Archive for February, 2009

Perempuan berkalang sorban (bukan berkalung loh!!)

Monday, February 9th, 2009

Abis nonton PBS yang dirkomendasiin ma abang (bang ai) dan hmm….ga heran kalo abang bilang heggy dan mbak arie mesti nonton filmnya. Nyentuh isu gender sih..

Settingnya pesantren kuning deh tuhkayaknya (pesantrn yg bukan pesantren modern maksudnya, jadi masi pake ajaran Islam yang kemungkinan besar menutup diri dari fatwa2 kontemporer terutama seputar isu gender dan peran perempuan)

Sebenernya, ga semua pesantren kayak gtu sih…mungkin ada (pasti ada), tapi agaknya sih lebih banyak yang memberikan pemahaman utuh ke santri2nya tg Islam dan bagaimana Islam pada akhirnya memberikan keduduka mulia dan setara (gw ga nyebut sama loh ya) kepada semua insan, termasuk perempuan..

 

Khusus mengomentari film itu. Heggy pikir, bagus2 aja sih (yaa,,gw jg ga ngarti sihsoal pelem,hehe..). menurut pandangan wam hg mah..tuh pelem bisa kasi pemahaman lebih jauh aja ke banyak org ttg isu gender dalam Islam. Meski diawal film lebih banyak hal2 yang biking w gondok. Seperti misal: statement yang mengaskan bahwa perempuan itu tempatnya di rumah, dan fakta (bener berarti) bahwa harus ada mahram untuk perempuan demi alasan keamanan.tapi ya…namanya jg pelem, pasti ga komprehensif kasih gambran dan penjelasan ttg itu semua…ngerinya, ada aja orang yang berpikir bahwa hal2 kayakgtu emang ‘gak bisa dikompromikan’. Padahal..Islam itu kan spektrum bahasannya luas dan nyambung kemana2, kontekstual, juga gak ekstrem (Islam itu kan ditengah2, dan memudahkan).

Meski diakhir, mbak Annisa (revalina s. temat) cukup dramatis kasi konklusi. Kurang lebih menurut interpretasi hg dia bilang,

“ Allah udah kasi keutamaan pada perempuan, dengan menempatkan surga dibawah telapak kaki kita..tapikadang, itu juga mungkin membebani.., setiap dari kita pasti jadi calon istri untuk suami2 yang kita cintai, jadi calon ibu untuk anak2 yang kita lahirkan..tapi kita juga diri kita sendiri. Berdiri dan eksis. Mengada menjadi diri kita yang paling baik. Sebelum menjadi sesuatu bagi yang lain, kita adalah sesuatu untuk diri kita sendiri. Untuk apa-apa yang kita yakini, untuk semua yangkita lakukan, dan kita pertanggungjawabkan…maka, yakin dan lakukan apapun yang bisa kita lakukan..”

 

Redaksionalnya sih ga gitu..itu mah cm interpretasi hg ajah ^^. Tp ya jadi ngerasa kalo pada akhirnya Islam memang berdiri diatas bendera keadilan, termasuk adildalam memperlakukan makhluk..

 

Perempuan berkalang sorban, bisa jg diartikan sebagai perempuanyang punya tanggung jawab setara dalam segala aspek, gak melulu bergumul di ranah domestik aja..hehe.. (ya iyalah! Ishlahul ummah tuh kerjaan setiap orang, bukan Cuma laki2 aja kaleeee…)

Untukmu, yang menunggu untuk beribadah sempurna…

Monday, February 9th, 2009

Aku ingin bertanya, apa makna ibadah untukmu?

Haruskah ibadah dilakukan dengan seseorang yang kita harapkan?

Adakah ibadahmu akan lebih optimal jika dilakukan bersama dengan ia yang kau harapkan?

Apakah makna sejati ibadah untukmu, saudaraku?

 

Benarkan jika aku salah lagi kali ini…

Ibadah, adalah apapun yang engkau niatkan karena Allah Ta’ala, apapun bentuknya…

Ibadah adalah apapun yang kau kerjakan sesuai dgn tuntunan dan kau lakukan dengan optimal

Ibadah adalah ketika kau memasrahkan dan tidak menghitung poin2 apa yangkau akan dapatkan dari hasil ibadahmu..

