Aku mendapatkan beberapa hal berharga yang kucari dan kami usahakan tercapai. Contoh? Sekarang semua bisa berbicara dengan lebih lega tentang keadaan fakultas masing2, semua (hampir) lebih diikat dan harus lebih bertanggung jawab dengan apa yang sudah kami putuskan bersama dalam konferensi itu, sekarang semua mendapat distribusi amanah dan harus lebih mandiri (juga lebih cerdas) dengan tidak hanya mengekor bem ui. Dan aku percaya sekali bahwa kami yang masih belajar mencari bentuk ini akan bisa melakukannya (dengan tentu saja bahwa keyakinan emosional ini juga ditopang dnegan perangkat lainnya yang lebih menjamin. Badan pengawas misalnya seperti yang kholid, habibie fh dan pusgerak pernah wacanakan). Diakhir konferensi itu, aku dan juga mungkin semua (sebagian besar) peserta setidaknya tercerahkan dengan keadaan kami (mahasiswa, gerakan mahasiswa tepatnya) yang memang menyedihkan: menganggap diri besar, heroik, terorganisir, dan pasti bisa jika yakin. Tentu saja itu benar, tapi bukankah ketika semua hanya berujung pada anggapan dan persepsi yang terbentuk (ketidaksaran kolektif kalau kita mau mengutip kata2 Jung), maka kita akan cenderung manja dan tidak terstimulus lebih untuk melecut diri menjadi lebih baik. Kami menjadi lebih objektif memandang diri kami sendiri. mencoba jujur dan merefleksi diri kami dengan lebih berani. Karena pada kenyataannya, semua dinamika negatif (kurang didengar dan diperhatikan oleh teman2 mahasiswa di ui, tidak terakarkannya tujuan gerakan mahasiswa yang sebenarnya baik, kurang tersosialisasikannya beragam bentuk dan implementasi dari fungsi gerakan sosial mahasiswa, dsb) yang ada memang menampilkan cacat yang harus diperbaiki.

Selama ini, disadari ataupun tidak, apa2 yang mahasiswa (boleh gak ya kalopake kata aktivis gerakan?hehe) lakukan memang masih cenderung ’langitan’. Bawanya isu2 elit mlulu, padahal, dikampus sendri masih banyak hal lain yang masih lebih bisa disikapi danlebih konkret mengena. Advokasi beasiswa, advokasi pedagang2 di kukel misalnya, atau mencoba bikin waste management project?, atau GKFM minta kita tambahin unit psikologinya untuk mahasiswa, bisa kan?.

Ya, selainitu memang mesti juga jadi pengingatnya pemerintah, jadi ’pembela’ kepentingan rakyat banyak. Ya iya atuh…itu bentuk terima kasih yang nyata sama rakyat. Karena ternyata, hg bisa kuliah di UI dan bayar 1,3 persemster itu juga karena disubsidi ma rakyat. Duh….hutangku ma kalian semua banyak sekali…tapi aku bahkan masih terbata2 membantu kalian saudara2ku…maafkan….

Banyak sekali ternyata yang bisa kita lakukan ya? Banyak hal yang bisa kita buat untuk membuat yang lain bernafas lebih lega. Hehe…jadi curhatan pribadi nih. Karena menurut penulis pribadi, keterlibatan penulis disini (dalam gerakan, atau apalah namanya) sebenernya Cuma pengen bs buat orang bernafas lebih lega, dengan membuat sedikiiiiit aja perubahan positif.

Dan KAGUI (konf aktivisgrakan se-ui) mencoba meretas jalan itu. Mencoba untuk sedikiiiiiit aja bisa bener2 buat satu hal nyata dan konkret. Buat mahasiswa kawan2 kita sendiri di UI, buat mahasiswa lain (ya..bisa aja kan?), buat keseluruhan perbaikan bangsa ini, sedikit demi sedikit…pelan2. tapi nyata. Dan gak Cuma ngemeng aja kerjanya, tapi juga bersikap. Melakukan sesuatu dgn gaya kita, gaya mahasiswa, yang cerdas. Makanya, semua yang kita lakukan perlu pake landasan filosofis, latar belakang, ada teorinya, dan gak Cuma asal buat, tapi juga pake data yang valid, langkah2 yang realistis dan kreatif. Karena tindak gak akan pernah optimal tanpa dipikirkan dan ditalar sebelumnya. Iya kan?

