Archive for March, 2008

ngaku aja Gy…

Monday, March 17th, 2008

ga  nyangka, mesti sekarang dan dgn subjek yg menurut gw aneh bgt!!

plis…gak bole kalah Gy!

ah, bentar lagi juga loe ngaku deh..loe kan agak2 oon untuk masalah satu ini. ya tho? kau harus banyak belajar mungkin…’

gy, kembali ke jalur dong…udah kejauhan niy!!malu gy!!

aaanngg….Allah bantu

no title fo this one

Wednesday, March 12th, 2008

untuk cune: heggy baik2 aja kok…dont worry neng. hehehe…

cuma butuh didoakan banyak2

utopia

Sunday, March 9th, 2008

Kadang (hg seneng bgt pake kata kadang), tabir antara bodoh, naif, dan utopis tuh tipis ya? Orang naïf seringkali dicap bodoh, ide-idenya dianggap utopis. Orang bodoh, lebih parah lagi. Mereka yg digolongkan begitu dianggap sebagai sebuah kenaifan yg hidup. Utopis? Kalo yg ini mungkin paling malang. Sadar ga saadar, mungkin sebagain diri kita adalah naïf dan bahkan utopis. Pernah gak merasa amat begitu “gak mungkin akan begitu”. Contoh kecil, tiap kali pulang naik kereta ekonomi dan gw sendiri, gw bisa nangis klo liat ada pengemis. Setelah kasih receh, trus apa? Cuma bs diem. Saat itu, yg dilakuin Cuma berdoa biar bisa jadiorang paling kaya (gak usah paling juga ga papa deh), dan gw bakal buat semua org yg gw temuin bisa senyum, dan hidup mereka jadi lebh baik. Dulu, pernah gw pulang bareng ma patrya, saat itu ujan. Hg sih enak, di mobil. Gak keujanan, anget, dan udah makan. Trus pas lewat pajajaran,ngeliat banyak bgt ojek payung. Mereka keujanan. Saat itu, Cuma bisa bilang ma patrya, ” gw mau jadi orang kaya, biar nanti pas gw kaya dan gw lewat satu jalan. Mereka (pengemis, ojek payyung, dll) bisa gw kasih kerjaan dan punya hidup yg baik ” Mungkin anak FE akan ketawa ngedenger itu, tp buat gw itu serius. Atau contoh lain deh, pernah gak berikrar jadi sahbat yang akan selalu setia? Jadi peneman di suka duka sahabat kita itu? Kadang, klo mikirin kata2 ” janji, bakal jadi sahabat setia selamanya, semua ocehan penting dan gak penting loe akan gw dengarkan”. Is that true? Kadang, mikir. Betapa mudahnya itu keluar dari mulut…tp kenapa sih gak berpikir bahwa itu tuh susah lho dijadiin nyata? Ada ygharus dikasih dan dituker dgn smua itu. Menjadi utopis, kenapa org2 begitu sedih klo ada yg bilang diri mereka utopis? Emang dosa ya? Heran. Padahal tuh orang seneng dibilang utopis. Emang sih…jAuh panggang dari api. Tp apa itu gak bisa diartikan sebagai sebuah bentuk mimpi yg dikejar (optimis) ketimbang kita medefiniskannya sebagai sebuah sikap yg infantil?!. Disini, paradigma berpikir yg berkembang… Karena hg anak psiko mungkin, jadi gak terlalu bs membagi hitam putih. Akan selalau ada domain yg debatable dan gak saklek. Pun begitu dgn hal dan manusia2 utopis.

Entah kenapa, heggy selalu suka dgn orang2 utopis. (ya,mungkin kita emang kudu tetep gerak. Tp inibeda konteks). Kita kan kumpulan cita2…bkn robot mekanis yg dah diprogram dengan sedemikian kompleks. Gak wajar rasanya kalo hanya jadi manusia dgn standar mutu bukan manusia. Dan apakah jadi manusia berarti menjadi utopis? Hmm..gak juga. Tp kita emang bukan pedagogis lagi kan? Semua andragogi. Dan menjadi seorang ”andra” adalah menjdi dewasa. Tapi, menjadi dewasa bukan hanya menjadi realistis dgn konteks dan keadaan yg ada. Tp juga menciptakan kemungkinan dari hal2 tidak mungkin sekalipun… Semua berputar kayak siklus.

