manisnya donat berglazur gula, dan pahitnya cappuccino dinginkita. Aromanya menguar hebat.
Ditambah dua penjaga, pemberi warna tambahan yang sempurna
Bermenit dilalui dengan mendengarkan satu penjaga berkeluh kesah ttg kampusnya..
Aku yang sambil lalu mendengarkan, lebih asyik dengan pikiran sendiri
Sambil sesekali melihat lalu lalang, dan seringkali disapa orang (hehe..)
Plus, membalas sms atau mengangkat telfon dari manusia2 dalam lingkaran..
Tapi…pusat perhatianku saat itu Cuma satu, kamu tau apa kan?
Dan aku berbisik pada satu penjaga di kananku “mm…baik gak?”, anggukan dan senyumnya membuat lega. Fiuh!!
Lelah berjibaku di satu tema, kita mulai mengangkatkemungkinan menyegarkan pikiran
Kebun raya? Lavender? Selot? Smaku? Bekasi?lampung? hehe..
Dan sang penjaga berkata, “ kita ke tempat ini aja yuk…”
Dan perjalanan itu dimulai..
Mushalla yang mesti dijaga bergantian, shalat diimami untuk pertama (kedua ding. Dzuhur kan udah), dan perjalanan turun yang mestinya menggelinding, ohohoho.
Hingga tempat ibadah nan sakral itu, aku ingat. Kain kuning yang harus kita pakai.
Dupa, bunga, patung, tangga, pura, dan kain2 bagus..
Dan mataku yang memandang langit sesungguhnya melampaui itu, aku memandangimu..wahai kebaikan…
Melihatmu. Sungguh mengurangi penat, sambil tak sadar, bahwa itu juga yang membuat hatiku bertambah berat..ahg!!
Pura. Dan kau melihatku. Sedikit makan (tak makan sayur) dan pemilih. Sedikit minum (seteguk itu cukup).
Well..gud time we have.
Dan….penjaga pulang. Dengan terlebih dahulu ‘meminta izin’, kita bs benar2 melihat.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Pajajaran. Lavender-warnet-Makan dan selesai. Tapi aku salah.
Sepanjang jalan, dgn liciknya aku digdaya!dan kau terpuruk saja dengan jalan raya, setir dan incubus. Sungguh merana. Dan aku? tak ubahnya raja, tak sungkan memandang ‘jajahan’ sambil membatin dan bergemuruh tasbih..
“laten itu lebih hebat” kataku, dan latenku menyublim nyata, tak terbendung-bendung. Luar biasa!! 5 kali. Tak lebih dari 5 kali dalam seumur hidupku, laten itu bisa bersuara dan diekspresikan dengan jujur..
Kuambil mushaf itu dengan giris, bergulir lagi.. kuciumi sayang dan cinta..sungguh cinta bukan buatan, rindu. meski kadang Ia tak bisa kutebak dan kadang Ia tak berikan yang kumau, tetap saja…, tempatku menggantang asa dan menumpahkan harap tak ada lain.
Pada selarik penutup mushaf, kubisikkan doa-doaku yang kutujukan padaNya…dan kuberikan padamu wahai kawan. Agar keberkahannya terus ada, meski raga tak lagi menyertai
Pejam mata. Tapi aku melihatnya..merasakannya. membakar hebat seluruh raga!! Bertahan atas nama tunduk…menjaga atas namaNya..untuk sebuah awal perjalanan yang dengan sadar dipilih demi keberkahan.
Kepala, rambut, telinga, dan wajah yang tak bisa berdusta. Menikmati detik-detik itu sepenuh jiwa, karna meski raga yang merasa, tapi batin yang bergolak…begitukah?
dan mushaf menjadi perantara rasa. Kau harus tau, bergetar hebat tanganku ketika itu..
Hati-hati. Baik2, u’ll be fine.
Dan akhirnya..aku pergi.
Urung sesaat demi kalimat itu terucap. Dan kaca di matamu yang tak retak..
“ulang”. “Indonesia atau inggris?”
Hehe…ga usah deh. Udah denger kok. “dan liat”.
*dankarena pernyataan tak pernah butuh jawaban.maka, tak perlu ada balasan kan?*
Pergi. Dan tak menoleh lagi. Itu yang kau lihat? Dan itu yang dijalani.
Tapi…semoga kau tidak tau, di detik aku angkat kaki. Langkahku ringan…karena sudah taklagiada beban pikiran. Aku sudah mengembalikannya pada si pemilik. Ia yang berhak menentukan..aku sudah berikhtiar sebisaku…dan tak akan membangkang lagi. Tinggal menunggu. Dansambil menunggu, banyak hal yang mesti dikerjakan.
Waktu akan terbang…dan jawaban akan datang..
Jazakallah ya.
C ya!
~tutup buku, krna sudah akhir tahun. Kita buat agenda baru yuk!!, bunga dan riza mau ikut? ^^
*absurd sih. Tapi emang ga tau lagi msti disusun atau gak. Ini gak pake edit soalnya.he..maaf yah!