Bismillah…
Blog ini untuk kamu day. Untuk persahabatan mutual kita, meskipun ada jarak disana…
Konferensi di bandung gak totally buruk pada akhirnya. Terima kasih karena sudah membuatku menghabiskan waktu dengan dialektika dan silaturahim penuh makna. Sebentar memang, tapi itu cukup…
Terlebih, bonus terbesarnya. Subhanallah…
Malam itu, kami hanya bicara beberapa jam (gak banyak, selalu begitu).
Ketemu jam setengah 2 di salman. Dan heggy berteriak di mesjid Salman “dayah!!!! Dan meluk bocah itu, melihat bening matany dari dekat dan berkata singkat “behelku” karena dia memang berbehel, tapi tetep aja…dia cantik, cantik luar biasa…
Gak bisa nemani dia makan siang karena saat itu kebetulan janjian juga ma mbak lintang di tempat yg sama. Akhrinya ada kesempatan jalan2. kita pergi ke pasar baru bareng kawan2 undip (ternyata pasar baru rame bgt!! Muka heggy langsung cemberut pas tau tempatnya. Rame dan bejubel!!gak gw bgt!! Gtu juga dgn dayah..dia menyatakn ketidanyamanannya (gud!!gitu dong day..kemajuan tuh. ) tapi tetep aja beda gaya, sarah masi bisa bertahan dan gw berkali2 ngeluh “ kita cabut duluan aja yuk, ke dago atau tempat mana gtu yg lebih sepi.gak suka disini!!” dan merajuk, “ kita bedua aja day*hahaha..sakit bgt gw!masak kayak pacaran sih?!* dan sarah Cuma diam. Dan gw tau, dia mau bertahan di tempat itu (dgn alasan yang menurut gw dia bgt. Gak enak ma tamu. Huh!!)
Keluar dari pasar baru (emang sih,,,murah2 bgt tuh baju dissitu, tapi gak tertarik tuh, Cuma beli rok,hehehe) kita cari makanan khas bandung untuk oleh2. belilah gw karena dititipan ma cumi fahnia. Banyak bo!!dan yg bawain syapa coba?? Yups!dayah.
Bada itu undipers pulang, hg ma dendi plus dayah bertiga. Karena gak dapet travel (alhamdulillah) akhirnya diputuskan untuk menginap di kostan dayah. Yipppy!!!!akhirnya!!mimpi jadi kenyataan (untuk statement barusan, gw serius)
Nyampe kostan, shalat maghrib dulu, trus ngobrol lah kami.
Hhfhh…
Pelru menarik nafas untuk menceritakan bagian ini. Smeuanya entah kenapa berjalan normal, dan biasa aja. Kayak gak pernah kepisah lama, karena semuanya mengalir, lancar, tanpa sekat, dan luruh semua topeng. Heggy dnegan sukarela menjelma menjadi heggy yang asli, normal (buat dya, gw selalu normal), dan mudah diterima (tahukah kau sarah-ku syang, kenapa aku begitu mencintaimu??he…)
Pertanyaan standarnya “ada cerita apa heggy?”
Heggy “gak ada kok..hehehe”, dayah ada cerita apa?
Dayah “apa ya? Ya gini2 aja,,,hehehe”
Siing…tahukah kaw? Aku adlah makhluk yg sulit untuk tidak bicara, karena sepi itu menakutkan, sepi itu teror, sepi itu berarti ditinggalkan. Tapi untuk kebersamaan kami, sepi itu artinya membaca hati masing2, menelusuri jejak2 yang hilang..bukandnegan kata, tapi dengan ketajaman mendengarkan apa yang tidak ceritrakan. Alih2 banyak bicara, kami hanya sering memandang dan berkata seadanya. Dan itu mengisiku dengan penuh!!
