bukankarenapeluru
aksi tanggal 21 mei kemarin berdarah. dalam artianyg sebenarnya ya,,, ada yang berdarah. kena peluru karet. meskipun yang nembak belum ketemu (belum ngaku?), tapi kita semua tau kalo itu beneran tembakan. dan bukan CUMA pemukulan..
berdarah. karena yang sakit bukan cuma fisiknya..
tapi lebih dari itu, ada hal2 lain yang lebih menyakitkan, yang bikin g kebas dan gak bisa komen lagi.
ngeliat budi ketembak, ngeliat ada cewek histeris, ada mas2 yang dipukulin, itu mah gak bikin gw jadi ketar-ketir…
tapi….
gw melihat, merasa, dan berpikir bahwa ada yang lebih berdarah (sedang) akan terjadi. bukan cuma di tataran gerakan mahasiswa memforce sana-sini, tapi juga diproses menata gerakannya (ngerti maksud gw gak?)
ini buat gw panas dingin. dan gw gak tau, berapa orang yang melihat itu. menyadarinya bahwa ini penting
gw-nya yang terlalu bodoh. atau yanglain yang tidak merasa?
gw gak tau…
cerdas, arogan dan tidak toleran. berhak merasa begitu.
polos, naif, dan mementingkan ego sendiri. juga berhak begitu.
tapi, apa itu yang dicari?
autokritiklah semua.