Archive for May, 2008

karena aku mungkin sendirian

Sunday, May 25th, 2008

Minggu, 25 Mei 2008. alhamdulilah..masi ada waktu untuk dirumah.

Hari ini, entah kenapa. Walaupunbanyak waktu, tapi jari gak mau menulis. Padahal, gak ada ‘kerjaan’ yang heggy akan bisa lakukan saat senggang selain menulis dan baca buku. Mungkin..karena hg baru aja berpikir dan mengilhami bahwa menulis sejatinya hanya mengurangi tekanan akan ujian, meringankan tapi tidak mengapus luka atau menyelesaikan masalah yang sebenarnya.hm…

Tapi, saat sekarang. 30 menit menjelang pukul 12 malam. Kok ya jadi mau nulis ya..apa sebab heggy? Entahlah..mungkin karena sudah begtu tak tertanggungkan lagi kali ya apa yang ada dikepala. Bahwa pada akhrnya membaca catatan pinggir-nya gunawan muhamad malah semakin menguatkan niat untuk menulis, dan membca sms winda adalah stimulus terbaik untuk itu.

Minggu ini, menjadi minggu yang cukup berat. Rumit dan menguras emosi. Bukan. Bukan karena banyaknya agenda di kampus yang harus dijalankan, atau kenyataan bahwa hg lagi ribut ma kwn2 deakt. Entah knapa itu jadi gak penting lagi.

Pernah ngerasa ada disatu titik dimana kamu merasa bahwa keadaan gak akan berubah jadi lebih baik. Ya..terdengar pesimis memang, dan memang lagu tulisan ini akan mengarah kesana. Hm…

Hg hanya lagi negrasa bahwa apa yang heggy lakukan selama ini sia2 aja. Terutama di tataran membagi ide dan wacana untuk tetap moderat. Untuk tetap kritis.

Pad akahirnya, harus rela menalan pil pahit lagi, bahwa aku sendiri gagal membuat orang2 disekitarku faham dgn konsep yang ada dikepala. Mereka, sadar tidak sadar malah meposisikan dri sebagai ‘yang lain’. Dan mereka tidak tahu bahwa aku memiliki konsep yang berbeda dgn mereka. Dan aku mungkin terlalu takut untuk mengatakan “tidak, aku tidak sama dnegan kalian. Dnegarkan aku!”. Aku tidak seberani itu, ternyata. Tapi…sepertinya memang harus bicara. Hhfhh…ide yang menjadi dogma baru. Pagar makan tanaman.

Kawan, haruskan kau klaim dnegan lidahmu kehebatan2 itu?

Haruskan kita benar2 congkak dan merasa pintar dgn apa yang ada dikepala? Bukankah itu yang membuat manusia seharusnya semakin rndah hati? Kecerdasannya, kepintarannya. Karena semakin berisi ia, akan semakin lebarlah toleransinya untuk orang lain?

Teriakkan padaku bahwa aku orang yang inkonsistensi. Tapi sampai mati aku akan selalu berkata bahwa relasi2 yang ada sudah sepantasnya dijaga…ketidakbersetujuan kita dengan sesuatu selayaknya memiliki dasar moral yang lurus, logika yang diterima oleh akal sehat, dan putusan hati yang menenangkan.

Aku berada di antara kalian…tapi kenapa aku malah merasa aku yang paling jauh?

Disini, saat ini. Aku merasa menjadi Goliath yang perkasa, sekaligus siap tumbang karena merasa perkasa.

Bukan, bukan karena premis romantis kebersamaan adalah lebih baik. Bukan itu (maaf, tapi kadang kerja sendiri memang lebih efektif kok.its true), tapi karena dibalik semua pekerjaan2 itu, ada hal2 lain yang lebih besar, hal lain yang lebih tinggi nilainya..

Perjuangan kalahkan rasa ‘tinggi’

Tidak merasa sombong meskipun ‘berhak’

Dan gak perlu merasa ‘selain kita berarti buruk’.

