Archive for December, 2008

makasi ya..

Tuesday, December 30th, 2008

hffh….bicara ma kalian berdua selalu membuatku lega.

jazakumullah ya ndu..pat..

meskipun tmpt makan kita gak bgt. *huff..patrya sih!!jadinya makan disitu deh. kan gw janji ga makan disitu lagi. huhuh..,

tapi..semua yang kita bicarakan somehow membuat gw lega. bisa bicara selantang itu selain dhgn ivan dan cune. makasi udah mau ngerti posisi hg yang sulit (dalam sistem tapi jadi devian bareng ivan,hehe..).

kalian lucu ya…mencoba memahami dan merunut, meski ga jelas. tapi ga papa..didengrin kayak tadi malam aja udah syukur..^^

 

makasi ya ndu..pat..

lain kali kita ngobrol lagi. soal HI yang ilmu hopeless (heeh..gw dah sadar itu dari dulu, makanya ga mau ke HI.hehe), dan sistem yang tak sempurna tapi patut diperjuangkan dgn kejernihan logika dan hati. semoga..

 

dan untuk diskusi2 yang akan datang..saya berdoa untuk itu

* spesial untuk kamu, yang menelfon saat sms itu dikirim.

” cuma patrya yang bisa nambahin apa yang ga bisa heggy liat. udha tanya semua orang dan mereka ga ngerti apa yang heggy bicarain. tapi pat pasti tau maksud heggy apa”

dan itu berarti:

absurd ini amat konkret untukpatrya, dan dya faham. selalu faham. jazakallah..untuk dinginnya yang bikin heggy sdar. aku punya jawabannya. makasi ya jagoan..^^

malem ini jadi main2 ma afs?? yukkk!!!

semangat!!

Tuesday, December 30th, 2008

dan doa sudah terbang.

 

sekarang? waktunya menjejak bumi. menyisakan segenggam harap, dan setumpuk pekerjaan yang menyenangkan, karena hidup terlalu mahal hanya untuk dibayar dnegan mimpi tanpa usaha…

 

berlari saja, ada Allah yang menguntai setiap jenak kita. dan akan diganjarNYa suatu hari, dengan balasan termahal. aku percaya…

 

maka, berlarilah kalian..

bertebaran di muka bumi..

agar suatu hari. ketika dipertemukan kembali, keadaan yang lebih baik memihak…dan keberkahanAllah menaungi.

 

semangat!

PS: hari ini :LPJ BEM UI, publik. saya sudah resmi turun. tapi..saya justru semakin sadar. bahwa pundak ini tidak pernah ditakdirkan untuk ringan. akan selalu ada hal2 menyenangkan untuk dikerjakan..

ya kan Allah? ^^

 

pps: salam, kalo aksi palestina, jgn ashobiyah ya! kasian ldk bandung raya. hehe…semangat sunduqnya!!

manusia-manusia Selasa…

Tuesday, December 30th, 2008

restu

heggy

emma

dahlia

 

adakah yang akan menyusul (nama terakhir sedang dlm proses)?

 

aku, beruntung sekali….bisa menyelang minggu dnegan mereka.

kami, manusia-manusia selasa. diberikan kesempatan pergi dan menghirup udara luar kampus hanya dengan seizin dan kemurahhatian Allah saja…

 

barakallahu lakum!

-manusia selasa, kedua setelah restu. diberikan kehormatan untuk ga jadi yang terakhir.

semoga pohon itu tak menyembunyikan

Monday, December 29th, 2008

ada satu pohon yang bersekutu, bahkan dikala batu pun tak lagi mau diam.

saat ini, satu doaku yang mengarah lurus ke langit adalah agar pohon itu tak lagi mau bersekutu dgn musuh segala zaman..

tak ada tempat bagi manusia2 degil pembangkang firman Tuhan.

tak tahu terimakasih dan rasa sayang..

aku dan lautan doa itu. pasti punya peran atas tumbangnya kedzalimanmu.

tunggulah, bulir air mata para syuhada takpernah Allah hargai murah. tunggulah hingga janji Allah sampai pada waktunya,,,

*hg maujadi wartawan perang.

