UI dan…harapan2ku

Kampus ini indah sekali dipagi hari…

Tenang danaunya membuatku ingin berlama-lama memandangi

Menjulang menara rektorat seakan menantangku dan berkata “bisa apa kau untuk bangsa dan almamater ini wahai yang mengaku Cendekia?!”

Melihat kubah Mesjidnya seakan mengingatkan aku pada kebesaran Illahi Rabbi, Sang Maha Akbar yang menjadikan aku satu dari sedikit sekali penerima nikmat besar: pencari dan pecinta ilmu..

Menyusuri jalan-jalan dengan dedaunan berserakan..

Melihat dengan kagum pada para penyapu jalan dan pemungut sampah danau. Sambil bersubhanallah puluhan kali atas pekerjaan mereka yang walaupun nominalny akuyakin tak seberapa, tapi pasti Allah bayar mahal..

Melihat pucuk daun disaput hujan semalam,

Aku sedang merasa bahwa daun itu aku

Disaput oleh banyak sekali harapan..menyejukkan

Bukan oleh hujan semalam. Tidak, itu terlalu singkat.

Tapi oleh balutan miskat selama puluhan tahun..

Oleh sebuah tuntunan tak terlihat yang membuatku berjalan, bahkan berlari di jalan ini…

Melihat sarang burung di sela-sela kubah mesjid UI

Aku merasa bahwa aku adalah si anak burung walet itu..

Menjalani hari dengan harap dan cemas..

Namun tetap tahu bahwa Allah melindungi,

Dan aku menjalani hidupku saat ini, berputar di sarangku dan terbang tinggi melanglang buana di langit peradaban untuk menuntaskan takdirku. Takdir kemenangan.

Yang kurajut kini. Perlahan..

Rajutannya memang tidak sempurna.

Namun entah mengapa aku bisa melihat polanya…meski sedikit.

Maka, di sisa akhir hari ku yang panas akan pijar idealisme.

Izinkan aku mohonkan harapan2ku wahai Rabb..

Harapan tentang almamater kecintaanku: kumpulan orang orang saleh nan bijaksana. Jangan biarkan kami berjalan bersisian tanpa jalan temu..

Izinkan kami saling mempelajari dan bukannya membenci

Meski tak ada jaminan, aku mohonkan kebersamaan dengan mereka. Agar kelak, kami berhimpun dalam keadaan lebih baik, terbaik.

UI dan harapan2ku..

Kampus tempat aku menemukan bentuk. Tapi bukan berati ini ajeg.

Kita lihat, adakah 10 tahun dari sekarang semua akan berubah…

Aku, si pembenci perubahan. Tenryata harus seiap menerima fakta kembali bahwa perubahan itu kelak akan terjadi..lagi. dan tidak selalu menyenangkan.

Maka, jika kau termasuk orang2 yang sinkron dneganku, tentu kau melihat galau ini bukan? Galau kehilangan.

* kawan, percayakah kau, bahwa jalan yang kita tempuh sekarang akanbenar2 menajid predisposisi dari kita kelak di masa datang, karena jiak benar begitu, maka aku harus menguglung kenganbajuku, banyak yang harus kulakukan!!!

Leave a Reply