Seseorangberkata padaku, “heggy, aku titip ini untuk kawan2 disana: toleransi dan kebersamaan”. Dia mungkintidak tahu bahwa itu saja tidak cukup, maka kutambahkan, “akan disampaikan, tapi tolong. Berikan dua kalimat ini untuk kawan2ku disana: ikhlas dan itqon (profesional)”

Taukah kawan? Arogan adalah hal paling buruk, karena ia menegasikan semua hal2 nyata yang dilakukan. Dan ia dekat pada dengki…

We are eagle. And the others? Ouw.,..they are just the insignificant seagull.

Bukankah seorang raja tak pernah mengklaim bahwa dirnya adalah raja (even so dya tau dia raja), tapi pengakuan dari hati dan bibir orang lain adalah pertanda mutlak kemenangannya…

Hari ini, entah kenapa. Aku muak dengan sikap kawan2ku, sikapku.

Ps: yang lain, kalian butuh waktu untuk faham. Maka, berikan kami waktu untuk menerangkan gaya2 kami yang berbeda ini..we need to talk. Heart to heart. Aku tau, kalian hanya akan mendengus mendengar usulku. Tapi ini layak dicoba..(*dgn catatan, gak ada satupun yang bawa jaketnya {ngerti maksud gw kan? Apa bisa?pesismis…})

go away

Sunday, May 25th, 2008

He left me behind. And he didnt say anything. So stupid…

Kok ada ya manusia dengan gaya2 setidakcocok itu untk ada di satu tempat publik? Kadang, kami memang mesti dikasi pelajaran. Kalau saja, samapi disatu msa kami tidak jua sadar sendiri.

Ini semua hanya soal waktu…percayalah. kita smua akan belajar.

Meskipun sudah terlambat untuk zamanku? Yup. Karena zaman selalu berganti bukan?

Toh kalau tidak dizamanini, akan ada zamanlain menanti. Just wait n see…

it was a blast

Sunday, May 25th, 2008

Smansa day. Untuk pertama kalinya heggy gak dateng. Untuk seorang cewek dgn bibit partygowers yang lumayan pekat (partygowers untuk acara2 smansa.hue..), itu satu hal yang aneh. Dengan apa gw berani menukar smansa day yg notabenenya pasti bnyak bgt anak2 smansa yang gw cari!!huaahh…

Jawabannya: untuk seminar kebangkitan nasional.

Hahaha…tertawalah saudara2, gw juga geli nulisnya. Fiuh…

Fyi, gak Cuma untuk smansa day, tp juga gw memilih untuk ga ikut ESQ.argh!

Disminar itu, hg bareng ma winda anak FH 05, pusgerak pastinya!. Ada pak hidayat nur wahid (baru nikah euy), ada agung laksono, ginanjar kartasasmita (DPD dan Otda makalahnya), Pak Emil Salim, Muladi, Joko Santoso, and so on. Bombastis eh pembicaranya? Nope! Seriously. Gw pikir akan berbobot. Ternyata tidak. Yaa…salah sih gw, gara2 jabatan formal mereka semua yang mestinya-sih-merepresentasikan-kapasitas-intelegensi-yang-oke, gw jadi berharap banyak bgt ma makalah2 yg mereka semua sampaikan.

Konyol…tapi gak segitu nyeselnya sih..kenapa? karena:

1.     ketemu ma Dendi pas travel gw baru sampe depan ITB, dan gw celingukan nyari yang namanya sabuga. Akhirnya ma dendi sarapan bareng di salman (plis…di salman gtu lho!!dan hg maem bedua dendi, barengan. Pastinya diliatin.hhehe…piss!!) dari situ, baru ke sabuga. Dendi yang tadinya mau ke bogor, gw culik untuk ikut seminar itu. Pas lagi jalan di sabuga (gila!ada LO-nya..berasa pejabat gw. Padahal mah..rakyat jelata.haha..),