1-10. berapa berani kau taruh untuk bisa membantu ringankan bencana kemanusiaan ini?

ah Allah…bantu…

selesai

Monday, December 29th, 2008

manisnya donat berglazur gula, dan pahitnya cappuccino dinginkita. Aromanya menguar hebat.

Ditambah dua penjaga, pemberi warna tambahan yang sempurna

Bermenit dilalui dengan mendengarkan satu penjaga berkeluh kesah ttg kampusnya..

Aku yang sambil lalu mendengarkan, lebih asyik dengan pikiran sendiri

Sambil sesekali melihat lalu lalang, dan seringkali disapa orang (hehe..)

Plus, membalas sms atau mengangkat telfon dari manusia2 dalam lingkaran..

Tapi…pusat perhatianku saat itu Cuma satu, kamu tau apa kan?

Dan aku berbisik pada satu penjaga di kananku “mm…baik gak?”, anggukan dan senyumnya membuat lega. Fiuh!!

Lelah berjibaku di satu tema, kita mulai mengangkatkemungkinan menyegarkan pikiran

Kebun raya? Lavender? Selot? Smaku? Bekasi?lampung? hehe..

Dan sang penjaga berkata, “ kita ke tempat ini aja yuk…”

Dan perjalanan itu dimulai..

Mushalla yang mesti dijaga bergantian, shalat diimami untuk pertama (kedua ding. Dzuhur kan udah), dan perjalanan turun yang mestinya menggelinding, ohohoho.

Hingga tempat ibadah nan sakral itu, aku ingat. Kain kuning yang harus kita pakai.

Dupa, bunga, patung, tangga, pura, dan kain2 bagus..

Dan mataku yang memandang langit sesungguhnya melampaui itu, aku memandangimu..wahai kebaikan…

Melihatmu. Sungguh mengurangi penat, sambil tak sadar, bahwa itu juga yang membuat hatiku bertambah berat..ahg!!

Pura. Dan kau melihatku. Sedikit makan (tak makan sayur) dan pemilih. Sedikit minum (seteguk itu cukup).

Well..gud time we have.

Dan….penjaga pulang. Dengan terlebih dahulu ‘meminta izin’, kita bs benar2 melihat.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Pajajaran. Lavender-warnet-Makan dan selesai. Tapi aku salah.

Sepanjang jalan, dgn liciknya aku digdaya!dan kau terpuruk saja dengan jalan raya, setir dan incubus. Sungguh merana. Dan aku? tak ubahnya raja, tak sungkan memandang ‘jajahan’ sambil membatin dan bergemuruh tasbih..

“laten itu lebih hebat” kataku, dan latenku menyublim nyata, tak terbendung-bendung. Luar biasa!! 5 kali. Tak lebih dari 5 kali dalam seumur hidupku, laten itu bisa bersuara dan diekspresikan dengan jujur..

Kuambil mushaf itu dengan giris, bergulir lagi.. kuciumi sayang dan cinta..sungguh cinta bukan buatan, rindu. meski kadang Ia tak bisa kutebak dan kadang Ia tak berikan yang kumau, tetap saja…, tempatku menggantang asa dan menumpahkan harap tak ada lain.

Pada selarik penutup mushaf, kubisikkan doa-doaku yang kutujukan padaNya…dan kuberikan padamu wahai kawan. Agar keberkahannya terus ada, meski raga tak lagi menyertai

Pejam mata. Tapi aku melihatnya..merasakannya. membakar hebat seluruh raga!! Bertahan atas nama tunduk…menjaga atas namaNya..untuk sebuah awal perjalanan yang dengan sadar dipilih demi keberkahan.

Kepala, rambut, telinga, dan wajah yang tak bisa berdusta. Menikmati detik-detik itu sepenuh jiwa, karna meski raga yang merasa, tapi batin yang bergolak…begitukah?
dan mushaf menjadi perantara rasa. Kau harus tau, bergetar hebat tanganku ketika itu..

Hati-hati. Baik2, u’ll be fine.

Dan akhirnya..aku pergi.

Urung sesaat demi kalimat itu terucap. Dan kaca di matamu yang tak retak..

“ulang”. “Indonesia atau inggris?”

Hehe…ga usah deh. Udah denger kok. “dan liat”.