Tetaplah menjadi utopia hei kawan. Energi dari sikap lemahmu adalah kehancuran, bahkan kita membatasi diri kita untuk bermimpi. Mimpi tuhgak dosa kok. Itu satu cara untuk punya targetan hidup yg jelas. Bukankah Rasul pun tadinya punya banyak sekali hal ”utopis”? Dan dia jadiin semua nyata. Tutup aja telinga, dan jalan terus !!! ! ~

~dedicated for me (he…gak ding ! ), untuk smua yg lagi lari dan tutup telinga. Klo emang ngerasa bener. Jalan aja… Sesekali buka sumbat telinganya, biar tetep objektif mendengar.

Hei, Selamat Hari Perempuan!

Sunday, March 9th, 2008

            Hari ini, 8 Maret. Ada yang tau hari apa (bukan cuma hari Sabtu lho)? buat yang tau ini Hari Perempuan sedunia, yup! Kamu benar!!, tapi kayaknya masih ada ya yang gak tau kalo tanggal 8 Maret itu Hari Perempuan. Hm…mumpung ada momennya, seru juga kali ya kalo kita mencermati apa-apa aja sih yang udah kita lakukan (sebagai perempuan) setelah selama ini terlahir dan terberi dengan gender perempuan. Sebagai perempuan, tentunya banyak yang bisa kita lakukan. Kalau jadul (jaman dulu) perempuan tuh identik dengan idiom : sumur; dapur; tempat tidur, sekarang pasti itu semua udah berubah (atau..masih ada yang berpikir begitu?hmm…). sumur,dapur dan tempat tidur itukan merujuk ruang domestik, yaitu rumah. Tapi apa bener, perempuan itu emang ’jatah dari sononya’ cuma boleh ngurusi hal-hal yang berbau domestik alias lokal? Duuh.. lingkup terbatas amat !?. Terus, apa bener kalo laki-laki itu justru berada di kontinum sebaliknya dengan perempuan, mereka punya previlage lebih untuk mengurusi ranah publik, dan bersinggungan dengan segala hal yang cakupannya lebih luas, lebih njelimet, dan lebih segalanya (hayo…contohnya apa coba?).

            Waah…kalau masih ada yang berpikir kayak gitu hari gini, sayang juga ya. Kita liat lebih jeli yuk. Mulai dari lingkup terkecil kita aja deh. Rumah misalnya. Apa iya, sekarang ibu-ibu kita murni ngurusi rumah aja? Kayaknya nggak deh!. Tanpa menegasikan adanya ibu rumah tangga (thanx mom!), pasti ada dong ibu-ibu yang berkarier di luar, menjadi bagian dari dinamisnya kehidupan dalam lingkup lebih luas, dan kalo mau nulisnya jadi lebih heroik, kita bisa sebut mereka sebagai Super Mom!hehehe…