2.     ngeliat ada cowok2 pake jas almamater biru dongker yang beda2 (maksud gw, ada jaket2 biru dongker dgn intensitas warna yang agak beda: IPB, UNPad, ITB) lagi pada ngumpul depan pintu utama sabuga (sabuga adalah singkatan dari Sasana Budaya Ganesha). Tp bkn karena seneng liat cowok2 itu, dih! Tapikarena di kerumunan itu gw liat beberapa wajah yang amat sangat familiar. Tapi yang paling bikin heggy berbinar plus deg2an karena disitu ada Fahmi. Ada Fahmi. Senang…(di kerumunan itu, ada Topan IPB, Gena Unpad)

3.     kami (gw, fahmi, dendi) ngerasis dgn duduk di tribun paling tinggi dari sabuga, sayap kiri. Bertiga. Orang mah pada ngedengrin pah hidayat bacain (bacain!) makalahnya kita mah celoteh teu jelas, pastinya ttg smansa.haha…sampe ada satuorang yg naik ke tribun paling tinggi (secara lagi rame becanda, jadi weh gak sadar) dan yg pertama sadar tu dendi. Dendi manggil orang “bay, heh ngapain loe?”.geez…Bayu. Andi Bayu Adi Betara, STT Telkom. Dan kami jadilah berempat. Dari kami berempat, yg waras dan masi inget kalo dia jadi perwakilan kampusnya Cuma Fahmi. Sisanya? Cuek bgt!! (maafkan…termasuk hegy. Malu2in ui bgt deh)

4.     ada keributan antara bem unpad, ipb, GaGa, unpas vs bem km itb. Well…not exactly ribut siy..tapi buat gw (terlebih kalo gw jadi tuan rumah, hal yg terjadi itu dah bisa buat gw ngusir tamu2 gw pulang), bagusnya Shana sang kabem itb, baik bgt (baik dan polos…^^). Dan UI? weits…maaf niy. Mikir sebelum bertindak aja deh,soalnya ini mah bawa2 lembaga. Kecuali bawa nama pribadi. Baru gw gak peduli.hehehe…dan UI? jadi tukang ishlah aja. Diam mendengarkan, datang menenangkan, dan pulang dengan keributan.hehehe…payah loe gy!

.

Lumayan seru hari itu. Apalagi ada kado istimewa: hidayati sarah

Cuma ketemu 17 menitan. Tapi tau gak? Itu cukup…gak sempurna memang, tapi itu cukup mengobati kangen kami. Jieee….(seriusan sih!)

Dan malemnya, gw pulang lagi, naik travel dudul. Sampe rumah jam 11.30 malem. Capek. Tapi hari itu gw belajr banyak:

Dari dendi: “ untuk silaturahim, gw mau ngelakuinnya Gy.”, “ tamu adalah saudara yang harus dimuliakan”, “ kasi tau ya dah sampe mana. Kami (dendi, fahmi) khawatir”, “ gak usah dengerin orang lain. Gak usah peduli kalo loe gak ngerasa bersalah. Gw menghargai orang yang pede jadi diri sendiri”, plus satu yang lucu, “ disini mah smua kaku!!!” dan banyak lagi yang gw rekam di kepala. Jazakallah den…

Fahmi hakim: di satu forum isinya cowok semua dan gw dibilang bukan perempuan: “ hei, gak gitu. Heggy itu akhwat real lho. Kalian aja gak ngerti dia. Heggy emang karakternya beda…, Cuma beda”, diperbincangan ‘kami yang anak smansa’: “ah, dari dulu, gitu mulu. Mikirnya kepanjangan, orang baru dimana, dia udah sampe mana…(dan gw menjawab: itukan namanya prefentif mi!! Bukan kuratif aja!. Bodohnya, dendi nyeletuk: iya, tapi gak efektif!!), dan fahmi nyeletuk: tadinya malah mau bilang itu mubazir,hehehe…(dia ketawa lepas bgt!!sial…)”

Sarah: Cuma paliat-liat, dan kitu wee…unspoken truth..

Ah, she know me so well!