Ibadah adalah ketika kau melakukannya, berproses didalamnya, dan tetap percaya bahwa apapun hasilnya, itu adalah hal terbaik yang Allah berikan untukmu (meski kadang, hasilnya jauh dari ingin kita)

 

Karena dalam ibadah, ada konstruk  bertajuk ikhlas disana. Betul kan?

Karena dalam ibadah ada tekad untuk melakukan amalan2 terbaik. Ahsanu ‘amala..

Karena dalam ibadah ada kebermanfaatan luas yang  kita harApkan akan tercipta

Krena dalam ibadah, kita akan menemukan esensi keeksisan kita di dunia…

Karena dalam ibadah, selalu ada hikmah yang Allah berikan..

Karena dalam ibadah, ada pelajaran yang akan membuat kita semakin kaya..semakin teguh..semakin tsabat..semakin konsisten dalam jalan kebaikan..

 

 

Dan apa yang membuat ibadah kita sempurna?

Percaya, bahwa dalam setiap pengoptimalan doa, penyempurnaan ikhtiar dan pelurusan niat..selalu ada kuasa Allah. Tawakal.

Diatas segalanya, ibadah kita hanyalah prerogative Allah untuk menilainya…dan bagiku, akan sempurna jika ketundukan, kepasrahan itu mengiringi sejak dari awal hingga akhirnya.

Shalat, senyum, menulis, bekerja, mandi, buang sampah pada tempatnya, tepat waktu, jujur, shaum, menikah, kuliah, belajar, tidur, dan semua yg bisa kau tulis..itu adalah ibadah ^^, insya Allah

 

 

*mari saling mengingatkan, bahwa sebesar apapun ingin kita, seberharap apapun kita pada sesuatu, Allah lebih faham apa yang terbaik untuk hamba-hambaNYa.

girlstalk

Friday, February 6th, 2009

apa coba?

kata ami: cinta, cowok, nikah

kata rio: puisi, cewek *halah!!*, buma, kopdar

kata abah: kuliah, mobil, kerja, nikah

kata zae: s2,kerja, pemilu (men…), binaan, ads

kata patrya: menang, teh botol, paris, ayam, pidip yang pidip, undp, goib

kata cune: absurd

kata gw: *yg ada dikepala cuma satu*. ambil

ambil hak loe

ambil kewajiban loe

ambil semua mimpi dan jadiin nyata

ambil yang bisa diambil dan halal plus baik

ambil yang bisa loe jadiin lebih baik keadaannya

ambil kesempatan untuk seneng2

ambil peluang untuk jadi dewasa

ambil semua hal positif dan jgn buang yg negatif (kita rekonstruksi aja)

 

*ketika menulis ini, saya sedang cemburu. entah pada apa..

miss u guys.

sering bgt ceroboh deh ah!

Friday, February 6th, 2009

tau gak? kemarin aku jatuh di rel kereta api, deket jalan mau ke arah kober (anak2 yg sering lewat situ pasti tau). pasalnya, gara2 gelap gada lampu dan keasikan ngeliatin kanan kiri, malah ga liat bawahna ygn banyak lubang2 ga jelas. huuuhh…

pas lagi jatuh gitu, dateng kereta ekonomi arah bogor. pas di rel tmpt heggy jatuh. untung lagi berenti, tapi…yg bikin sebel adalah, kaki hg ga bisa digerakkin, dna org2 (mas2 lebih tepat) yg ada dket situ cuma bisa liatin doang!! emangnya kaga pada bisa mikir apa ha???. sebel…

ya udah,,,dgn setengah menyert badan, karna kaki beneran ga bisa gerak, mencoba menyeret diri ke pinggir. ngeliat gw kesusahan agaknya tuh mas2 iba, gw dibantuin juga deh.. *kesel sih..huks!

dan.,,pagi ini kembali ceroboh.

ketinggalan jaket di kereta. untung keretanya belum jalan, ya sudah…balik lagi,  lari kedalam kereta, dan ambil jaket (punya fia pula), tapi..pas mau turun, bahkaaan…keretanya dah jalan!! ga mungkin bgt gw turun bak pedagang tahu yang udah gape soal turun dari kereta pas keretanya dah jalan kan??. kebawalah gw ke UP. yup! cuma satu stasiun dari UI, tapi….nunggu keretanya balik lagi tuh berjam2!!!