Saat makan, hg iseng2 bilang “day, heggy bla..bla…”
Dan dia histeris!!hahaha..senang. trus heggy cerita. Isinya mungkin sama dgn isi yang heggy ceritain ke cune dan linda, tapi dnegan rasa dan nuansa yang beda.
Pembicaraankami berlanjut sampe ke kamar lagi. Disanalah kesadarnku diguncangkan. Dengan caranya, yg selalu bisa kuterima, lebih dari siapapun yg kukenal. Lembut, halus, tapi dalam.
“ heggy, dayah sendiri disini. Dayah pernah dibilanginma anak2 sini kalo ada msalah harusnya bicara, tapi dayah gak bisa. Dayah dah usaha, tapi emang gak bisa. Yg keluar ya yang kayak gitu2 aja…hegy pasti tau rasanya, kan?” dan saat mengatakan itu kau terlihat begitu tegar di mataku., skak mat heggy!!
Sayangku, kau sendirian..dan kau bertahan. Padahl ku tau, bebanmu tak lebih ringan dariku..dan aku disini masih merengek2.arh…kau kalah lagi heggy!
Saat kau bicara begitu, kau membuka kembali ruang2 hampa itu day. Membuatku sadar, bahwa dalam 4 tahun ini, kita sama2 menutup pintu untuk siapapun selain kita. Aku tau, kita pasti sudah berusah untuk membuka kuncinya, tapi ternyata memang tidak bisa dipaksa. Kita cukup tau diri untuk tau syapa kita dan syapa yg berhak untuk masuk ke dalam lingkaran2 itu. Ya kan? Ah..kita masih saja masokis ya?
Kau sendirian. Dan kau bertahan?
Aku?
Merunut semua pembicaran kita, menyaring semua kata2 halusmu..menyadrkan aku bahwa keangkuhan ini sudah keterlaluan, aku sudah melangkah terlalu jauh.
Terlalu dalam…terlalu beresiko. Beresiko sampai aku mungkin akan kehilanganmu-kah wahai perantara hidayah?
Aku menikmatinya (dulu? Atau masih?), dan sekarang saat kau berbicara dengan tindakanmu…itu cukup untukku….membuatku berpikir bahwa aku memang harus kembali. Menjadi heggy. Dengan ketegaran berlapis. Dnegan kesadaran penuh.
Menangisi apa yang terjadi, apa yang sudah kulakukan..bermimpi yang tidak baik.
Mendengamru membaca Al-mulk, Al-Balad, Al-Maun, dan Al-Humazah dalam Mahgrib dan Subuh kita, tilawah bersama di maghrib, Isya’ ,dan Subuh kita, mendengar dan melihatmu mengendap2 keluar saat jam 4 pagi untuk qiyamul lail dan sahur, melihatmu menghafal setengah mati juz 29 di subuh buta dan konsisten dengan itu.
Mendengarkan tausyiahmu ttg kesiapan hati soal “ehm”hehe…
Kau memang hidayati sarah. Yg sama. Dan berbeda.
Aku pun masih heggy kearen’s. Yang sama. Dan berbeda.
Hidayati sarah, jazakillah kahiran katsira untuk semua itu. Untuk semalam kita yang begitu…..(hayo apa ya?). dan hipotesis kita benar soal jarak. Allah adalah kuasa bagi setiap hal, tak peduli jarak dan hambatan lainnya. Hati adalah soal lain yang tidak ada hitungan dan timbangan kuantitatif didalamnya. Dan untuk selama ini begitu nyata menjadi pelita dan bukan lagi lilin (kau kan lemah day!haha..)
~kau selalu menjadi inspirasi besar bagiku. Sederhana bukan kenapa kita sejauh ini selalu saling merindukan dan mendoakan?
Pada akhirnya, “ memang paling sulit untuk mengubah kebiasaan kan heggy? Tapi itu pantas dicoba”
Ya. Dan akan kumulai. Bismillah…
*untuk satuorang yg tak tergantikan.uhibbuki fillah…