Pipin: “ semua jadi lebih sulit kalo amanah gak ada. Gak ada yang jagain Gy. Bersyukur ya…dengan keadaan seberat apapun”. Dya menjwab itu setelah hg tanya kenapa kalah lagi di ITB…

Bayu: “nih HP gw, pake aja. Mau pulang kapan? Jgn balik sebelum pamit dan ngobrol ma gw ya”

Non Smansanya:

Topan: “ gy, masukin nomor hapenya ya (merintah gw!!gak tau dya, gw paling anti diperintah2. tapi…gw baik bgt hari itu), oh iya gy, namanya Heggy TK PASI ya..kita kan temen TK.hehe…”

Temen tk gw yg makin matang, anaknya lucu..dan shaleh, tapi kaku.^^

Gena: “gila loe, ketemu gw malah Oi..bukannya kasi salam kek?!, eh bos, edwin mana? Sendirian ya? Jagoan bgt sih…”

“ gw anak komunikasi, tapi kok komunikasi massa gw buruk ya? Hehe…”

Kabem unpad yang lugu, ndut, manis tapi sayangnya kurang di up-grade ma pendahulunya. Masi terlalu kasar…mendingan Rendra!haha..

Hanief: “ dari dulu emang loe pedes bgt ya Gy? Masi suka ribut ma Gema gak?”. “ iya, gw kan si master intelektual”

NO COMMENT!!!!! (ivan ahda pasti faham)

Shana: “ satu hal yang gw bingung, ini tempat gw. Kalo temen2 mau bikin satu hal, pernyataan sikap atau apalah. Koordinasi ma gw dulu dong!! gw ngerasa dilangkahin!!”

“ jadi ini heggy temennya Hanief?ooh…”klarifikasi: gw bukan tmen hanief, Cuma kenal!!

“ wah…kalo gitu, ketua bem-nya siapa nih sebenrnya? Edwin apa heggy?hehe…(untuk yg ini, gw menjwab: karena kabemnya baik, maka pembantu kabemnya mesti yg agak garang dikit shan ^^)”

Dan dia dikelilingi 5 cowok bodyguardnya. Saat liat shana, gw Cuma bisa tau satu hal: cewek2 yg tangguh tuh lebih nyeremin ketimbang cowok berwibawa sekalipun. (intimidatif, meskipun senyum. Sedang berproyeksikah kau heggy? Gak sih..gw kan gak tangguh)

Tata, lingga, tyarin, raka, dan semua yg kenalan tapi gw lupa (maaf): thanx!

dikasi satu kesempatan

Sunday, May 25th, 2008

Dikasi satu kesempatan. Ditinggal selama 3 bulan. Bisakah kita lebih baik? Hm…ayo buktikan!!

Tapi…ada yang lucu, hg mencoba meraba hati sendiri…

Kenapa heggy gak ngerasa sedih ya? Kenapa ga ngerasa ditinggal?

Mungkinkahakrena sejak dulu emang gak nerima?

Mungkinkah karena emang mengharap dia pergi?

Astagfirullah….

Kau terlalu polos hegy. Tapi sudahlah, toh Allah memang tidak bisa dibhongi, lalu untuk apa ditutupi?

Kita selesaikan saja dengan terbuka. Biarkan masalahnya beres..tph kami sama2 faham bahwa kami sejatinya berada dalam kontinuumyang sama sekali berbeda.

Terima kasih karena sudah pergi. Maafkan tidak bisa merasa begitu sedih..meskipun ada sedikit khawatir. U’ll be fine., and so do i.

kangen cerita

Thursday, May 22nd, 2008

ama cune, dnegan semua label terlepas

dgn dayah, dimana kedudulan ini cuma dia anggap angin

dgn patrya, bahwa dia apatis. itu emang gak ngebantu. tapi justru itu!

dgn jaka, *apa ya?* rasio dan simple.geez..

dgn ivda. gak usah diomongin. ngarti dah!!

dgn manu. kalo ke depok nyusahin!huee…tapiheggy mau cerita2.

dgn al, indra, dan adhi. untuk tau bahwa elo2 ada disana. itu cukup buat gw. thanx!!!

