Kami berbahasa tanpa kata…

mm…semua orang didunia ini pasti punya orag yang bener2 match dan ngerti kita secara pribadi (baik itu sisi afektif maupun kognitif). Beruntung bgt heggy dah nemu satu orang yang kayak gtu. Dari dulu, untuk soal komunikasi heggy secara pribadi jarang kesulitan. Secara verbal, gw punya kemampuan yang gak buruk2 amat. Tapi enatah kenapa, kadang ngerasa amat abstrak dan polapikir heggy jarang ada yang bisa nangkep dgn benar. Entah itu kendala pembahasaan, perbedaan angle berpikir, atau justru karena gw yang terlalu jauh membuat premis2 sehingga sulit diambil ergo-nya.

Berpikir bahwa apa yang kita pikirkan dankita keluarkan harus selalu dimnegertioleh orang lain kadang membuat sedikit frustrasi (terutama untuk anak2 random). Sulit kadang rasanya membuat segalanya beralur dan runut. Untuk anak2 random, semua ide berlompatan dikepala, dan jujur, susah bgt untuk membuatnya teratur. Maka, tidak heran heggy kadang kalo bicara hanya sedikit orang yang mampu ambil intinya. Karena semua kadang terlalu samar dan terlalu blur untuk ditangkap secara eksplisit (kayak tulisan ini aja, pikiran gw dah sampe konklusi, tapi tangan masih nulis premabul. Dah gtu salah pula preambul-nya.hehehe.,.).

Hanya sedikit orang yang bisa “faham” dgn apa yang ada dalam pikiran heggy. Lucunya, begitu nemu orang kayak gtu, gw jadi bingung sendiri. Sebutlah, Ivan ahda misalnya. He….entah kenapa. Dgn ivan kadang hg ngerasa gak perlu bicara. udah pernah ditulis diblog sebelumnya bahwa komunikasi hg dan ivan itu aneh. Gak pake kalimat. Tapi cukup kode, anggukan kepala, gelengan, isyarat mata (hayah), atau kalaupun harus ada kata, itu gak harus kalimat sempurna. Cukup frase atau kata kuncinya aja. Berada dalam satu forum dgn ivan ahda, kadang gw ngerasa aman. Karena apa yang da dalam kepala ivan bisa mewakili semua (diulang, hamper semua) yang juga ada dikepala heggy. Haha…menyebalkan!!!. Ivan itu membuat gw mati gaya, mati kutu, dan mati langkah, tapi gak tau kenapa. Kalo ada dia, gw ngerasa bahwa keadaan akan baik2 saja. Dia adalah pengejwantahan kata2 yang gw gak bisa keluarkan. Bukan hanya karena retorikanya baik, atau argumentasinya kuat. Bukan, bukan Cuma itu, tapi karena ivan emang punya line (apa ya bahasanya, kaka ngertilah ya maksud heggy?), punya predisposisi yang hampir sama. Background organisasi, cara pandang, dan ‘kebandelan2’ yang disengaja dipelihara. Itu semua tuh ada. Ivan punya, gw juga. Meskipun dgn kadar yang pastinya beda.

Heggy lagi gak nyama2 in diri ma ivan (ih…mau bgt kan?!), Cuma lagi sedikit merunut aja, kenapa jadi kayak gini ya? Kenapa baru sekarang2 ngerasa kalo bocah itu bener2 ada. Beneran REAL. Dan baru sekarang ngeh, kalo keberadaannya istimewa bgt (hayo…jgn mikir macem2. tnang….gw ma ivan mah gelombangnya terlalu sama. Jadi gak bakalan deh.hehehe..piss kak!!).

Satu frekuensi. Mungkin itu kata yangpas. Ivan ahda, sering sekali kita satu frekuensi, meskipun gak jarang kita melihat dari perspektif yang beda. Tapi itu ga mengurangi persamaan2 yang sebenernya ada. Malah makin memperkaya spektrum belajar.

Beruntung sekali aku bisa menuliskanmu seringan ini kak (faham-lah ya…hehe), gak diberatin ma variabel2 lain selain respek yang tulus dan tinggi. Baik bgt Allah kasih heggy kesempatan ketemu ma kaka dalam satu periode waktu heggy di dunia. Banyak yang bisa hg ambil dan jadikan pelajaran dari semua interaksi (kaka-hg, kaka-orang lain, atau kaka-institusi lain, hehehe…). Bersyukur sekali, sempat bertemu dengan manusia seabstrak dan se-simpel (tapi amat kompleks) dikau wahai bocil.

Semoga Allah berikan yang terbaik untukmu saudara besarku.

~heggy yang sering bgt ivan ‘tampar’ dan intrik.he…tapi gw kadang gak keberatan. Asal jgn kebangetan aja. Huhu,,,

Ps: makasi loh untuk back up di konferensi, terbukti kan? Kami memang cupu!!!!haaahhhh…

Leave a Reply