*dankarena pernyataan tak pernah butuh jawaban.maka, tak perlu ada balasan kan?*

Pergi. Dan tak menoleh lagi. Itu yang kau lihat? Dan itu yang dijalani.

Tapi…semoga kau tidak tau, di detik aku angkat kaki. Langkahku ringan…karena sudah taklagiada beban pikiran. Aku sudah mengembalikannya pada si pemilik. Ia yang berhak menentukan..aku sudah berikhtiar sebisaku…dan tak akan membangkang lagi. Tinggal menunggu. Dansambil menunggu, banyak hal yang mesti dikerjakan.

Waktu akan terbang…dan jawaban akan datang..

Jazakallah ya.

C ya!

~tutup buku, krna sudah akhir tahun. Kita buat agenda baru yuk!!, bunga dan riza mau ikut? ^^

*absurd sih. Tapi emang ga tau lagi msti disusun atau gak. Ini gak pake edit soalnya.he..maaf yah!

cmeburu yang tak perlu

Tuesday, December 23rd, 2008

sungguh tak santun. membentak pada penguji, melihat dgn satu mata. sambil dalam hati bersubhanallah ria dan bergemuruh tahmid..

 

ah, cemburu. pada mereka yang bisa menuliskan apa yang ada dalam kepala dgn runtut. saya tidak bs!! hari ini saya membuktikannnya lagi..

 

saya harus bisa menulis ilmiah. kan mau jadipeneliti! ^^

i just did it!

Tuesday, December 23rd, 2008

rasanya? biasa aja..

hehe. restu kali ini benar (dya sering bener sih…)

dan untuk merekalah status baru ini kuperuntukkan.

jazakumullah khairan katsira..

*ma, kepercayaanmu tak pernah kulepas. hingga saat ini. hehe…^^

buat mama. selamat hari ibu (buatku, seribu kali kululus juga gak  cukup)

ga romantis kok!

Saturday, December 20th, 2008

Selimuti aku dengan malam tanpa gelap yang menakutkan

Tutup telingaku dengan suaramu

Tanpa ada dosa dan tidak percaya saat mata tertutup oleh sentuhan putri malu..

Dan ketika..

Halimun biru tudungi hati malam ini

Hanya dengan mengingat esok mentari datang dan kurangi bilangan,

Gelap dan dingin tak lagi menyisakan gigil sepi..

 

*absurd. Tapi sepertinya aku mengerti bait2 pertamanya..
dan semoga kebaikan menghampiri setiap jenak  berlandaskan  fillah dan lillah.

**suatu saat warnanya akan berubah. Hehe…, meski itu kemungkinan. Tetap saja mungkin ^^

 

metafora2 itu bermetamorfosis

Thursday, December 18th, 2008

lamat2 semakin jauh asa..

tak terbayar meski sudah ditukar. dgn banyaknya bilangan tak terkuantifikasi: bulir air, tetes darah, nilai kepuasan dan senyum ibu, rasa malu, gengsi. sebutlah apa lagi..

 

saya taklagi punya metafora. karena kiasan tak lagi mempan

sindiran apalagi teguran tak berpengaruh.

 

dalam gilda, saya hanya bisa bicara pada gulungan2 kain; merutuk pada dinding; mencaci diri sendiri; dan dalam satu konstruk tertentu mendahulukan sabar dan tenang, meski saya tak biasa begitu. tapibeginilah..saya hidup dalam gilda. gilda yang semestinya lekang dan perlu penyesuaian..

 

*ketika satu dua pengingatan tak lagi cukup. saya sadar, itu karena saya yang keras kepala, dan keras hati. tak pernah ada masanya mereka, kalian jadi tertuduh..

 

.-/l/l/.-/….//-.-/.-/u//-/.-/u//

.-/-.-/u//–/./-./y/./.-./.-/….//

big girls dont cry..

Thursday, December 18th, 2008

i did.

 

i cried.

 

hook me up. shut the sparks down.

*dan kata2 tak lagi bisa mwakili rasa pahit kecewa dan malu karena berorangtuakan tak ramah, berumahkan rasa sombong.

orang2 kepercayaanku. sandaran2ku.

 

sungguh aku malu, pernah berkata “aku percaya”. tidak, tidak lagi, maaf saja.