spesial buat nda: gak maksa, cuma..diliat2 aja deh. kalo gak ikhlas mending gak usah. heggy tau hg suka semena2. tapi untuk yg ini. heggy sadr diri kok. pasti gak mudah buat nda..

back up dia aja udah berat, apalgi ini, tapi…i just cant imagine. selain nda, syapa lagi?

maafin heggy..

buat semua yg ditulis diatas. kangen bgt bisa becanda2 gak jelas

oh iya, buat mas begras dari unsoed dan abas: aku butuh kalian untuk bisa menjernihkan suasana. how?

dan tentu saja pusgerak 08: *tau? heggy narik nafas panjang bgt menuliskan ini. aku kangen krida kita!!!hahaha…

bukankarenapeluru

Thursday, May 22nd, 2008

aksi tanggal 21 mei kemarin berdarah. dalam artianyg sebenarnya ya,,,  ada yang berdarah. kena peluru karet. meskipun yang nembak belum ketemu (belum ngaku?), tapi kita semua tau kalo itu beneran tembakan. dan bukan CUMA pemukulan..

berdarah. karena yang sakit bukan cuma fisiknya..

tapi lebih dari itu, ada hal2 lain yang lebih menyakitkan, yang bikin g kebas dan gak bisa komen lagi.

ngeliat budi ketembak, ngeliat ada cewek histeris, ada mas2 yang dipukulin, itu mah gak bikin gw jadi ketar-ketir…

tapi….

gw melihat, merasa, dan berpikir bahwa ada yang lebih berdarah (sedang) akan terjadi. bukan cuma di tataran gerakan mahasiswa memforce sana-sini, tapi juga diproses menata gerakannya (ngerti maksud gw gak?)

ini buat gw panas dingin. dan gw gak tau, berapa orang yang melihat itu. menyadarinya bahwa ini penting

gw-nya yang terlalu bodoh. atau yanglain yang tidak merasa?

gw gak tau…

cerdas, arogan dan tidak toleran. berhak merasa begitu.

polos, naif, dan mementingkan ego sendiri. juga berhak begitu.

tapi, apa itu yang dicari?

autokritiklah semua.

kontrol sosial

Monday, May 5th, 2008

Dalam sebuah peradaban Cina di beberapa dasawarsa zaman Mao, komunisme, sama rata sama rasa mungkin menjadi ruh. Mengutip kata Goenawan Muhammad. Semangat bourgeois dibasmi dan diganti dengan smangat citoyen-seorang yang mengejar kepentingan sendiri didesak untuk jadi warga yang mengabdi pada masyarakat.

Kala itu, yang mungkin menjadi kontrol adalah tak hanya kontrol sosial berupa kecemburuan dari lingkungan ketika ada orang yang lebih maju, namun mungkin juga militer, intel di setiap lini kehidupan,. Sehingga mau tak mau semua orang konform dengan apa yang harus mereka ikuti dan lakoni.

Itu China. Apa hubungannya dengan Indonesia, atau lingkup kecil: kampus UI.

Gak ada memang, ini hanya pemis-premis yang putus-putus

Dalam sebuah kelas, disemester 2 kuliah psikologi. Seorang asisten dosen berbicara di depan. Dia berkata “kalian tau, orang2 indonesia itu kayak kepiting. Gak suka kalo ada temnnya yang lari duluan ke bibir pantai, melainkanharus bareng2. contoh lain, kita itu kayak orang yang gak bisa liat rumput lebih tinggi ketimbang rumput yang lain. Bawaannya pengen dipangkas aja”

Huahaha…saat itu anak2 dikelas Cuma bisa ketawa, menertawakan diri kami sendiri? Mungkin…

Dan asdos itu juga sedang membicarakan dirinya sendiri?hmm..mungkin juga.

Tapi, mungkin benar apa yang asdos itu katakan. Bahwa kita terkadang tak sudi melihat orang lain lebih dari kita. Kecemburuan (jika tidak bisa dibilang dengki atau sirik) itu ada, dan dipelihara, terkAdang.

