teman yg aku (tak) punya
apa arti teman untukmu?
tempat berbagi dikala sulit?
bercerita saat senang datang?
bersandar kapan pun kau mau?
pengkritik yang hebat, tapi juga penyemangat terhandal?
orang yang tanpa sungkan akan kau bagi semua baik burukmu?
Mimpi-mimpimu, bahkan yang terutopis sekali pun, tanpa kau malu?
tahunan aku berharap punya teman seperti itu. kupikir aku punya..
dan aku punya.
dia yang datang saat hanya membutuhkan
bisakah kau sebut teman?
beritahu aku, apa arti teman untukmu?
*untuk pengingatan yg tidak akan pernah habis hari ini dan nanti.
gw gak selalu butuh loe untuk mendengarkan kok pat (dan gw tau loe dengerin).
tapi monolog tuh capek loh.
dan ttg debat2 kita? somehow gw sangat suka kalo kita begitu. seenggaknya gw tau, klo loe ada dan merespon
bukankah berteman berarti membuka satu lagi pintu hati untuk kepedulian pada selain ‘diri kita’? ^^
October 29th, 2008 at 4:29 pm
Aku memang bukan saudaramu yang mempunyai keterikatan jasmani, tapi aku temanmu yang mempunyai keterikatan ruhani..
Aku ingin menjadi teman yang baik untukmu,
Yang jika kau tak butuh aku, kan bertambah dalam kecintaanku padamu..
Yang jika kau butuh aku, takkan berkurang dikitpun kecintaanku padamu..
(Imam Ali)
Ag memang mungkin belum bisa menjadi teman yang baik untuk heggy, maafkan. Tapi heggy sudah menjadi teman yang sangat baik untuk ag, insya Allah. Ya,, teman yang tidak diukur dari seberapa sering kita berinteraksi secara fisik, tapi… teman yang seringkali berinteraksi melalui keterikatan hati.
Eh, ngomong-ngomong.. ag juga pernah ngerasa kayak gitu. Mungkin kita agak sedikit sama dalam hal “ingin didengar dan ditanggapi”. Tapi, monolog justru akan terasa nikmat sekali. Disaat semua orang diam dan hanya melihat kita, ada Satu yang selalu menyimpan senyum dan berbicara.. ALLAH, dengan caraNya.