tausyiah untuk hati

kalau kau ingat bahwa Rasulullah itu luar biasa sabar, kau tak akan berani tegak berdiri di hadapan beliau dan mengeluh berpeluh bahwa kau punya beban yang luar biasa besar..

kalau kau ingat bahwa Abu Bakar luar biasa dermawan, kau tak akan berani menatap mata teduhnya jika nanti bertemu, karena seringnya kau memalingkan muka dan berdalih tak punya jika orang meminta..

kalau kau ingat bahwa Umar bin Khatab sangat tegas dalam haq dan bathil, kenapa masih juga kau masih setengah melangkah dalam berda’wah..

kalau kau ingat bahwa  Utsman bin Affan sangat ulet berdagang, mengapa juga kau masih menggerutu memaki diri tak mampu, padahal binatang melata pun berlari memburu..

kalau kau ingat bahwa Ali bin Abi Thalib sangat cerdas luar biasa, masih jugakah kau berbangga akan kepintaranmu berlagak pandai yang jauh sungguh dari buku..

kalau..
dalam AlQuran,
Hadits,
dan Sirah…
orang munafik sangat dibenci jua dihinakan walau rupanya menawan…
maka..
kau sebut dirimu apa jika kau lebih dari itu???
mungkin harus kupinta Tuhan untuk membuatkan neraka khusus untukmu,
wahai jiwa yang sering mengeluh..!!!

Depok, 07 Maret 2008,

*untuk sebuah teguran yang tidak akan pernah cukup, hari ini, dan nanti…
~ tulisan ini diunduh dari blog ivan ahda. cukup membacanya tulisan ini bisa membuat gw urung mundur. berpikir ribuan kali untk kabur, dan yg terpenting: menyntuh hati dan akal gw untuk kembali berkaca dan berkata "gy, lo tuhgak ada apa2nya!! jgn sombong ukhti…

wahai rasul..barangsiapa menghambakan diri pada Rabb-Nya maka akan tunduk dan bebas ia dari makhluk. iya bukan? aku berusaha!! dan gak akan pernah letih!! turun naik itu biasa..tapi bangkit kembali utnuk berlari lebih kencang, dan berusaha lebih keras. itu pilihan hebat Gy. (tanpa bermaksud narsis), gw tau gw emang hebat. kayak yang seseorang tulisakan

sms pagi hari 7 April 2007..

"….Heggy Hebat Bgt!!"

berdesir hati gw. karena itu terdengar sangat tulus. dan gw tau, kalo gw emang hebat. he…

untuk Dia yang tidak pernah habis mendengarkan aku. bahkan disaat2 terburuk. Kau adalah alasanku untuk disini. tidak yang lain. jgn tolak aku..

One Response to “tausyiah untuk hati”

  1. sofyan Says:

    ukhti…sesungguhnya ketika abu bakar sedang dipuji, beliau menangis takut pujian orang lain itu hanya kbohongan tentang dirinya yang sesungguhnya…
    apalagi kita yang membanggakan diri kita yah…

Leave a Reply