untuk aku…dan kesombongan itu
kalau kita ingat bahwa Rasulullah itu luar biasa sabar, kita tak akan berani tegak berdiri di hadapan beliau dan mengeluh berpeluh bahwa kita punya beban yang luar biasa besar..
kalau kita ingat bahwa Abu Bakar luar biasa dermawan, kita tak akan berani menatap mata teduhnya jika nanti bertemu, karena seringnya kita memalingkan muka dan berdalih tak punya jika orang meminta..
kalau kita ingat bahwa Umar bin Khatab sangat tegas dalam haq dan bathil, kenapa masih juga kita masih setengah melangkah dalam berda’wah..
kalau kita ingat bahwa Utsman bin Affan sangat ulet berdagang, mengapa juga kita masih menggerutu memaki diri tak mampu, padahal binatang melata pun berlari memburu..
kalau kita ingat bahwa Ali bin Abi Thalib sangat cerdas luar biasa, masih jugakah kita berbangga akan kepintaran kita berlagak pandai yang jauh sungguh dari buku..
kalau..
dalam AlQuran,
Hadits,
dan Sirah…
orang munafik sangat dibenci jua dihinakan walau rupanya menawan…
maka..
kita sebut dirimu apa jika kita lebih dari itu???
mungkin harus kupinta Tuhan untuk membuatkan neraka khusus untukmu,
wahai jiwa yang sering mengeluh..!!!
Depok, 07 Maret 2008,
*untuk sebuah teguran yang tidak akan pernah cukup, hari ini, dan nanti…
(diculik dari sitenya ka ivan. lagi. karna sekali tak cukup)
October 26th, 2008 at 3:26 am
Untuk seorang Heggy yang setiap karinya dikemas dengan senyum dan semangat hidup…
Seriously… Gue yakin sepertinya K’Ivan nulis ini cuma buat gue…
Bahkan gue nggak ngerti lagi kapan masa2 futur ini akan segera berlalu.