Lagi2, aku memuji proses yang sudah kami lalui di KAGUI. Berdarah2 tapi mencerahkan. Semoga itu menjadi satu langkah nyata. Amin…

Yang kedua, konferensi bem se-indonesia.

Hhhffhh….helaan nafas (dalam hal ini, aku yakin sekali ivan ahda terutama, pasti bisa faham kenapa. Tyan, ai, dika, habibi juga pasti ngerti, he..piss lah bang!).

Awalnya, menyangka akan seperti kagui prosesnya. Mencoba membuang jauh2 stigma ttg konferensi bem si yang pernah kuikuti di masa yg lalu2 (stigmanya: haha. Isi sendiri)

Tapi udahlah, gak enak menuliskannya disini. Cukup tau aja.

Pertnyaannya, setelah sejauh ini,lalu?

mari kita berhenti sejenak

Sunday, March 30th, 2008

Diri ini kadang cukup memaksakan, sadarkah kau wahai kawan?

Mari kita berhenti sejenak, karena kita sudah relatif jauh berjalan dalam gerbong kehidupan. Harus ada waktu untuk sekedar berhenti. Bukan, bukan untuk beristirahat selamanya dan tidak produktif kembali, namun justru untuk melihat kebelakang, menelusuri stasiun-stasiun mana saja yang sudah kita lewati, melihat jejak-jejak yang sudah kita tinggalkan, mengevaluasi sejauh mana semua tindak dan sejarah itu tertoreh. Mana yang benar2 dapat dipertanggungjawabakan, mana yang kecelakaan, mana yang masih bisa kita perbaiki kemudian.

Kita terkadang terlalu lelah. Lelah karena terlalu banyak suara-suara memekakan telinga, sehinga tanpa sadar kita tak lagi mendengar suara2 hati. Padahal itu yang penting. Dalam satu mata kuliah kode etik di kampusku, hati nurani akan selalu memberikan suranya, kita suka atau tidak, catatannya, kita MAU mendengarkan. Namunkadang, suara memekakan itu terlalu dominan.

Kita terkdang terlalu lelah. Lelah karena rongrongan dari sekitar yang kadang terlalu menyita banyak perhatian kita. Mereka yang berbiicara seenaknya, menguarkan permintaan dan rongrongan tanpa ilmu, tanpa dasar, dan tanpa belas kasih. Lelah karena mereka tak juga kunjung faham akan keterbatasan yang kita miliki, yang manusiawi.

Kita secara sengaja melewatkan banyak sekali pemandangan indah. Bukan karena tak ingin melihat, namun karena memang tak sempat.

Jadi,mari kita berhenti sejenak. Disini! Saat ini!

Kita memerlukan waktu untuk sekedar melepas kepenatan hati, mencoba menajamkan kembali nurani. Kita memang membutuhkan saat-saat itu!

Saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang membunuh, rutinitas yang mereduksi kepekaan transendens kita, saat dimana kita ’tega’ melepaskan beban dakwah yang selama ini kita pikul dengan pundak kita yang semakin lelah..

Ini saatnya, kita bermain di telaga bening. Perhatikan kawan, wajahmu penuh keringat, peluhmu bercucuran, dan ragamu? Tak lagi terurus..

Lepaskan, lepaskan bebannya. Sejenak saja…percayalah. kita memang membutuhkan sat-saat itu!

Dan dalam istirahat kita, buka kembali peta perjalanan yang kita miliki. sudah berapa langkah kita buat? Akan berapa banyak lagi yang harus kita tempuh? Cukupkah perbekalan kita?. Perhatikan kawan, alam tempat kita bernaung ternyata sudah banyak berubah. Pentingkah kita membuat penyesuaian?

Ternyata, kita memang membutuhkan saat-saat itu! Saaat dimana diri melakukan self-talk. Memproyeksikan diri secara jujur dan menjadi lebih objektif dalam menilai.

Adakah yang masih menganggap bahwa berhenti sejenak adalah tabu? Adalah pertanda kemunduran, bahkan futur?

Entah kenapa, otakku mengatakan bahwa langkah terbaik didapat dari hasil perenungan dan timbangan antara keakuratan data, keyakinan hati, dan waktu yang mendukung. Dan bukankah waktu berhenti sejenak itu memberi kanal bagi semua fungsi jiwa raga untuk lebih optimal?

