lagi2..setelah sejauh ini, lalu?
Sunday, March 30th, 2008
Ada yang lucu terjadi selama kurun waktu 2 minggu ini. Dua hal besar terjadi, dan itu ada dalam jangkauan dan tanggung jawabku sebagai seorang ‘pekerja’.
Yang pertama, konferensi aktivis gerakan se-ui. Secara teknis, Berjalan dengan tidak terlalu lancar memang. Dalam artian, ada sedikit kericuhan terkait local wisdom satu fakultas yang ‘dilanggar’. Selain itu, aku dan rekan2ku dikritik secara langsung oleh penyelenggara acaranya terkait komunikasi antara kami yang memang kurang, dan beberapa evaluasi teknis lainnya. Tapi tahukah? Aku mendapatkan beberapa hal berharga yang kucari dan kami usahakan tercapai. Contoh? Sekarang semua bisa berbicara dengan lebih lega tentang keadaan fakultas masing2, semua (hampir) lebih diikat dan harus lebih bertanggung jawab dengan apa yang sudah kami putuskan bersama dalam konferensi itu, sekarang semua mendapat distribusi amanah dan harus lebih mandiri (juga lebih cerdas) dengan tidak hanya mengekor bem ui. Dan aku percaya sekali bahwa kami yang masih belajar mencari bentuk ini akan bisa melakukannya (dengan tentu saja bahwa keyakinan emosional ini juga ditopang dnegan perangkat lainnya yang lebih menjamin. Badan pengawas misalnya seperti yang kholid, habibie fh dan pusgerak pernah wacanakan). Diakhir konferensi itu, aku dan juga mungkin semua (sebagian besar) peserta setidaknya tercerahkan dengan keadaan kami (mahasiswa, gerakan mahasiswa tepatnya) yang memang menyedihkan: menganggap diri besar, heroik, terorganisir, dan pasti bisa jika yakin. Tentu saja itu benar, tapi bukankah ketika semua hanya berujung pada anggapan dan persepsi yang terbentuk (ketidaksaran kolektif kalau kita mau mengutip kata2 Jung), maka kita akan cenderung manja dan tidak terstimulus lebih untuk melecut diri menjadi lebih baik. Kami menjadi lebih objektif memandang diri kami sendiri. mencoba jujur dan merefleksi diri kami dengan lebih berani. Karena pada kenyataannya, semua dinamika negatif (kurang didengar dan diperhatikan oleh teman2 mahasiswa di ui, tidak terakarkannya tujuan gerakan mahasiswa yang sebenarnya baik, kurang tersosialisasikannya beragam bentuk dan implementasi dari fungsi gerakan sosial mahasiswa, dsb) yang ada memang menampilkan cacat yang harus diperbaiki.
Selama ini, disadari ataupun tidak, apa2 yang mahasiswa (boleh gak ya kalopake kata aktivis gerakan?hehe) lakukan memang masih cenderung ’langitan’. Bawanya isu2 elit mlulu, padahal, dikampus sendri masih banyak hal lain yang masih lebih bisa disikapi danlebih konkret mengena. Advokasi beasiswa, advokasi pedagang2 di kukel misalnya, atau mencoba bikin waste management project?, atau GKFM minta kita tambahin unit psikologinya untuk mahasiswa, bisa kan?.
Ya, selainitu memang mesti juga jadi pengingatnya pemerintah, jadi ’pembela’ kepentingan rakyat banyak. Ya iya atuh…itu bentuk terima kasih yang nyata sama rakyat. Karena ternyata, hg bisa kuliah di UI dan bayar 1,3 persemster itu juga karena disubsidi ma rakyat. Duh….hutangku ma kalian semua banyak sekali…tapi aku bahkan masih terbata2 membantu kalian saudara2ku…maafkan….
Banyak sekali ternyata yang bisa kita lakukan ya? Banyak hal yang bisa kita buat untuk membuat yang lain bernafas lebih lega. Hehe…jadi curhatan pribadi nih. Karena menurut penulis pribadi, keterlibatan penulis disini (dalam gerakan, atau apalah namanya) sebenernya Cuma pengen bs buat orang bernafas lebih lega, dengan membuat sedikiiiiit aja perubahan positif.
Dan KAGUI (konf aktivisgrakan se-ui) mencoba meretas jalan itu. Mencoba untuk sedikiiiiiit aja bisa bener2 buat satu hal nyata dan konkret. Buat mahasiswa kawan2 kita sendiri di UI, buat mahasiswa lain (ya..bisa aja kan?), buat keseluruhan perbaikan bangsa ini, sedikit demi sedikit…pelan2. tapi nyata. Dan gak Cuma ngemeng aja kerjanya, tapi juga bersikap. Melakukan sesuatu dgn gaya kita, gaya mahasiswa, yang cerdas. Makanya, semua yang kita lakukan perlu pake landasan filosofis, latar belakang, ada teorinya, dan gak Cuma asal buat, tapi juga pake data yang valid, langkah2 yang realistis dan kreatif. Karena tindak gak akan pernah optimal tanpa dipikirkan dan ditalar sebelumnya. Iya kan?
Lagi2, aku memuji proses yang sudah kami lalui di KAGUI. Berdarah2 tapi mencerahkan. Semoga itu menjadi satu langkah nyata. Amin…
Yang kedua, konferensi bem se-indonesia.
Hhhffhh….helaan nafas (dalam hal ini, aku yakin sekali ivan ahda terutama, pasti bisa faham kenapa. Tyan, ai, dika, habibi juga pasti ngerti, he..piss lah bang!).
Awalnya, menyangka akan seperti kagui prosesnya. Mencoba membuang jauh2 stigma ttg konferensi bem si yang pernah kuikuti di masa yg lalu2 (stigmanya: haha. Isi sendiri)
Tapi udahlah, gak enak menuliskannya disini. Cukup tau aja.
Pertnyaannya, setelah sejauh ini,lalu?