 

astaghfirullah..heggy…,kok bisa sih???

 

mulai sekarang, lebih teratur yah!!

menolak untuk takluk

Thursday, February 5th, 2009

Ada satu cerita di zaman khlaifah Umar..

Di zaman yang bahkan cinta sudah menemukan bentuknya yang mulia.

Diketahui ada seorang laki-laki yang tergila-gila pada seorang perempuan..laki-laki tersebut mencintai sang perempuan begitu rupa, gayung bersambut, si perempuan pun mencintai laki-laki yang mencintainya. Mereka mencitai dengan tulus, meskipun belum menjadi cinta misi..tapi cinta mereka adalah cinta jiwa yang halus..

Sayangnya, cinta mereka tidak bisa dipertautkan..karena kondisi sosial tertentu. Mereka tidak dapt bertemu, bersitatp dan melepas rindu.

Hingga si perempuan pun akhirnya tidka mampu menahan diri dari kungkungan rindu dan berkata

“ tunggulah aku, aku akan memasuki rumahmu begitu hari gelap..”

Kata-kata si perempuan menampar kesadaran si lelaki, ia merasa malu telah merasa diperdaya  oleh cinta jiwa yang selama ini dimilikinya..

Dengan berat hati laki-laki ini berkata “sungguh, aku malu pada Allah..ada Ia yang mengawasi kita. Dan apa yang kita lakukan sungguh telah terlalu jauh. Aku malu padaNya..”

Bagaikan disambar petir, kesadaran pun menelusup tiba-tiba dan cepat pada si gadis..

Menyadari bahwa ia telah terlalu jauh melangkah atas nama cinta jiwanya, gadis itupun pada akhirnya mewakafkan hidupnya untuk beribadah. Tapi tahukah? Bahkanketika ia mewakfkan hidupnya untuk ibadah,  cintanya tidak mati…justru semakin subur dan terpelihara

Cinta nya berubah menjadi pilinan kata-kata penuh harap dan rintihan doa terbaik untuk kekasihnya

Rindunya menyublim menjadi keyakinan bahwa Allah akan mengembalikan cintanya di tempat terbaik.kelak.

Tapi cinta jiwa memang memiliki karakteristiknya sendiri. Ia tidak hanya dapat dipuaskan dengan harap dan kata-kata yang menembus arasy Allah..ia membutuhkn kanal-kanal penyaluran. Karena rindu itu butuh untuk disampaikan, wujud cinta itu mungkin dapat dipuaskan dengan sentuhan fisik, dnegan telinga yang lega mendengarkan suara kekasihnya, dengan tatapan yang bersirobok dan meneduhkan..

Dan jiwa yang menginfakkan hidupnya untuk ibadahitupun ambruk. Ia tak lagi kuat menanggungkan beban cintanya yang menggunung..menggunung namun tak ia bagi.

Hingga akhirnya Allah memberinya kemuliaan dengan mematikanya dnegan menanggungkan rindu pada kekasihnya di dunia…syahid kah ia? Aku tidak tau..

 

Lalu, bagaimana kabar kekasih wanita itu?

Adakah laki-laki itu lapang setelah ia menyadari bahwa cinta jiwa mereka yang dalam telah sekali dua kali salah melangkah…?

 

Lelaki itu menempuh jalan yang tidak jauh berbeda dengan kekasihnya, ia menkonversikan cinta jiwanya menjadi cinta misi..untuk Tuhan dan ibadah saja…

Tapi benarkah semudah itu? Jawabnya pasti tidak.