~Seorang heggy tidak pernah heran apabila melihat atau mendengar cerita tentang para pengemban amanah yang terkadang ”kabur”. Sesungguhnya, mereka yang dipersangkakan demikian tidak berniat kabur. Mereka (kami) hanya membutuhkan waktu untuk sendiri. Untuk kembali menata hati, menjaga keseimbangan kognisi, dan menunaikan kebutuhan dasar. Menarik nafas panjang.

Dan percayalah, mereka (kami) akan kembali. Membawa serta semua amunisi dan tidak lupa si idealisme terpuji.

~ tulisan ini ditujukan untuk Adhi, dahlia, dan Fio, plus semua anak pusgerak 2008 yang amat sangat kubanggakan (jie…).

Ps: heggy gak sepakat ma kata2 ”kerja cerdas, kerja keras, dan kerja ikhlas”. Trus kapan mainnya? Haahhh..payah! mending ditambahin juga tuh kalimat ”…dan bermain bebas!” hehe…piss ah!!

aku tahu rasanya

Sunday, March 30th, 2008

(sebelumya, Cuma mau kasi tau, tulisn kali ini amat abstrak, amat aneh kali ya?..dan amat personal, hehe…tapi gak apa, kalo mau baca, baca aja. Syapa tau jadi bisa ambil sesuatu)

Hari ini heggy nonton Oprah. Dan tebak, tentang apa? Hari ini topiknya tentang gangguan kejiwaan bipolar. Manic depresif, bukan begitu wahai anak2 psikologi?

Hmm…gw secara pribadi sebenernya gak gtu tertarik ma klinis dan psikologi atau pembahasan ttg gangguan kejiwaan. Tapi karena yang dibahas bukan Cuma penyakitnya, melainkan juga perasaan keluarga yang salah satu anggotanya menjadi penderitalah gw tertarik untuk tetap didepan tivi, anteng menyimak.

Ada satu kalimat yang berusah untuk gw ingat dari talk show Oprah tadi, tapi entah kenapa. Sekeras apapun gw mengingat, gw tetep lupa. Yang malah terngiang2 malah kalimat yang sepintas gw simak “ tak akan pernah menyerah dan berharap. Dan harapan itu bukan rencana”.

Hfh…tak akan pernah menyerah. Itu berat bung.

Kembali ke talk show tadi, ada satu istri dari penderita gangguan bipolar yang bercerita ‘betapa berat’kehidupannya. Anyway, mereka dah bersama selama 11 tahun. Si istri merasa bahwa dia gak pernah tau perasaan dan emosi si suami yang kadang2 naik turun, sangat cepat berubah, dan kadang bisa aja membahayakan jiwanya (dan anak2 mereka). Mendnegar cerita si istri tadi, tanpa bisa gw cegah, diri ini mengingat seoarang perempuan tangguh yang sudah lebih dari 21 tahun menjadi istri dari penderita gangguan jiwa tertentu. Geez..

Apa yang buat mereka begitu kuat bertahan dgn keadaan seambigu itu?

Pernah iseng satu kali nanya ma orang yang bersangkutan, dan tau apa jawabannya?

” heggy, cinta itu gak kenal waktu, dan gak liat kondisi”.

Cinta.

(Cinta emang Cuma bisa bikin susah!! Gak ada bagus2nya punya rasa cinta, gak ngasi kita kelegaan hati. Itu mungkin sebabnya, gw selalu berdoa jadi perempuan tanpa rasa cinta berlebih. Gak guna.

Tapi sayang, doa heggy gak Allah ijabah. Mungkin karena Allah tau, suatu hari gw akan butuh cinta. Untuk jadi cambuk, untuk jadi energi, ditujukan untuk semua makhluk maupun yang spesifik untuk orang tertentu)

Pernah kepikir gak, 11 tahun atau 21 tahun atau bahkan seumur hidupnya para perempuan hebat tadi gak akan pernah dapat suami mereka secara utuh, dan mereka tetap bertahan. Apa-apaan ini?!

Dulu, gw Cuma bisa menggeleng…gak ngerti. Terbuat dari apa sih hati perempuan2 itu? Tahan sekali mereka hidup dalam keguncangan psikologis, terancam kapan saja secara fisik (plis…orang2 dgnganggguan jiwa itu kan bisa timbul waham dan gangguannya kapan aja).

