Hari luar biasa..

Merasakan cinta sepenuh jiwa, saling menjaga meski raga meminta berbeda.

Dingin metal di telinga, hembusan nafas hangat, membaui harum lekuk bumi, sepenuh sadar tak lagi berjarak. Dan dalam satu hentakan, menjauh..menghindar. for good.

 

Ketika Allah hadir dalam setiap tarikan nafas, tasbih menjadi pembeda, dan istighfar penyekat ingin yang tak pernah terpuaskan..

Aku tau, ada Allah disana. Menjaga..

 

Sabar jiwa, yang terbaik akan datang pada masanya. Entah sesuai dengan ingin

Atau takdir lain yang mencerahkan…

 

At that time. Happy we shall be..-apapun yg dihamparkan sebagai kenyataan-

 

*karena Freud salah. Manusia bukan kumpulan drive yang harus selalu dituruti. Manusia bukan pula konsepsi stimulus-respon kaum behaviorist. Insan terbaik ciptaan Allah, takkan serendah dan sedangkal itu bukan?

                                                                                                                         

One Response to “”

  1. no name Says:

    keadilan
    rasul bahkan bilang..tak ada adil dalam cinta
    adanya propor

    aku hanya bingung
    aku tak pernah ada bagimu

    lepas dari sapapun
    cuma akudan kamu

Leave a Reply