seperti yang kau mau, jagoan
Selama tahunan. Selalu kayak monolog. Selalu dari gw. Kaloppun ada tanggapan, itu Cuma cermin (mantul dari apa yang gw kasih) dan bukan sesuatu yang berasal dari dalamnya. Selama tahunan, selalu jadi cermin. Dan itu gak papa..gw mengambilnya dengan sadar, dan senang hati. Tanpa tendensi (mungkinkah? Mungkin!). sampai usaha tahunan dan berbuah monolog itu berubah menjadi dialog. Akhirnya….
Seperti yang sudah diduga. Mutual, kuat, meski kadang membingungkan. Tapi kami disana. Bertahan. Entah karena menantang, atau sekedar faktor nyaman. Ga ambil pusing..
yang gw tau, putarannya disana. Pake turbulen sesekali, meski kadang kecil dan skalanya masih bisa ditolerir (biasanya sih abis dialog2 itu, gw jadi banyak mikir. Banyak refleksi. Dan itu yang gw ga dapet dari org2 kebanyakan. Entah dia dapat apa dari interaksi kami, tp dia pasti dapet sesuatu. Buktinya dia juga bertahan) .
Tapi entah kenapa, sepertinya gw akan kembali bermonolog. Mungkinkah karena kadar dialog kami sudah terlampau pekat? Hingga kadang dependensinya terasa begitu kuat? Mungkin karena itu kami perlu untuk kembali ke gaya2 lama. Tidak terlampau sering berdialog lagi. Sekedar untuk faham bahwa kita perlu ruang untuk diri kita sendiri belajar dan jatuh bangun sendiri tanpa dibantu? Sekedar untuk tau bahwa kita bisa meski harus sendiri? Sekedar untuk faham bahwa dikhawatirkan terkadang membuat risih diri kita sendiri? Hmm…gak tau juga.
Tapi, bukankah ini yang selalu kau doakan hei Heggy? Kejelasan yang terang.
(tp ini ga terang. Ini mengecewakan!meski mungkin ini jadi tanda bahwa postingan dibawah semakin dekat dannyata). Dan heggy, pastikan. Kali ini ada konsistensi disana, konsisten untuk bertahan ditempat yang sama. Bukan posisi menunggu, tapi memutuskan. Ya?
pertanyaan tidakpenting: adakah dalam sebuah relasi. Kita bisa tidak peduli pada orang yang berinteraksi dengan kita di relasi itu? Mungkinkah kita melarang seseorang untuk tidak khawatir? Lebih jauh dari itu. Bisakah tidak ada empati yang muncul (gimana bisa? Relasi tuh bukan kerjaan otak., dia kerjaan hati). He…agak kecewa. Atau kita aja yang beda cara pandangnya? (toh kita memang sering kali berbeda bukan? Tapi bukannya itu yg bikin selama ini relasi itu ada. Menambal kekurangan dan mengasah yang lebih?)
tapi, kalau memberi loe ruang untuk bisa jatuh bangun sendiri dan tidak lagi gw perhatikan adalah cara yang paling menyenangkan untuk loe berkembang, maka ayo!! Kita lakukan.
from now on, gw kasi yang loe mau. Ill stop worrying you babe. Gw tau lo bisa. Meski kadang gw ragu, bahwa tanpa gw loe akan survive (lebay. Kita ganti. Bahwa tanpa gw, loe ga akan seberwarna ini untuk liat banyak sekali pilihan hidup. Bahwa tanpa gw mengingatkan loe hal2 kecil itu, loe pasti akan lupa dan gak lebih hati2, bahwa tanpa gw ada di deket loe, loe akan kehilangan satu perhiasan dunia yang dicari semua orang (kawan yang bisa ngangkat loe kapan aja, sambil ga sungkan untuk jadi orang pertama yang kritik loe setiap kali loe perlu diperlakukan demikian))
*tahukah? Heggy tuh determinan untuk apa yg heggy mau. Gw gak mundur untuk apa pun yang gw pengen. tApi saat gw dah usaha dan ternyta gak bertemu dnegan takdir. Gw cukup tau diri untuk undur. Terlebih, gw orang yang gak suka ditolak!.
gw selalu bisa meredam, gak tau kalo loe. Kita liat aja…ya?
(sewaktu2 mau gw pedulikan lagi, bilang aja ya!^^. Gw disana kok. Masih ada. Meski ga banyak lagi noleh. Kecuali kalo loe meminta *memohon*^^)
** sebagai anak random, gw selalu berpikir acak dan abstrak.asumsi tuh bertebaran dikepala, dianalisis sesukanya. Maka, gak jarang kalo outputnya jadi sebegini berlebihan. Fyi, tulisan ini muncul hanya karena satu kalimat sederhana. Kalimat yg buat gw bernada penolakan (kalo bwt orang lain mah pasti biasa aja. Tapi gw gak suka. )
***menyesalkah kau karena kalimat itu terlontar? Tapi kalo itu jujur. Gw amat menghargai kejujuran itu kok.
July 22nd, 2009 at 11:11 pm
الدراسة في استراليا…
[ ] : ……
August 14th, 2009 at 5:49 am
حواء…
.. :…
September 4th, 2009 at 10:43 am
العاب طبخ…
i……