Tapi entah kenapa gw ngerti. Gw faham hari ini. Gw ngeh, bahwa ada banyakhal yang pertimbangannya gak Cuma pake akal aja. Ada pertimbangan konteks, nilai2 sosial dan mungkinyang terpenting: hati. Cinta-kah? Wallahualam.

Layaknya para perempuan2 hebat tadi yang belajar untuk menerima keadaan mereka. Agaknya gw juga bisa begitu. Belajar untuk menerima. Belajar lebih sabar.

Kembali teringat pd satu pertanyaan konyol dikala gw masih sma

”ma, masih ada harapan gak?”

”gak tau deh gy, tapi mama percaya kok, ini yang terbaik. Kalaupun gak dikasi sekarang, gak papa. Mungkin mama dah capek nunggunya. Tapi kita kan sudah terbiasa. Biar itu jadi kejutan aja”

~tulisanini untuk satu orang yang sudah mengajariku sabar dan cinta adalah dua term yang powerful sekali. Dan harapan? Itu memang harus ada. Jangan pernah pupus!.

Hmm…hidup memang harus berkompromi, termasuk dengan sang pemilik rencana. Wahai Allah, aku belajr berkompromi kok…

~ma, makasi ya…

fiuh, akhirnya bisa juga!!

Sunday, March 30th, 2008

Hari ini hari MInggu, minggu pagi yang biasa. Dan kalau buat orang2 pada umumnya hari dimana bisa bercengkrama dengan keluarga. He…

Ah…sudah berapa lama heggy gak kayak hari minggu ini. Diem dirumah. Dan tebak, apa yang gw lakukan? Gw melakukan hobi dan katarsis gw! Ah..akhirnya bisa juga!

Tahukah, heggy itu sejatinya amat tipe rumahan. Dan kalo udah diem di rumah, susah keluarnya. Di rumah, karena emang jadi satu2nya cewek (plus my mom) maka yang paling sering dan suka dilakuin adalah: beres-beres.hehehe…serius deh…

Dan hari minggu yang biasa ini, heggy kembali pada ’kebiasaan’ yang sudah ditinggalkan selama berbulan2. aku melakukan pekerjaan2 rumah tangga. Uhwaaaah…enaknya…Alhamdulilah…

Hehe..aneh ya? Tapi entah kenapa. Heggy ngerasa bahwa ini adalah satu nikmat. Nikmat waktu luang untuk melakukan pekerjaan2 yang biasanya tidak sempat dikerjakan karena setiap akhir pekan, adaaaa aja yang mesti dikerjain. Alhamdulillah…

Tadi hegy sempet lap kaca ruang tamu, lap kaca lemari depan dan lemari kaca ruang keluarga, nyapu dari ruang tengah, ruang tamu sampe ke beranda. Terus angkat2 sepatu ke rak sepatu, angkat2 cucian kotor ke (apa namanya sih?) kayak tempat naro cucian kotor gtu, dan tentunya pkerjaan yang amat kusukai (hehe..seriusan nih) ngepel!!. Meskipun ada alat pel yang bergagang panjang, enatah kenapa gw lebih memilih untuk  mengepel dnegan tangan gw sendiri dan dengan gaya merunduk2 (taulah ya.., jadi beneran dipel pake gaya konvensional), karena dengan begitu gw bisa merasakan bersihnya lantai dan megang lantai teraso yang dingin dan mengkilat itu (lantai rumah heggy bukan keramik, tapi granit teraso. Maklum, rumah jaman dulu. Dan dulu belom ada keramik. paling ubin, granit teraso, atau tanah. He.., Tapi jadi lebih adem lho…plus lebih repot ngerawat lantainya. Ini yang buat jadi nantang pas ngepel rumah).

Dan selalu, setiap selesai beresin rumah (beres ngepel, ganti taplak semua meja, atur2 bunga di beranda, bersihin asbak, bawa beberapa pot kedalam rumah, pasang karpet, dll) ada perasaan puaaaaas bgt. Rumah jadi beres, rapi, dan nyaman untuk ditinggali. Dan, pasti jadi lebih nyaman untuk adek2 hg belajar, untuk buat mama koreksi tugas2 dari sekolahnya lebih tenang, buat papa jadi lebih nyenyak tidur. Dan buat heggy? Ah..gw sih gak penting. Ngeliat mereka seneng aja gw dah lebih dari cukup ^^.