            Di zaman ini, mungkin tinggal hanya tinggal sedikit orang yang masih menegasikan keterlibatan perempuan dalam segala aspek hidup (pengalaman pribadi penulis nih). Padahal, udha jelas banget banyak contohnya, mulai dari tukang sayur, Supir Bus TransJakarta, Pilot, Astronot, Insinyur, Presiden (patut bangga nih, meskipun baru sekali dan gak bisa dibilang sukses-sukses amat kinerjanya. Hehe..piss bu!), Dai’ah, tukang ojek, sampe Ketua LBH, itu tuh pernah (dan ada yang sedang) dipegang sama perempuan. Jadi Koordinator Pusat Kajian dan Studi Gerakan BEM UI juga ada, huhhuhu..(lokal bgt!), oh iya, saat tulisan ini dibuat ada 2 perempuan yang lagi maju jadi Ketua BEM Fakultas lho! Bravo!. Nah, dari contoh-contoh yang udah ditulis, ketauan kan kalo ternyata perempuan tuh bisa juga berkontribusi optimal dalam kehidupan yang lebih kompleks. Mitos tuh kalo ada yang bilang perempuan mah main-nya di rumah aja!deu…jadul amat!. Sekarang, perempuan dituntut untuk lebih maju, lebih melecut diri untuk bisa equal dengan apa yang menurutnya gak sama (laki-laki? Ya emang gak sama!tapi kan setara…n_n), jangan Cuma bisa berkoar-koar dan ambegan kalo diperlakukan gak adil. Just prove it kalo kita nih sebagai perempuan,emang bisa melakukan hal yang sama baiknya dengan laki-laki disegala aspek kehidupan, bahkan buktiin kalo kita tuh lebih baik!. Ada fakta narsis tentang ini, dalam satu perkuliahan (kuliah Anak Berbakat di fakultas Psikologi), ada teman kuliah penulis yang bertanya ma Bu Dosen, ”Bu, anak berbakat itu dapet turunan gen positif dari siapa ya? Dari ayah atau dari ibunya? ”. Good news untuk perempuan, karena ternyata yang berperan dalam menurunkan kepandaian dan gen positif itu cenderung dari pihak ibu! Yeeei!! Karena menurut penelitian, perempuan itu memang punya tingkat kekebalan terhadap stress yang melampaui laki-laki (selain angka harapan hidup yang juga lebih lama), viva perempuan!.      Nah, sekarang dah tau kan, kalo perempuan tuh diberi anugerah banyak banget ma Tuhan, mulai dari resistensi stress yang lebih tinggi ambang toleransinya, toleransi rasa sakit yang juga lebih tinggi (ooh..pantesan perempuan yang Tuhan kasih anugerah untuk hamil dan melahirkan, hehe..gak nyambung!), sampai hak prerogative menurunkan gen positif ke anak. Gals, dari genetik aja kita unggul. Berarti, gak ada alasan untuk gak unggul dalam hal lain yang bisa dikejar kan?. Keunggulan, kemenangan dan pencapaian itu bukan monopoli satu gender kok! Bukan Cuma laki-laki yang bisa maju dan memimpin. Perempuan juga bisa, yang penting kita faham fungsi dan tanggung jawab kita.

            Di era yang udah maju sekarang, bias gender agaknya sudah harus tutup buku deh. Itu mah isu lama yang cuma akan didengungkan sama orang-orang pelanggeng rezim seksis (ce elah bahasanya..). Sekarang, yang paling penting untuk dicermati adalah gimana nih caranya untuk bisa jadi yang terbaik, yang paling kontributif, yang paling bermanfaat dengan keperempuanan kita. Karena justru seringkali hambatan untuk berkarya optimal itu datangnya dari internal perempuan itu sendiri. Merasa gak cocoklah, gak didukung sistemlah, ngerasa minderlah, pundung (Sunda banget..artinya ngambek) dicap emosional dan gak rasional, dsb. Padahal, semua yang melekat dan jadi atribut kita kan sejatinya bukan halangan, tapi jadi sebuah tantangan untuk disikapi dengan cerdas, dan outputnya: kita bisa maksimal dengan apa yang sedang kita lakukan.

            Terakhir, tulisan ini Cuma mau bilang kalau menjadi perempuan adalah satu kebanggaan. Kalau mau dirunut-runut dan balik ke peran orisinal perempuan yang diatur ma Islam, perempuan tuh punya beberapa tugas penting: Ummul madrasah (sebagai tempat belajar utama bagi anak-anaknya, role model, dll), Zaujatun Muti’ah (istri yang taat dan menjaga kehormatan suami dan dirinya, dan Mar’atuss shalihah (perempuan shalihah). Cukupkah sampai disitu? Jawabnya: Big NO!. Kalau tulisan tadi diatas banyak menyinggung peran perempuan di ranah publik, maka istilah yang paling sesuai menggambarkan keterlibatan perempuan di aspek publik (kalo pake istilah di PPKN dulu, IPOLEKSOSBUD) adalah Islahul Ummah, artinya, perempuan juga berkewajiban untuk memciptakan kesejahteraan dan berkontribusi bagi terciptanya dunia yang lebih baik, apapun caranya (salah satu caranya sih dengan nulis. Karena dengan menulis, semua orang bisa tau apa yang ada dalam pikiran kita, dan bisa kasih feedback juga. Anyway, menulis itu tindakan revolusioner lho!hehehe…)

