ritmis gerimis
ringan saja melenggang, meski hujan
senyum2 senang..
tak berpayung karena menantang hujan adalah hal manis tersendiri
dominan dalam balutan hitam, semendung awan bergumpal
meski itu kontras dengan warna langit hati..
“hey. bisa keluar gak?”
dalam hati..cud you see me?
dan tanpa bisa ditahan. tertawa. entah untukapa..
tapi lucu. karena aku geli membayangkan diriku sendiri..
3 menit 34 detik waktunya. singkat, tidak cukup, tapi semoga itu menenangkan.
artis memang kadang2 sulit dipegang. tapi bukan berarti dya gak punya preferensi ajeg kok.
santai saja…
si naif nan degil dalam urusan satu ini. mengambil langkah bodoh yang mungkin akan disesalinya (bodoh luar biasa) seumur hidup. tapi pasti, dya juga bersyukur untuk kebodohannya kali itu.
berbeda dunia. mencoba mempersingkat jarak, dan tetap berjarak. tapi seperti bisa menembus dimensi. kami saling mengerti (begitukah?)
hitam aku dan putihmu.
*inget itu masih ketawa2 loh sampe sekarang. hehehe…lucu bgt!!
ps: sesimple itu. maka, tak perlu rumit. toh kalau yakin, suatu hari akan dibayar. santai…
dan gerimis yang ritmis itu seperti lelucon saja. menaburkan basah yang tajam dan giris. sungguh kontras!