Dan setelah puas memandang hasilkarya gw hari ini, gw melakukan hal biasa lainnya. Makan coklat, makan momogi, seduh nutrisari, sambil dnegerin lagu2 pop indonesia yang bahkan gw ga tau sempet ada, hehehe…anyway, makan momogi-nya dibagi dua ma papa. Ternyata papa heggy suka! He…

Subhanallah…hari ini heggy seneng bgt.

Rumah beres (oh iya, saat ngerjain semua kerjaan rumah ini. Dua adek heggy dan mama lagi pergi. Yang dirumah Cuma ada hegy ma papa. Jadilah ini kejutan buat mama pas beliau pulang. Aih heggy…), sms dan telfon jarang masuk ke hp (alhamdulillah…minggu ini tenang sekali. ), dan heggy bisa baca buku2 yang dah lama dianggurin. Tapi kebahagiaan terbesarnya belum terjadi. Rumah belum lengkap kalo mama dan dua begundal itu belum pulang. Gak sabar nunggu mereka pulang..(abisnya, kalo hari2 biasa. Kami sekeluarga jarang bgt ketemu, jadwalnya gak match.heu..)

Allah tuh baik bgt…

Memasukkan rasa manis dan bahagia ke hati hamba-Nya dengan hal2 sederhana. Makasih ya Allah…Engkau memang selalu bs dipegang janji-Nya. Kau baiiiiik sekali.

Ayo heggy, syukur nikmat!

Semoga nikmat waktu luang ini bisa terus hamba dapatkan, dan hamba pergunakan dnegan baik. Amin.

Yang lain gimana? sudahkah hal2 kecil membuatmu tersenyum hari ini?

Ps: oh iya, makasi ya Allah udah kasih hujan hari ini. Setelah capek ngepel, jadi ngantuk. Tidur siang dulu, biar tar malem bisa ketemu lagi, amin.

Kami berbahasa tanpa kata…

Sunday, March 30th, 2008

mm…semua orang didunia ini pasti punya orag yang bener2 match dan ngerti kita secara pribadi (baik itu sisi afektif maupun kognitif). Beruntung bgt heggy dah nemu satu orang yang kayak gtu. Dari dulu, untuk soal komunikasi heggy secara pribadi jarang kesulitan. Secara verbal, gw punya kemampuan yang gak buruk2 amat. Tapi enatah kenapa, kadang ngerasa amat abstrak dan polapikir heggy jarang ada yang bisa nangkep dgn benar. Entah itu kendala pembahasaan, perbedaan angle berpikir, atau justru karena gw yang terlalu jauh membuat premis2 sehingga sulit diambil ergo-nya.

Berpikir bahwa apa yang kita pikirkan dankita keluarkan harus selalu dimnegertioleh orang lain kadang membuat sedikit frustrasi (terutama untuk anak2 random). Sulit kadang rasanya membuat segalanya beralur dan runut. Untuk anak2 random, semua ide berlompatan dikepala, dan jujur, susah bgt untuk membuatnya teratur. Maka, tidak heran heggy kadang kalo bicara hanya sedikit orang yang mampu ambil intinya. Karena semua kadang terlalu samar dan terlalu blur untuk ditangkap secara eksplisit (kayak tulisan ini aja, pikiran gw dah sampe konklusi, tapi tangan masih nulis premabul. Dah gtu salah pula preambul-nya.hehehe.,.).

Hanya sedikit orang yang bisa “faham” dgn apa yang ada dalam pikiran heggy. Lucunya, begitu nemu orang kayak gtu, gw jadi bingung sendiri. Sebutlah, Ivan ahda misalnya. He….entah kenapa. Dgn ivan kadang hg ngerasa gak perlu bicara. udah pernah ditulis diblog sebelumnya bahwa komunikasi hg dan ivan itu aneh. Gak pake kalimat. Tapi cukup kode, anggukan kepala, gelengan, isyarat mata (hayah), atau kalaupun harus ada kata, itu gak harus kalimat sempurna. Cukup frase atau kata kuncinya aja. Berada dalam satu forum dgn ivan ahda, kadang gw ngerasa aman. Karena apa yang da dalam kepala ivan bisa mewakili semua (diulang, hamper semua) yang juga ada dikepala heggy. Haha…menyebalkan!!!. Ivan itu membuat gw mati gaya, mati kutu, dan mati langkah, tapi gak tau kenapa. Kalo ada dia, gw ngerasa bahwa keadaan akan baik2 saja. Dia adalah pengejwantahan kata2 yang gw gak bisa keluarkan. Bukan hanya karena retorikanya baik, atau argumentasinya kuat. Bukan, bukan Cuma itu, tapi karena ivan emang punya line (apa ya bahasanya, kaka ngertilah ya maksud heggy?), punya predisposisi yang hampir sama. Background organisasi, cara pandang, dan ‘kebandelan2’ yang disengaja dipelihara. Itu semua tuh ada. Ivan punya, gw juga. Meskipun dgn kadar yang pastinya beda.