Gilda. Seperti gilda. Dalam struktur gilda, semua diatur. Tak ada yang boleh berbeda, karena  yang berbeda berarti khianat. Khianat pada struktur yang ada. Adilkah itu? Mungkin ya..tapimungkin juga tidak. Atau bukan adil konstruk yang penting disini?
apapun. Tapi gilda dan mungkin struktur2 pengikat lain dibuat demi alasan ketertiban,kelancaran,dan kesamaan yang berujung pada harmonisasi.

Tapi betulkah begitu? Tidakkah struktur semacam gilda melahirkan totalitarianisme? Bahkanlebih dari itu, rezim yang mengungkung kreativitas dan hak seseorang?

Merepotkan, jika struktur semacam gilda masih harus dipertahankan.

Semangat egalitarian yang diterapkan dengan kepahitan. Kenyataan berkata demikian memang, meski konsep matang sudah dirancang…

Dan gilda ada dimana2, dalam konteksnya yang terhalus hingga yang paling destruktif.

inggit

Monday, May 5th, 2008

Ada dua orang bernama inggit yang heggy tau di dunia ini. Yang pertama mampir ke memori, adalah Inggit Suci Lestari. Kakak sepupu yang pas hg kecil dulu adalah musuh besar (dalam artian sebenarnya). Kami tidak pernah akur, saling membenci, bersaing untuk segala hal (dan dia selalu dimenangkan ma almarhum andung-nenek), dan sengke’ naudzubillah…tapi sudahlah, itu cerita lama. Sekarang udah segede ini, malah kangen bgt ma dia…

Dan tulisan ini memang tidak dulu ditujukan untuk Inggit yang ini.

Inggit kedua, yang hg kenal saat udah SMP. Tau dari buku2 ttg Bung karno. Inggit Garnasih namanya. Isteri kedua bung Karno yang secara umur lebih tua dari Bung Karno. Isteri Bung Karno yang kalo menurut hg pribadi paling matang, paling tangguh.

Pada masanya, Bung Karno belum jadi apa2, masih susah. Masih labil meskipun dnegan semangat bak singa podium. Belum jadi bapak bangsa ini (literlekh, he..). dan sangisteri, salutnya kalem2 aja…

Jualan pupur dingin, ngejahit, untuk bisa hidupi diri sendiri saar Bung Karno dipenjara di Sukamiskin, Bandung.

Jalan kaki saat gak punya uang untuk jenguk bung karno di penjara bareng ma Omi (anak angkat), dan itu gak sekali dua kali.

Banyak yang sudah dilakukan Bu Inggit untuk Bung Karno,tapi mungkin untuk Bung Besar, itu gak cukup. Dalamsebuah buku, diceritakan bahwa Bung Karno akhirnya menikah lagi dgn Fatmawati (kelak, melahirkan 6 orang anak yang ‘fenomenal’). Dan dalam sekejap, cerita ttg perjuangan penuh liku, kesetiaan yang berlapis-lapis dan ketegaran Inggit Garnasih Cuma jadi cerita usang dihadapan konstruk lain bernama Cinta (atau nafsu?) seorang Bung Karno.

Inggit Garnasih. Perempuan yang rela ditinggalkan dan tidak dinafkahi lahir batin selama berbulan-bulan, perempuan yang rela dibuang jauh bersama suaminya, ibu yang begitu kreatif mendidik anak-anaknya (Omi dan Kartika). Pada akhirnya harus tunduk pada keputusan sang suami untuk menikah lagi. Tapi pantang baginya dicandung (dimadu).ia lebih memilih untuk bercerai.

Meskipun dalam sebuah buku, disebutkan bahwa baik Bung Karno dan Inggit masih saling mencintai, namun mereka toh akhirnya berpisah juga…

Inggit garnasih. Kadang hg bepikir bahwa gak banyak yg bisa ngerti jalan pikirannya. Tapi kayaknya hg salah deh…mungkin kebanyakan laki2 gak akan ngerti, “kalo masih cinta knapa minta cerai?”