Toh pada akhirnya, saat wanita kekasihnya meninggal, sang lelaki shaleh tetap tergugu dipusaranya, meratap dan mengadu pada RabbNya. Rindu dan cintanya tertumpah berserak di depan pembaringan sang wanita…dan satu persatu dijumputi oleh para malaikat hingga naik ke langit ketujuh dan menggetarkan penghuninya…

Kelelahan berdoa, sang lelaki tertidur di pusara sang kekasih. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu kekasihnya, dalam wujud yang sangat cantik,,,

sang wanita menyapa sang lelaki dan berkata “ apa kabarmu? Aku baik sekali dengan keadaanku disini..kapan kita akan bertemu dan bersatu? Lupakah kau padaku setelah selama ini? Tahukah kau kekasihku..aku selalu menunggumu…”

sang lelaki yang takjub melaihat kekasihnya hanya berkata, “ aku rindu sekali padamu…tak pernah seharipun aku lupa padamu..doakan agar aku bisa segera menyusulmu, dan kita bisa berkumpul dalam keadaan yang lebih baik..”

 

dan tahukah?

Hanya 7 hari setelah si lelaki bermimpi. Allah mengabulkan keinginannya untuk berkumpul dengan kekasihnya..

 

~ Kisah yang ekstrem bukan? Mungkin kalo ditanya, gak ada satupun dari kita yang mau punya kisah cinta yg lebih tragis daripada kisah sinetron kayak cerita diatas. Tapi..bukankah ada banyak hal yang bisa diambil? Bahwa ternyata cinta punya mekanisme kimianya sendiri, ia tidak berdiri digdaya dnegan hitung2an logika, seperti dua kekasih yang memilih untuk berjalan sndiri2 sebagai hukuman bagi diri mreka sndiri, namun di sisi lain saling merindukan, saling berharap, dan saling mendoakan..rasanya seperti apa? Pasti menyiksa..*itukah cinta? Membuat kita menjadi begitu masokis?*

Begitukah cinta? Konstruk sederhana yang membadai jiwa manusia dengan hebatnya?

Aku sudah melihat kehebatannya..sekaligus dampak merusaknya yang dahsyat! Dan di titik ini aku berikan salut terbaikku untuk mereka,para pencinta gagah berani yang melandaskan cinta mereka pada cinta misi yang agung, dan cinta jiwa yang suci:

Hidayati sarah, Lintang D.F, Arfika, Shanti N Andien, Ivan Ahda, M. Ismail Faruqi, Ahmad Fathul Bari, Zulifan, Puwo Udi Utomo, Zainul Azmi

~ tak ada pilihan. Dan jika harus memilih, sepertinya pilihan kayak cerita diatas jadi alternative utama.

Id, ego, super ego. Berperang dan berkompromi setiap saat. Tapi selalu ada hal2 mendasar yang tidak bisa dikompromikan. Kaku? Tidak, aku tidak menyebutnya begitu…dalambahasaku, aku menyebutnya sebagai postulat. Satu hal yang hadir dan tidak perlu diperdebatkan lagi…

Pun begitu, postulat tidak selalu menggembirakan hati..tapi yakinlah, selalu melapangkan pada akhirnya

 

*postingan ini udah lama. tapi saya tulis lagi,

sekedar pengingat bagi hati2 yg lalai (hati saya terutama…), bahwa kadang, nikmat cinta yg Allah kasih akan bs dgn mudah berubah statusnya. dan kita wajib mati2an jaga itu…

sekali dua, pasti kepeleset, toh kita emang bukan nabi Yusuf yang terjaga. bukan pula Siti Maryam yang amat suci…

tapi,,bukankah tantangannya ada disana? sekuat tenaga menjaga hati (bukan versi Yovie n Nuno loh ya..^^). agar Allah tetap ridha, pada apapun jalan hidup yang sudah Ia skenariokan. keberkahan, berujung Jannah. adakah yang ingin menukarnya dengan keindahan semu nan sementara?

mari,,saling mengingatkan., sesulit apapun itu..

*untuk kamu, aku, kita semua.