Archive for December, 2008

laper dan laptop yg mati tiba2

Tuesday, December 16th, 2008

tebak. laptop rusak dan data2 skripsi disitu semua. telfon orng yg kepikiran pertama kali dan malah nyesel udahnya (ngapain juga?? kan udah janji ga akan ngerepotin sampe bener2 bisa direpotin (haduuuh..apa sih?!)). trus, cari akal: AHA!!! (bukan aha FE loh ya), ktemu. AJC.

dannnn….trararam…laptop sembuh ^^. alhamdulillah…

sekarang laper. mau bakpaw, dan mau ngobrol ma abang pembawa bakpaw. ada gak ya yg jualan?

cari yuk!

 

*thanx anyway bang J. u re sooo helping. beres sidang kutraktir keliling UI dan hunting foto deh (hmm…kan batal. ya udah. kita ganti dgn tilawah aja. surat An Naml)

no title

Tuesday, December 16th, 2008

so dumb. soooo numb.

call him. no u cant

call her. please…

 

diam adalah teriakan terdahsyat.

saya perlu dia, rahadian anwar, hidayati sarah, shanti n andin, dan patrya pratama. rite now.

ya. saya determinan

Tuesday, December 16th, 2008

kembali, untuk restu yang ada di samping saya untuk berkata:

” kerjain please skripsinya…”

dan untuk feedback bab 1 dan 2-nya

dan untuk makan siang barengnya

dan untuk kata2 ” kamu kan single fighter”

 

ya. saya hanya malas. tapi saya tau saya bisa..

Restu, selamat ya…untuk gelar barunya. untuk tambahan amanah di pundak. untuk cita2 yang gak akan habis didera waktu..

 

*untuk kawan yang ga (ga) mungkin begitu (hehe…nt pasti ngerti). saya lega kalo restu marahin saya. terima kasih karena menjadi begitu peduli bahkan disaat diri sendiri pun tidak. u are AWESOME. hear that? AWESOME.

~didedikasikan untuk Restu Tri Handoyo, S. Psi

……………

Sunday, December 14th, 2008

apa yang bisa ditulis lagi, jika rasanya bahkan tak hilang?

diucapkan berkali-kali pun tak cukup..karena selalu kurang.

 

tapi..bolehkah jika kuundur sejenak? agar kelak tak mengecewakan..
agar yakin, bahwa itu tak hanya keluar dari mulut, tapi dari hati.

dengan Allah sebagai saksi.

 

untuk nanti yang masih 50-50.

 

uhibbuki fillah. itu katamu.

hingga ke surga. insya Allah..

i’m free

Friday, December 12th, 2008

aku menegaskan diriku bebas. dalam kerangka luas.

 

bebas seperti Berdyaev..

berhala keismailan kita

Monday, December 8th, 2008

 

semoga runtuh segala berhala..Layaknya Ibrahim yang meluruhkan berhala keismailan.

Adakah kita tahu, bhawa dalam setiap ujian ada keimanan yang sedang beringsut pada 2 pilihan..”

 

Belajar dari ayah para Anbiya, rasa2nya tak pernah cukup. Mulai dari kekritisannya dalam menemukan keyakinan (ari sayah? Boro2..), kekonsistenannya dalam mempertahankan keteguhan iman, kecerdasannya berstrategis (inget fragmen penghancuran berhala?), kesantunannya pd orang tua (Q.S Mumtahanah ayat 4), tak panjang kata…cukup taat saja, bhkan ketika hal2 terbaik harus dicerabut. Ia tunduk saja..dengan sebenar-benar  tunduk…, tak mengharap kemudahan, namun percaya akan Ridha Tuhannya yang bahkan tak terperikan kata untuk mewakili.

 

Belajar dari para istrinya, Sarah mewakili kecantikan dan kelegaan hati yang tetap manusiawi (ingat rasa cembuurnyapada Hajar? Setauku, karena rasa cemburu itu maka perempuan punya konsekuensi untuk ditindik (benerin kalo hg salah)).
Hajar mewakili keikhlasan dan taat tiada banding pada suami dan alasannya jelas: karena Allah. Hajar yang budak dengan kulit kelam, tenryata mentalnya amat terdidik dan cendekia..

 

Belajar dari anak kebanggaannya: ah kawan! Kita semua sudah terlalu sering dicekoki. Hingga rasanya tak perlu kutulis lagi disini ttg Ismail dan ketundukannya pada perintah Tuhan dan Ayahnya. Tak berlebihan kiranya jika Ismail mewakili konsep ttg pengorbanan dan rasa tsiqoh yang meluap-luap.

 

Dan satu keluarga ini punya satu konstruk utama yang menjadikan jalan cerita hidup mereka Allah abadikan dalam ritual Haji: penghambaan.
Penghambaan pada sesuatu yang jelas, dengan kepahaman, dengan keikhlsan. Millah Ibrahim yang lurus. Penghambaan pada Rabb semesta alam. Tak goyah.