Tapi yakinlah, perempuan2 akan bisa faham…

Jawabannya mungkin tidak rasional-menurut definisi umum-, tapi dapat diterima. Bahwa cinta tidak hanya masalah mengikuti apa yg diinginkan olehhati dan terus memanjakannya. Namun lebih kpada apa yang dapat dihasilkan secara lebih progresif, lebih indah dgn adanya cinta. Meskipun dibungkus dengan kepahitan

Mungkin karena cinta memang sejatinya bermuka dua..

untuk kawan2 baru yg berjanji bertemu kembali disana

Thursday, May 1st, 2008

“ Ketika ct ibarat sebuah rumah, sekarang rumah ini dalam keadaan tidak stabil, sebuah bagiannnya menghilang, bagian yang lain mencoba mengisi dan melengkapi bagian tersebut karena rumah tersebut harus tetap menjaga dan melindungi isinya..

Betapapun sekarang, kami mencoba menduplikasi diri untuk menjalankan fungsi saudari kami yang sedang menyiapkan bekal. Karena kami yakin dia akan kembali dengan membawa kekuatan yang lebih besar lagi” -vijay

Aku tau, tidak semua bisa menerima. Tapi bukan masalah untukku, cukup satu orang saja yang memahami, maka itu cukup. Jika kalian mengandaikankita rumah, kemarilah kuberi tahu kalian sesuatu. Aku tak pernah butuh rumah yang bagus, rumah yang luas, rumah yang mewah, heggy gak butuh itu., cukup saja rumah itu nyaman dan hangat untuk ditinggali. Tidak perlu yang lain.

Apa permintaanku berlebihan? Kurasa tidak…

Aku bukan dia yang ketika penat maka lari dan kabur, mencoping diri dengan menjauhkan diri dari semua hal2 itu,

Aku bukandia yang ketika lelah maka akan menutup telinga dari semua hal yang dia persepsikan melelahkan dan mencari pelarian dengan melakukan hal lain,

Aku bukan dia yang ketika mutung maka menumpahkannya pada orang yang tidak tepat,

Aku bukan dia yang ketika tidak dimengerti akan mencoba menjelaskan dengan gaya yang lebih mudah,

Karakterku sulit. Dan kalian tau itu

Aku adalah orang yang akan bertahan. Bahkan ketika sudah terlalu banyak yang kupegang dalam tanganku.

Aku hanya akan meminta sekali dua kali bantuan, namun ktika tidak diindahkan maka aku kerjakan sendiri

Aku adalah orang yg tidak sabaran, maka ketika kau lamban, akuyang akan mengambil alih tugasmu

Akusi perfeksionis

Aku si pengatur.

Aku yang tidak akan pergi padahal kaki ini sudah mengambil ancang2 berlari.

Aku yang bodoh dan menganggap bahwa semua akan baik2 saja seiring waktu.

Nyatanya? Tidak. Aku tidak kunjung membaik

Tapi kalian tak sadari itu…

Maka, ketika aku pergi untuk sesaat

Itu bukan untuk menenangkan diri

Itu bukan untukcoping stress

Itu bukan untuk memberi diriku waktu istirahat

Bukan untuk itu

Itu hanya sebuah balasan bagi kalian

Aku hanya ingin kalian tau bagaimana rasanya menjadi aku

Disini, kerja bersama diartikan layaknya pembagian jatah ransum makanan bagi tahanan

Tidak ada yang diistimewakan

Tapi akan tetap ada yang dianak tirikan.

ya kan?

selamat menjadi aku kalau begitu…

ps: aku sayang kalian ternyata, apalagi setelah kejadian tabayun itu, hehehe,,alhamdulillah…

si degil menulis lagi

Thursday, May 1st, 2008

2006 lalu, seorang teman pernah berkata “ semestinya politik kampus kita gak perlu dikotori dan dibikin runyam dengan ada pemira lokal. Adanya pemira bikin semua orang lupa sama esensi dan substanasi dari apa yang semestinya kita sikapi dan hal2 lain yang sebenernya lebih penting. Hapus aja tuh sekalian sistem pemira dan pemilihan kabem dan mpm fakultas. Tapi..repot juga ya kalo gitu, gw ga akan bisa lagi dong ada disini. Menebarkan benih2 pemberontakan.hehehe…”

Saat itu mungkin si teman sedang jengah dengan keadaan fakultas2 di UI yang terkesan ramai, penuh intrik, dan menurutnya agak kampungan.