Heggy lagi gak nyama2 in diri ma ivan (ih…mau bgt kan?!), Cuma lagi sedikit merunut aja, kenapa jadi kayak gini ya? Kenapa baru sekarang2 ngerasa kalo bocah itu bener2 ada. Beneran REAL. Dan baru sekarang ngeh, kalo keberadaannya istimewa bgt (hayo…jgn mikir macem2. tnang….gw ma ivan mah gelombangnya terlalu sama. Jadi gak bakalan deh.hehehe..piss kak!!).

Satu frekuensi. Mungkin itu kata yangpas. Ivan ahda, sering sekali kita satu frekuensi, meskipun gak jarang kita melihat dari perspektif yang beda. Tapi itu ga mengurangi persamaan2 yang sebenernya ada. Malah makin memperkaya spektrum belajar.

Beruntung sekali aku bisa menuliskanmu seringan ini kak (faham-lah ya…hehe), gak diberatin ma variabel2 lain selain respek yang tulus dan tinggi. Baik bgt Allah kasih heggy kesempatan ketemu ma kaka dalam satu periode waktu heggy di dunia. Banyak yang bisa hg ambil dan jadikan pelajaran dari semua interaksi (kaka-hg, kaka-orang lain, atau kaka-institusi lain, hehehe…). Bersyukur sekali, sempat bertemu dengan manusia seabstrak dan se-simpel (tapi amat kompleks) dikau wahai bocil.

Semoga Allah berikan yang terbaik untukmu saudara besarku.

~heggy yang sering bgt ivan ‘tampar’ dan intrik.he…tapi gw kadang gak keberatan. Asal jgn kebangetan aja. Huhu,,,

Ps: makasi loh untuk back up di konferensi, terbukti kan? Kami memang cupu!!!!haaahhhh…

bang, mbak, buat kalian nih

Sunday, March 30th, 2008

Sebagai seorang calon psikolog, heggy harus terus bisa meyakinkan diri bahwa keterlibatan emosi dalam masalah client adalah hal yang tidak diperbolehkan. Memang, psikolog itu hanya manusia biasa…sekali waktu pasti akan ada masanya emosi, afeksi terlibat dalam proses-proses bersama client.

Terkadang, heggy berpikir bahwa semua yang heggy temui diluar adalah juga client. Dan tentunya, prinsip tidak-terikat-secara-emosional juga (seharusnya) heggy terapkan pada semua yang heggy temui.

Pertanyaannya, benarkah seharusnya seperti itu?

Batasannya seperti apa?

Apa itu tidak-terikat-secara-emosional?

Apa bisa heggy seperti itu?

Heggy yang asli (mengutip kata-kata Lia) adalah orang yang terlalu-memakai-hati. Mungkin bener…

Pada beberapa client (tidak disebut namanya, karena ini juga prinsip. Kerahasiaan adalah mutlak), keterlibatan emosi itu amat kental terasa. Bahkan setelah putus masa ’bersama’nya. Bahkan emosi itu bisa tersulut sedemikian hebat hanya dengan sedikit stimulus. Hegy pernah baca tulisan seorang client (jika bisa dibilang begitu) dalam sebuah blog-nya…dan tanpa bisa dicegah, tulisan itu menstimulus heggy untuk bercerita. tulisan ini akan bercerita ttg mereka; dua orang clientku…

Potongan tulisan satu client heggy:

Tapi..

Mengapa aku tak juga pergi??

Nyatanya aku masih di sini..