            Yup, sekilas tentang opini penulis tentang perempuan. Fiuuhh…emang sih, tangan kita cuma dua, dan PR kita sebagai perempuan banyak banget! Tapi percaya deh, peranan kita sekecil apapun akan signifikan untuk perbaikan. Jangan ragu untuk bergerak, perubahan besar, kan selalu didahului langkah-langkah kecil. So, selamat mencermati pergerakan diri kita sendiri wahai perempuan! go women movement!! Gak lupa penulis ucapkan dengan bangga (plus emosi jiwa karena sedikit haru. Huhu..), SELAMAT HARI PEREMPUAN!

Heggy Kearen’s

Mahasiswi Fakultas Psikologi UI

Angkatan 2004 (doyan bgt nulis. walopun gak bagus, sing penting pede!)

Mau kasih feedback? Nih email: gagalkanhipotesafreud@yahoo.com 

aku masih disini

Sunday, March 9th, 2008

Aku yang tunduk pada keinginan hati, dan selalu kuperturutkan sekarang terpekur,diam dan merasa gagal… Sungguh, aku malu sekali..malu untuk mengangkat wajahku dihadapan kalian semua.. Terlebih, aku malu padaNya yang selalu mengawasiku..lebih dekat dari nadiku..tahu langkah2 membandelku…

Ahh..kesadaran itu memang menyebalkan! Datang diakhir..dan selalu membuat kepalaku berdenyut.. Aku yang masih disini, berkubang pada rasionalisasi yang dengan brilian kubuat sendiri.. Masih disini, berharap bahwa akan mudah ku usir galau (yg bodohnya kubuat sendiri pula!)

Kenapa harus ada jika memang tak Kau izinkan? Itu kenapa aku yang dhaif ini berharap memiliki ketidakpekaan Berharap sekeras batu Memohon agar tak gamang juga tak goyah untuk masalah2 seperti itu..

Menutup telingaku rapat2 Nyatanya? Aku jatuh lebih keras, berdebum lebih hebat Dan terkapar lebih akut ketimbang yang lain..

Aku masih disini wahai Rabb… Berharap tak akan ada tangan2 lain yang membelaiku selain tanganMu

Menunggu hatiku pulih dan sedikit lebih kuat, agar tak tergoda untuk sekedar membuka hati dan diri pada makhluk lemah lainnya..karena saatnya belum tiba

Aku masih disini ya Rabb.. Mencoba tak lagi menipu diri sendiri dengan berpura-pura..

Hingga di hari aku harus berpikir ulang

Sunday, March 9th, 2008

Isi  sms itu bgitu sederhana, tapi tepat mengena dijantungku. Seorang yang sudah terbiasa Allah uji, memang memiliki bashiroh yang tajam, dan ia melihatku sedang bermasalah. Padahal intensitas pertemuan kami jarang. Ah..kakak memang terlalu pintar untuk kukelabui dgn sok-marah-sambl-senyum. Entah untuk kberapa kali orang2 melihatku menjadi individu bermasalah. Ya…ini sebuah feedback, bahwa aku tak kunjung ikhlas, tak kunjung menerima. Masih mencoba berdiri diatas bayangan masa lalu yang lebih aman. Berpura-pura bebas dari tekanan ‘sejarah’ padahal tidak sama sekali! Sejarah dan kebebasan, itu kan tulisanku yang perdana ttg amanah baru ini? Tp kenapa tak juga kunjung kutemukan titik bebasnya? Itu pe er heggy. Bukan untuk ditanyakan disini…

Disini, aku harus berpikir ulang. Mencoba lebih peka dan lebih berani mendnegarkan isi hati. ”jangan terlalu banyak menoleh, jika sudah yakin pada tujuanmu, lurus saja!”.