Dan kita? Semoga bisa terus belajar darinya, dari mereka. Membuang berhala keismailan kita masing2. Amin

 

Bonus:

Belajar dari Nabi Ibrahim, istri2nya, dan anak2nya. Menantang padang pasir tandus, bersabar dengan segala ujianNya, dan berkorban karenaNya…
*selamat Idul Adha*”
(ai)

Serenade adit..

Monday, December 8th, 2008

 

Blue, the shining sky

Green, the ever after forest

Red, the noon farewell

Black, so dark the con of me

 

 

Whatever I was delusive or it was my lame slowness.

But I’m paralyzed now.

 

Never thread a path that angel have feared to throd!

It was never a comfy red carpet, it’s a burning soil.

(heggy, jgn pernah jatuh hati. Pakai cara biasa saja)

 

*untuk kamu yang sedang berjibaku dengan kawan yang tak bisa bersekutu: terimakasih Karena sudah berbagi…means lot!. Yup, tidak jatuh hati. Tidak akan.

 

Orange, the cheerful and bitter

Grey, safe place and opportunist

 

Los colores: make ur day just like the rainbow. Rojo, Amarillo, blanco, negro, marones, azul, rosa.
tapi..ada satu warna yang gak mau kupunya.

kawan, ini kubayar hutangku

Monday, December 8th, 2008

Andaikan ada yang bisa mewakili, maka serenade itu akan tersampaikan..

Sayang, tak ada padanannya..

Tidak juga puisi gubahan Tagore,

Apalagi Wiji Tukhul yang isinya serapah.

Lagu cinta Stone, atau Jones? Tak mempan!

Rasanya terlalu absurd..

 

Ah!! Bagaimana ini..

Bahkan seorang akupun jadi bisu dibuatnya.

 

Dan kau? Masih tertawa disana.

Aku hampa.

 

Dan semua pekerjaan sudah tandas kukerjakan

Tapi ada yang tersisa. Kau.

Kau, unfinished task.

Pekerjaan seumur hidupku: membenahimu.

 

 

* untuk kamu, yang menuliskan namaku dgn lengkap diantara nama Al, akew, ida, icha, erik, dede, dll. ^^

Ia yang tak terduga

Monday, December 8th, 2008

Maut, jodoh, rezeki. 3 hal prerogative Allah. Kita hanya bs memperjuangkannya lewat sebuah term bernama  doa, agar peperangan takdir  dan doa menjadi nyata dan somehow kita berharap doa kita yang dimenangkan. Begitukah? Mungkin..

Hhuufhh…saat menulis ini hati saya sedang berat. Gak tau kenapa, tpi yang pasti lagi galau bgt.

Di titik ini, saya masih sedang berandai2..andai saja..andai saja..andaikan saja…maka…
tapi toh hidup ternyata tetap berjalan tanpa andai2 itu ada. hanya saja…pengandaian2 itu dilakukan karena kadang saya tidak bisa menanggungkan ironi yang saya lihat. Maka sy berandai2..

 

Ingatkah kau kawan, pd satu tulisanku dulu,

perempuan2 hebat tidak memiliki banyak waktu…bagi mereka laki2 cengeng tak memiliki tempat..”

Andai saja..kau mengerti dgn baik artinya, dan kau melakukannya. Mungkin tidak perlu luka.

 

*manusia, menuliskan garis hidupnya sendiri, sesuai dengan yang sudah Allah takdirkan. Namun Ia tetap berkuasa penuh atas pilihan2 hidupnya. Tahukah? Aku belajar sesuatu, bahwa trnyata: “menunggu waktu yang tepat” dalam definisi kita, kadang bisa berarti “melepaskannya untuk orang lain dan membuat kita harus menunggu sesuatu: luka yang sulit kering”
dan kadang, kita dengan sadar melakukannya..menoreh luka untuk d

 

Allah, sungguh Kau amat tak terduga. Tapi…semoga tidak perlu lagi ada hati2 yang tertoreh oleh satu konstruk absurd paling kubenci berjudul cinta.

insya Allah

Thursday, December 4th, 2008

15. 32, Sudut Perpustakaan Psikologi, sayap Kiri.

 

pokoknya mesti lulus semester ini. ga boleh nggak”

“siapa? re***?”

“bukan. heggy pokoknya mesti lulus semester ini. nggak boleh nggak. ya?”

(diucapkan sambil buka topinya dan merapikan polem (hahay!) ke belakang)

 

terima kasih..saya mencatat itu baik2. dan heggy menjawab:

“ya. insya Allah. saya akan lakukan yang terbaik”

 

jazakallah, restu. dan kamu2 sekalianyang mendoakan (ayi, mitra, dahl, nisa, padang, goz, hary, edwin, inda, adhi, mbah, harry, lisa, resa, evi, acha, kif,lia, bunga, afif, wanteng, uga, budi, kang begras, bocil, ne, day, nur, dan semua anak pusgerak, juga semua hati yang mendoakan…)

waiyyakum..