Masih tunduk pada hati…”

Tulisan selanjutnya, mungkin akan membahas tentang client ini. Potongan tulisan diatas adalah potongan puisinya yang secara sengaja diberikan oleh seorang client yang lain (yang tidak secara kebetulan,mereka berdua adalah client tetapku dahulu), yang memang juga berelasi dengan client pertama. Melihat mereka berdua, hatiku tanpa bisa dicegah teriris-iris, andai saja..andai saja…ah sudahlah Heggy! Kau terlalu ikut campur…

Hatiku saja hancur melihat dan menjadi salah satu saksi perjuangan cinta mereka. Bagaimana mereka tidak?

Heggy yang gak peka ini ternyata bisa juga terharu demi mendengar dan melihat dua orang memperjuangkan cinta  mereka dengan layak…

Sayang, setelah mereka berjuang begitu hebat…Allah sang penentu memilihkan takdir yang berbeda…mereka tidak berjodoh..tidak di dunia mungkin. Atau, waktu belum membantu? Semoga masih ada waktu…

Cuma ini, yang bisa heggy kasih untuk kalian berdua…

Dua orang yang begitu tunduk pada takdir…

Dua orang yang begitu hebat telah menundukkan hatinya…hanya untuk mencari keridhaan Allah saja…rela meninggalkan semua (semua) yang mereka ingini.

Kalau dalam sebuah proses pendampingan, fasilitator memberikan banyak hal pada orang2 yang didampinginya..maka kali ini, biarlah aku berhutang pada kalian berdua…

Kalian yang sudah begitu baik,menjadikan diri kalian Qudwah hasanah untukku, menjadi salah satu suluhku yang paling terang saat cinta sudah begitu gelap mata menuntun.

Mbak…jazakillah ya untuk satu malam dirumahmu..melihat sisi lain dari seorang akhwat tercadas yang pernah aku temui. Untuk satu malam yang selama kita tidur, tangan mbak gak lepas genggam tangan aku. Untuk satu malam menumpahkan semua gulana dan asa itu dengan teramat jujur…untuk sudah tunduk pada keputusan sang Pemilik Cinta meskipun lukanya tak pernah kering (its hard…right?). mbakku…perih sekali melihat senyummu

Waktu akan menyembuhkan…dan menggantinya dengan kedewasaan, pemahaman dan kenangan manis. Ya mbak?

Abang…jazakallah ya..*speechless*, untuk semua ketegaran berlapis yang kau berikanpada ribuan orang diluar sana. Dan menyisakan ruang paling pribadi terbuka untukku (spesial untukku. Aih..ge er betul heggy ini.). Untuk semua permintaan2 anehmu yang sangat psikologis sekali (hehe..), untuk tangisnya yang sudah kuduga akan pecah saat membaca reccomendation letter (iya kan?), untuk sudah tunduk pada keputusan sang Pemilik Cinta meskipun lukanya tak pernah kering (its hard…right?). abangku…tak tega aku melihat bulir air mata itu..

Waktu akan menyembuhkan…dan menggantinya dengan kedewasaan, pemahaman dan kenangan manis. Ya bang?

~aku yang…(sudahlah..tak penting menuliskan sisanya)

~oh iya, dibawah tulisan in, aku pun menuliskan satu tulisan berjudul ”aku masih disini”. Itu bukan ceritaku sejatinya, tapi itu tulisan kalian. Untuk kalian…n_n

“masih disini” itu bukan ttg heggy

Tuesday, March 25th, 2008

asw. bang, masih disini itu bukan buat heggy.

tapi justru karena kalian (abang ngerti-lah…)

itu terinspirasi dari blog mbak.hehehe…abang jgn marah ya

feel free to be free!!

Tuesday, March 18th, 2008

asw.

hei kau sahabat lawas, maafkan aku jika tulisan2ku membuat mu sedih dan sedikit miris. gak pernah maksud bgitu kok. ini juga hanya sekedar luapan pikiran yg agak emosional. dan sekedar pengingat gw suatu saat bahwa gw pernh bgitu ‘rese’ dan kaku!hehe..

santai yan, gak ada yg salah kok. dirimu hanya berada dalam satu periode waktu yang tidakbegituemndukung plus sistem yang juga belum kondusif. semoga mimpi2 itu akan terwujud. perlahan..tapi pasti. dan emang harus dimulai. cuma ya kita harus liat kesiapan orang kali ya?!.

