Story Bidang pusgerak bem ui 2008

Selalu kehabisan kata-kata kalau saya harus mengurai mereka…
Tim terhebat yang pernah saya temui, meski kata seorang teman “pusgerak kali ini beda dengan pusgerak sebelumnya”. Ya, kami memang berbeda…
seorang Ketua BEM (sebut aja namanya Ai-bukan nama samaran^^), terkaget2 saat tau kalo yang menjadi seorang Koordinator pusgerak adalah perempuan pecicilan. Bukan anak FISIP, bukan anak FE, bukan juga anak Hukum. Melainkan anak Psikologi!! Iya, anak psikologi. Mahasiswi yang kesehariannya belajar wilayah2 personal dan bukan ranah public, apalagi menyoal kebijakan public, hak ekosob dsb. Hahay!!

Merunut satu tahun kami, kita. Saya yang keras hati kayak batu ini, gak sadar mesti hapus gerimis di wajah saya, berkali-kali (bahkan saat saya nulis story bidang ini pun bgitu, huhu..).

Pusat Kajian dan Studi Gerakan 2008: masih dengan jargon yang tidak kami ubah; Berpikir, Bernalar, Bertindak. Warisan semangat periode lalu yang memang sengaja kami pertahankan agar 3 konstruk itu menjadi pengingat bahwa jobdesk pusgerak memang disana. Ditataran ide dan gagasan, lalu konkret bergerak ke ranah praksis dengan kerangka kevalidan data, kajian komprehensif dan terpenting: dekat dan menjawab kegelisahan (masalah) empiric.

Lepas dari beban kerja pusgerak yang menurut saya WHOOOAAA!!! (Saking beratnya,hehe), saya amat bersyukur pada Illahi Rabbi karena mengizinkan saya bekerja dengan 14 orang pusgerak lainnya yang (faktanya) luar biasa hebat! Bukan hanya secara organisasi mereka juga sibuk diselain pusgerak atau secara akademik mereka outstanding (ada 3 mapres!hehe), tapi lebih dari itu. Saya mengklaim mereka hebat karena dari awal hingga akhir hari ‘perjuangan’kami di pusgerak mereka semua konsisten dan meski lelah (pasti!) tapi tetap optimal membadai.  Dan inilah manusia2 luar biasa dimata saya:

