Menulislah..dan lukamu akan (sedikit) sembuh

Berdiri di tengah keramaian ternyata tak selamanya menguntungkan

Menjadi pilar dalam bayangan juga tak selalu menyenangkan

Pernah ada yg mengatakan padaku, bahwa memilih jalan yang berbeda

Maka konsekuensinya adalah siap untuk ditinggalkan oleh kawan,

Memiliki musuh-musuh baru,

Dan harus senantiasa mau mencambuk diri dengan niat lurus setiap hari

Kerja konkret setiap waktu, hati yang lapang, dan tanpa kompromi kejernihan logika

Lalu, jika hari dimana kau ditinggalkan oleh kawan datang

Beanrkah akan terasa biasa saja bagimu?

Benarkah kau akan tetap berhati lapang?

Dan apabila waktu memihakmu untuk mempunyai musuh-musuh baru

Benarkah tak terselip keinginan hatimu untuk berkompromi

Benarkah kau akan tsabat dengan niat lurusmu?

Token of responsibility

If only they could see

If only they have been here

Then, they would understand

~ ditulis saat harus memilih. Menjadi lebih baik dan akomodatif tapi tetap persisten. Atau bergeming dengan semua yang ada, membuat pihak lain tersenangkan dan bersiap menerima kerumitan lain yang ada dibaliknya.

~ jika saja bisa kukatakan, akan kukatakan padamu kawan bahwa aku tidak hanya depresi gerakan (sperti yang sering kau bilang). Tapi lebih dari itu, aku tertekan melihat kau semakin jauh dari cita-cita semula. Kau orang tertulus yang pernah ku tahu. Jgn buat hati dan lidahku mengingkari itu…

~ tak baik berandai-andai, tapi jika bisa kembali ke waktu dimana semuanya belum dimulai, mengurut kembali rangkaian-rangkaian itu. Dan dengan gigih berpendapat. tentunya tak perlu ada hari ini. Hari dimana perang diumumkan…dan keangkuhan dibangun dalam hati masing-masing. Ah..kita terlalu polos kawan…sadarkah?

*maaf jika hanya lewat tulisan semua berani kukatakan. kadang lidah terlalu kelu untuk bicara…

Leave a Reply