gw juga disini sekarang berusaha utnuk tetap konsisten dgn apa yg udah dirancang dari awal. berusaha untuk tetap mendengarkanorang lain, tapi juga mencoba emahamkan pada semua yang ‘peduli’ bahwa apa yg sedang dikerjakan oleh pusgerak adalah satu hal yang mesti difahami secaRA holistik. intinya emang dipembahasan, metode yang digunakan dan will yang gak putus2 kudu tetep diri’ayah (dipupuk, di maintain).

besides, gw-nya juga punya PR pribadi, utnuk tetep membebaskan setiap insan berpikir terbuka (ataupun tertutup) ttg ini smua, dan pikiran gw juga tentunya!plus menjaga agar apa yg dah digagas dgn baik (gerakan2 kultural untuk berpikir kritis, mau diskusi, rajin nulis dan sharing berita, jujur berpendapat, dan konkret bergerakmeskipunsedikiiiit aja) gak tereduksi dan malah membuka peluang dogma dan doktrin baru muncul.

we just have to feel free.

maksi dah ajak gw bicara. mungkin kita bertiga (tyan, ivan, dan heggy) emang mesti banyak2 taurist bareng. kita punya line yang sama, diikat pada kegelisahan yang mungkin juga sama. hanya, kita punya gaya pengungkapan yang beda2. kita sadari itu. sekarang mungkin saatnya untuk gw (gw) bisa memberikan ‘pelajaran’ pada semua orang yang sudah peduli (geez..gw merasa bersalah sekrang). bahwa substansi tidak akan tereduksi (begitu saja) hanya karena perubahan pada bentuk dan bungkus penyampaian. dan sekarang juga mungkin saatnya untuk kita (kita) belajar untuk lebih humble…

makasi ya Tyan..makasi ka ivan.

~heggy, yg emang bukan kalian. dan gak pernah mau berubah untuk jd syapapun. tapi kalian mengispirasiku(mau gak mau,hehehe).

THANX!

untuk inka

Monday, March 17th, 2008

asw.

hai…kita dah lama ya gak ketemu. kangen ma obrolan2 kita. cepet sembuh napa bu?

kelapa gadign jauhnya ampun sih ka!! dn gw loe tau ndiri, cupu bgt soal jalan2 jakarta. apa gw nginep aja dirumah loe?hehehe…

cepet sembuh ya…

setelah semua ini. lalu?

Monday, March 17th, 2008

bukannya mau ngungkit2 kagui. gak..tapi karena konferensi aneh tapi gw salut itulah blog kali ini gw buat.

taukah kawan, bahwa heggy adalahj seorang petualang.

mulai dari yg sangat heggy-sangat tidka heggy pernah ku ‘rambah’.

kita mulai dari kerjan dan aktivitas.

ada yg tau surveyor? pernah jadi? kalo loe bilang itu capek. itu bener bgt!!itu pekerjaan kuli abis!!tapi percayalah..gw pernah mersakannya hanya karena gw penasaran apa itu ’surveyor’.

pernah mentoring? mulai dari jadi mentee ==> mentor sampe murabbi. gw pernah (dan insya Allah untuk yg ini mah konsisten. secara, gerakan kultural positif niy)

suka kerja dgn buku2 thok. dan gak usah ketemuan ma orang? ohh..santai saja, menjadi pustakawan juga sudah kulakoni

ada yang penasaran ttg orang jepang dan mahasiswa2 asing di UI, dan ngobrol ma mereka? atau ada yg pernah kerja magang di rektorat (intenational office) dan langsung dikasi proyek buat buku beasiswa? Alhamdulillah..sudah!!

kegiatan klerikal (gunting, nempel, ngehias). lewat humania

kajian, diskusi, nulis, dan lobi politik, plus mikir buat bikin buffer? pusgerak

turun lapangan ke aceh, pangandaran, ke community development, liat rumah belajar, dan jalan2 ke tempat banjir. please…itu mah sosmas gw kemarin!!

apa lagi? oh, jadi volunteer dan ketemu ma anak2 seru. afs jawabannya

ketemu ma anak2 dari ujung aceh sampe ujung jawa. LKMM BKKBN

nambah wawasan dan tau ttg serius dari kompetisi. mapres psiko

dan seabreg lainnya (yg dilakukan underground?hehehe)

tp kenapa gw selalu merasa kurang..merasa masih sedikit wajah dunia yang gw liat.

gw masih cupu!!harus gimana gw?

harus lari kemana gw?