Terlambat mungkin untuk sekedar membenahi hati. Ini sudah dimulai, dan kebodohan sudah terjadi. Tapi setidaknya aku bisa mecegah diriku mengalami dan melakukan kebodohan lagi dan lagi…

Seperti katanya, ikhtilaf.

Allah, energiku hanya muncul dengan sangka baikku padaMu….

Jgn pernah hilangkan itu wahai Allah….

Rasa iba itu muncul melalui fragmen realita sosial yang kulihat…

Jangan kaburkan mata dan hatiku untuk dapat melihat inti masalahnya ya Allah..

Tindakku hanya akan optimal dnegan landasan niat yang lurus dan kegelisahan yang dalam..

Jaga niatanku duhai penjaga hati..perlihatkan aku ketidakadilan..

Memilih disini, berarti memilih untuk tidak aman, memilih untuk optimal, dan memilih takdir untuk menang. Menang Heggy!! Menangkan pertempuran keikhlasan…biar Allah yang menjadi aduan terakhirmu disaat kau harus undur. Layaknya Badar, keikhlasan dan keyakinan menjadi modal utama. Evaluasi diri Heggy…(sudah sampai mana?)

Berikan aku satu kesempatan waktu

Sunday, March 9th, 2008

Yang saat ini menulis adalah Heggy Kearen’s. yang beberapa detik lalu merasa gagal menjadi seorang koordiantor bidang.

Sms2 ivan, teguran ai, sindiran sospol, dan tuntutan maaf dari FT, juga becandaan patrya, dan tatapan yang entah berarti apa dari rekan2 pusgerak bem-ku.

Heggy berasa tanpa arah, dan gelap. Hina, lemah, dhaif, abstrak. Kayaknya gak ada bagus2nya…

Jalan hitam.

Ampunkan aku wahai Allah…ampun untuk ketidakikhlasan yang terpancar begitu rupa dari wajahku…

Aku mungkin bukan yang terbaik. Heggy bukan tyan yang hebat dnegan retorikanya, heggy bukan dewa (bang ai, abang bener kok)

Meski gak layak, tapi heggy udah disini sekarang. Gak ada waktu untuk mundur kan?

Ampunkan aku wahai Allah…untuk sia2 waktu yang kulakukan, untuk amanah yang kutunaikan dgn setengah hati…untuk smua yang belum optimal..

berikan aku satu kesempatan lagi…sekali lagi..

~bukan karena kaka, bukan untuk bem, bkn juga untuk kepuasan diri. Cuma buat satu janji ya Allah. ridhaMu saja. Ya?

heggy cemburu, huh!!

Friday, March 7th, 2008

gak enak boy rasanya!!

pait..(hehehe), tapi, ya udah deh. telen aja. gak bakal kemana2 ini kalo emang mesti ketemu (hayo….pada mikir apa?!)

uuggh..andai bisa ngomong: "aku cemburu banget ma dia (mereka), kamu tau nggak? emang kamu gak bisa ngerti sign2 itu ya..? (jih. jijay!hehe)"

tapi serius, heggy cemburu berat

~untuk setiap yg kulakukan (minimal satu kali sepekan) dgn rutin dan berkesadaran

karena ai?

Friday, March 7th, 2008

assalamualaikum..

hei blog, maaf ya lama tak menyntuhmu. hnya karena da kerjaan baru. huhu..

blog, tadi ketemu ma ai. dia cerita banyaaaaaak bgt. jadi cemburu (heu..). coba heggy yg ada di posisi ai. pasti gak akan sekuat itu. ayo abang, semangat!!!
heggy punya suluh heggy, abang juga mesti punya.

semua akan baik2 aja…akan baik2 aja.