Imaduddin Abdullah, Agam Aceh ini Deputi pusgerak. Dari Imad, saya belajar untuk faham tentang apa itu konsistensi (untuk pake baju warna item teterusan. Hehe) dan komitmen. Juga bagaimana bisa belajar melepaskan diri dari bayangan masa lalu. Rendah hati, konkret, dan paling tau gimana caranya melengkapi saya yang tidak sempurna ini dalam mengawal pusgerak. Imad sudah menginspirasi saya tentang “gimana jadi anak pusgerak” dan tetap normal, somehow. Makasi mad..
Dimas Arif Nurdianto, haaa..saya speechless untuk yang satu ini. Kadang amat temperamental, tapi juga jadi yang paling melankolik. Tapi jangan sekali2 nyebut kata SI didepan Dimas, karena dia bisa meradang, he3x. Deputi pugserak yang satu ini selain suka ma issue (APBN, dan segala sesuatu yang berhubungan ma ekonomi terutama) ternyata suka juga bikin isu seputar diri sendiri  (haha…jadi inget FIK mas!). IrWinda vanya, jilbaber gak mainstream itu label Winda. Anak FH yang jadi PO LKSM ini dominan parah (seperti kebanyakan anak pusgerak lainnya), berpengalaman di Polkum dan Sosmas. No wonder, dya amat concern ma isu2 kemasyarakatan. Kalo udah ada di forum, satu  kebiasaan Winda adalah garuk2 kepala yang gak gatel saking gemes ma orang2 yang ada di forum. Ya kan win?^^. Sulaiman sujono, gak usah bikin bapak satu ini marah kalo gak mau masuk RS gara2 dya keluarin jurus2nya. Meski jago di martial art dan badannya gede bgt. Tapi Sule adalah pusgerak tersantun (Jawa sih..hehe) dan terenak diajakin Timbilding!! Timbul pusgerak di rumah Sule? Beuh..i wont forget that moment Bro! sooo cool!. Nuur Annisa, galak dan sengak kalo bicara. Berapi2 dan gak kompromi untuk semua isu yang menyangkut pendidikan (terutama). Tapi paling cengeng diantara semuanya, dan hey! Dia biang gossip abeees!!piss nisa!^^. Hadi Purnomo , anak FE yang melankolik dan (yang pertama kali) buat saya terharu karena pernyataan sikapnya tentang pusgerak diawal kepengurusan ini banyak banget bantu kasih pandangan yang beda tentang banyak hal. Gak Cuma mainstream ekonomi, tapi juga hal lain kayak diskusi, penelitian, dll. Hadi, saya diam2 menamakannya balancer. Somehow, Hadi jadi balancer di pusgerak yang kadang dinamikanya gak terkendali. Fufu…,
Evana dewi, (saya sedikit termenung waktu mau nulis ibu ini). Taekwondo jago, diskusi oke, dan yang paling saya ingat: ibu satu ini paling bisa meregulasi emosinya sedemikian oke (walau saya pernah liat eva emosi.hehe). eva, yang hati2 dengan hatinya. Hebat!. Dendi Permana, salah satu yang menjadikan perbedaan pusgerak tahun ini amat menonjol adalah karena kehadiran Ujang satu ini. Dengan logatnya yang amat kental nuansa Sukabuminya dan banyolan2 lucunya. He is the man banget!! Kalo ada Dendi, pasti yang lain bisa ketawa. Tapi selain jago jadi artis multitalenta (seriusan), Dendi juga suka kok berkerut2 keningnya, apalagi kalo udah diskusi dan bicara soal penelitian di BOE.ya den?,dan suka malu2 kalo ke Gap lagi jalan bareng ibu negaranya, huahaha.
Trisma Rahayu, perempuan dnegan label “tahriri”^^. Trisma yang pernah dua kali di pusgerak ini selalu ada kalau dijarkom untuk kajian (doyan banget!).
Karyadi, inget banget pertama ngobrol ma Yadi . semangat menggebu-gebu dan haus banget untuk cari ilmu. Harapan2 Yadi tentang Pusgerak , dan kekritisan Yadi setiap kali rapat. Plus, cerita-cerita Yadi tentang dunia diluar sana yang gak senyaman ini, sehingga itu adalah satu motif yang mestikita pegang kenapa pada akhirnya “kita ada disini”. Ya kan Di?.
Manggala Putra, biasa dipanggil Gonjes . sehari-hari  paling susah dicari, tapi ternyata sibuk berkubang dengan Jurnal Makara Wiratama. paling necis diantara semua laki-laki pusgerak (haiih..). Ratih Arruum,mapres psikologi yang satu ini tadinya gak pernah nyemplung ke hal-hal berbau gerakan dan sospol atau isu kemasyarakatan. Tapi ternyata….dibalik kekerenannya di bidang akademis, Arruum amat sangat peduli dan mumpuni untuk bahas isu2 gerakan (terkait pendidikan) terutama, dan analisis kritisnya yang ditambah dengam kemampuan analisis kantitatif. Beuh! Amat membantu!!
Hudzaifah Hanum, ini juga mapres. Pintar, eksis dikampusnya dan punya sebareg kegiatan. Ya…karena itu sih akhirnya pusgerak suka dilupain, hehe..tapi Hanum amat amanh kok, buktinya prokernya dikerjain^^.  Fiona Verisqa, double agent di pusgiwa dan nyambi di salemba (hehe). Keren bgt!!!belum pernah liat perempuan secadas ini sebelumnya. Jarak bukan lagi masalah ketika dihadapkan pada idealism dan kepentingan banyak orang. Konkret bgt!, cerdas, dan yang pasti: jangan main-main ma dokter gigi kalo ga mau dibikin mengkeret kayak satu orang Ketua BEM Univ terkemuka di Bogor.hahay!! weideggo Fio!. Selamat mencari..

 

Okey, terakhir…

Mengutip kata-kata Imad disalah satu Team Building kami dahulu: ini pusgerak terkompak yang pernah saya tau. kita team yang hebat!!. Dan saya mengamininya..bener banget!!

Ya, dan saya amat bersyukur karenanya. Terimakasih BEM UI, terima kasih Pusgerak 2008. Untuk menjadi begitu komitmen di haluan kebaikan^^. Together, yes WE can!! (heu…nyontek Obama nih!)

Untuk Tyan dan pusgerak 06/07, untuk Ivan dan pusgerak 07: hey..tugas structural pusgerak 08 sudah usai. Tapi semoga semangat ini tidak hilang ditelan siklus periodisasi..semoga nafas2 kebaikan bisa kita perpanjang. Selama yang kita bisa. Insya Allah.., terima kasih untuk semua TW-TW, nasihat, dan pengingatan yang tak habis2 untuk hari ini dan nanti.

 

 

2 Responses to “Story Bidang pusgerak bem ui 2008”

  1. Nisa Says:

    ada satu lagi teh yang belom:

    Heggy:
    ga bisa diem, pecicilan, bawel, nyebelin. tpi paling bisa bikin kita nyaman. tipe orang yang ‘klo ga bisa suka sekarang daripada ngomong di belakang., kadang suka beapi2 emosinya (sampe hampir dobrak pintu gara2 komen orang yang ga enak)
    tpi banyak banget ngasih pelajaran buat ade2nya (2004 sendiri soalnya). ga cuma pelajaran di oraganisasi dan mengolah isu, tpi juga gimana harus bersikap sampai bagaimana me manage hati. heeee

  2. ikaba05 Says:

    satu lagi..teh heggy itu dewasa orangnya..dalam sejarah pergerakan makasiswa di UI..baru ada pusat kajian dan study gerakan yang dipimpin oleh akhwat getho loch..smgt!n sukses d..punya tim yang solid!

Leave a Reply