Masa itu, Cuma bisa senyum dan berpikir ttg kemungkinan yang teman tadi tawarkan. Sambil akhirnya menggeleng. Itu dua tahun yang lalu.

Sekarang, entah kenapa khyalan itu muncul. Mungkin karena kondisi yang sama, polapikir yang juga pada akhirnya putus asa melihat keadaan pemira yang sedemikian payah. Jika dulu pemira menjadi ajang jualan pepesan kosong, sekarang keadaannya gak jauh beda. Dari dulu sampe sekarang, masih sama.

Menyaksikan pemira di fakultas2 di UI sama halnya dengan melihat pertunjukkan kembang api. Ramai, meriah, dan menarik, tp lama-lama membosankan. Entah karena gaya yang memang itu-itu mulu (kayak orang jualan obat) atau karena emang menghibur tapi sejatinya gak cukup lama bisa diandalkan dan bermanfaat kalo diperhatiin lama2, atau justru ada hal lain? Tergantung persepsi memang.

Gagap politik, itu juga kerap ditunjukkan oleh mereka yang memilikitoleransi rendah dan mungkin pemahaman kondisi real yang minim.

Entah kenapa, dikampus yang anak2 nya terkenal akan moral dan intelktual tinggi ini, selalu bisa kulihat kekerdilannya. Mulai dari black campaign, hingga pemasalahan internal yang dibesar2kan.

Tolol luar biasa. Kadang aku berpikir bagi mereka yang memang tidak siap bertempur diranah politik kampus secara fair, jujur, dan BERANI lebih baik tidak usah ikut dari awal. Atau juga untuk mereka yang pemahaman dan toleranasi politiknya rendah. Amat sangat disayangakan jika momen demokrasi seperti itu dirusak dgn keberadaaan orang2 bodoh yang tidak cerdas dan tidak bermental petarung sungguhan.

Untuk mereka yang merasa bahwa kekuasaan ada untuk direbut, untuk merekayang merasa layak menegur orang lain dengan kuasa mereka, untuk mereka yang husnuzhnnya pada saudara sendiri amat lemah dan mudah goyah, untuk mereka yang penakut dan tidak berani bersaing, untuk mereka yang tidak profesional dan tidak dapat membedakan ranah pekerjaan, untuk merek ayang merasa ajeg dan besar karena kekuasan yang diturunkan, untuk mereka yang tidak percaya pada para pemimpinnya, untuk mereka yang merasa aman karena disokong oleh banyak orang, untuk mereka yang hanya bisa komentar padahal tidak tahu apa yang dibicarkan, untuk mereka yang menegasikan kerja bersama dan percaya pada insting belaka, untuk mereka yang manja dan biasa diimingi kemudahan!! Blog ini aku tuliskan. Ini Cuma opini, kalau ada yang keberatan, silahkan buat balasan.

Aku hanya ingin berkata: sungguh, kalian harus belajar sesuatu.kita harus banyak belajar. Dan aku tidak sungkan ingin belajar dengan kalian, kita saling mengajari, dan untuk suatu waktu, izinkan aku mengajari kalian, kalian ajari aku. Bukan, bukan karena aku lebih bisa atau lebih pintar, bukan karena itu, tapi karena aku ingin kalian melihat sudut pandang lain dari proses belajar. Itu juga belajar. Dan bukan karena kalian lebih cerdas, tapi karena aku yakin bahwa kalian menyarikan sesuatu dengan gaya dan angle berbeda dgnku. Kita harus disonan. Disonan yang sehat…yang konstruktif. Bukan begitu?

Ps: setelah semuAnya selesai. Cuma bisa bilang, ALHAMDULILLAH ya Allah.

Meskipun masih dengan sedikit pertnyaan mengambang…